KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Wisata alam Kali Kesek Village di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, belakangan sedang viral di media sosial. Destinasi ini bak serpihan surga yang terlempar di bumi Kendal. Bayangkan, kawasan wisata di Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan ini, bernuansa panorama alam, kesejukan udara khas pegunungan, serta gemercik air sungai yang mengalir jernih di kaki pegunungan Ungaran ini.
Kali Kesek awalnya dikelola secara biasa oleh BUMDes Sriwulan Makmur, dan hanya menawarkan kolam pancing , terapi ikan dan gardu pandang. Pengunjungnya pun bisa dihitung dengan jari di hari biasa, dan 30-50 orang ketika akhir pekan.
Namun begitu viral di media sosial, BUMDes dan Pokdarwis cepat menangkap peluang setelah menyaksikan potensi keindahan alam berupa hamparan persawahan, perbukitan dan aliran kali. Jalan setapak di kampung tersebut diperlebar dan dibangun jembatan buatan yang dicor.
Tak memakan waktu lama, Kali Kesek kini bersolek dengan menambah arena bermain anak-anak, kolam keceh, dan kolam renang. Ada juga wahana naik kuda keliling Kali Kesek yang dibanderol Rp 20 ribu dan keberadaan sekitar 30 kios yang menyajikan aneka kudapan, kopi, serta khas Kali Kesek yaitu gendar pecel dan bolu tiwul.
Gendar pecel termasuk makanan populer di Kecamatam Limbangan, yaitu paduan sayur pecel dan gendar (olahan nasi yang kenyal) yang dipotong-potong. Dengan merogoh kocek Rp 5.000 kita bisa merasakan lezatnya gendar pecel.
Baca juga: Guru Besar USM Bertambah, Menaker Ida Fauziyah Sebut Energi Baru untuk Wujudkan SDM Unggul
Koordinator Parkir Kali Kesek Endri Nuryanto mengakui, progres wisata ini gaspol alias berkembang demikian cepat. Pasca-pandemi Covid-19, wisatawan yang berlibur di sini sudah mencapai 500-700 orang pada hari biasa, dan menembus angka 7.000-8.000 orang pada Sabtu-Minggu.
''Kebanyakan dari Kendal dan sekitarnya, termasuk Kota Semarang. Banyak rombongan anak sekolah yang menjadikan Kali Kesek sebagai daftar untuk berwisata. Kami bersyukur, kondisi ini turut menggerakkan ekonomi masyarakat dan kas desa, melalui HTM, kuliner, dan parkir,'' kata Endri, salah satu warga Sriwulan yang turut merintis wisata ini.
Dia tak tahu persis asal-usul nama Kali Kesek, karena itu sudah ada jauh sebelum dirinya lahir. Namun menurut orang-orang tua dulu, kata dia, Desa Sriwulan dialiri sungai besar.
''Alirannya deras, dan terdengar krosak-kresek, krosak-kresek. Mungkin karena itu nama Kesek mumcul. Itu cerita lho,'' ujar pekerja swasta ini.
Selfie dengan Badut
Lokasi Kali Kesek berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Kendal ataupun Semarang. Pengunjung bisa menjangkaunya dengan kendaraan motor dan mobil dari Kota Boja ke arah Selatan sejauh 6-7 km menuju Pasar Limbangan. Begitu sampai pasar Limbangan belok kiri sejauh sekitar 3 km.
Harga tiket masuk Rp 2.000 yang terbilang murah, kita bakal dimanjakan pesona wisata di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut. Pengunjung akan merasakan sensasi menceburkan air di sungai dan kolam renang, serta terapi ikan.
Baca juga: Bukan untuk Coba-coba, 3 Jenis Facial Unggulan Ini Menyesuaikan Kebutuhan Perawatan Kulit Wajahmu
Saat ini, suda ada dua lokasi terapi ikan, dan akan dibangun satu lagi. Terapi ikan ini diyakini menyembuhkan rematik, memperlancar peredaran darah, melemaskan otot kaki, menenangkan pikiran, dan membuat tidur lebih nyenyak.
Ohya, yang unik begitu masuk taman yang merupakan gerbang Kali Kesek, wisatawan bisa berswafoto dengan badut Mickey Mouse. Tarifnya pun seikhlasnya saja.
Salah satu wisatawan, Geozal, siswa kelas VI SDN Karanganyar 1,Kota Semarang bersama rombongan menyempatkan ke Kali Kesek untuk berlibur. ''Penasaran katanya tempat ini sejuk dan indah. Eh, benar juga, pemandangannya bagus,'' katanya saat dijumpai Heloindonesia.com, Sabtu 10 Juni 2023.
Pegiat pariwisata, Dewi Listyawati menilai, secara akses harus lebih di-manage lagi untuk parkir dan arus in out.
Dia menyebut, secara wahana dan fasilitas lebih baik mempertahankan keaslian atau kealamian dari sungai yang akan berhubungan dengan atraksi yang akan lebih menjual wisata alamnya dengan produk-produk yang tidak mengubah keaslian sungai.
''Wisata ini memang lagi viral karena punya pemandangan yang elok. Ya pertahankan saja itu. Terlalu banyak sentuhan, bisa mengubah yang sebenarnya bisa menjual wisata alam, malah menjadi wisata artificial atau buatan,'' kata sosok yang ikut membidani Gedongsongo Travel Mart ini.
General Manager River Walk Boja itu, pihaknya saat ini juga tengah mempertimbangkan Kali Kesek menjadi paket wisata bagi pengunjung yang menginap di hotelnya. Pasalnya, ada sisi menarik selain kuliner dan alamnya, yaitu melihat dari dekat usaha kolang kaling yang bisa menjadi wisata edukasi. (Aji)