HELOINDONESIA.COM - Kabupaten Kepulauan Tanimbar menjadi sorotan usai pakaian adat pria dari wilayah itu digunakan Presiden Jokowi saat menghadiri sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR dan DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (16/8).
Dengan gagah, Presiden Jokowi mengenakan ikat kepala (kaluyak uke) dengan hiasan burung (somalay), baju, celana panjang, dan selempang bersilang dari kain tenun (syal brana) serta sabuk lebar yang juga dari kain tenun.
Presiden Jokowi juga mengenakan kalung yang disebut mamuat. Kalung ini menyimpan makna keteguhan terhadap janji untuk menjalani kehidupan.
Sementara ikat kepala (kaluyak uke) dengan aksesori somalay melambangkan tanggung jawab yang diemban seorang laki-laki.
Kabupaten Kepulauan Tanimbar sendiri adalah salah satu kabupaten di Provinsi Maluku dan merupakan pemekaran dari wilayah Kabupaten Maluku Tenggara. Penduduk setempat menyebutnya Tnebar Evav.
Baca juga: Andalkan Umah Wayang Kemukusan, Selakambang Sabet Juara I Gelar Desa Wisata Purbalingga 2023
Kabupaten Kepulauan Tanimbar juga memiliki banyak objek wisata yang layak dikunjungi. Selain karena warganya ramah wisatawan, Kepulauan Tanimbar juga memiliki pemandangan alam yang luar biasa Indah.
Berikut kami himpun sejumlah lokasi wisata di Kepulauan Tanimbar yang bisa Anda kunjungi bersama keluarga.
1. Pantai Weluan
Pantai Weluan berlokasi di timur Kota Saumlaki, tepatnya di sebelah barat Desa Olilit lama. Pantai Weluan bisa dicapai dengan jalur darat kurang lebih sekitar 10 menit.
Jika anda tidak mempunyai kendaraan pribadi, anda dapat menyewa ojek dengan harga 20 ribu rupiah. Daya tarik utama dari pantai ini adalah luas pesisirnya yang sangat indah dipandang mata.
2. Bukit Batu Yadin
Batu Yadin adalah salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tepatnya di desa Olilit Lama.
Untuk menuju destinasi wisata Batu Yadin ini pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda dua dan empat dapat ditempuh dari Ibu Kota Saumlaki lebih kurang 15 menit.
Setiap pengunjung yang masuk ke lokasi ini dikenakan tarif sebesar Rp.5.000 /orang. Tempat ini sangat indah untuk foto-foto dan bagi yang punya hobi foto disinilah tempatnya.
Apalagi saat Matahari Terbit dan matahari tenggelam sungguh mempesona sekali. Tempat ini juga aman untuk camping bersama teman dan kerabat.
Baca juga: Gubernur Arinal: Integrasi Transportasi Kunci Sukses Pariwisata Lampung
3. Rambu Suar Eliasa
Rambu Suar ini terletak di Desa Eliasa, Pulau Selaru, salah satu pulau terluar dari Republik Indonesia. Menikmati indahnya matahari terbenam dari tempat ini merupakan kesempatan langka yang tidak boleh dilewatkan.
Lokasinya berada di Pulau Selaru. Dari Pelabuhan Adaut ke Desa Eliasa, dibutuhkan setidaknya 2 jam perjalanan. Disini juga terdapat tapal batas Republik Indonesia.
4. Danau Wulmasa
Danau Wulmasa terletak d kecamatan Molu Maru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Danau yang terletak di balik batu karang ini mempunyai air danau yang asin.
Danau ini memiliki warna yang indah berupa gradasi warna biru ke tosca. Dari segi lokasi, letaknya pun jauh dari pantai. Selain itu, di danau ini terdapat penyu (teteruga).
5. Pantai Sangliat Dol
Pantai Sangliat Dol terletak 42 km dari pusat kota Saumlaki tepatnya di desa Sangliat Dol, kecamatan Wertamrian. Pantai ini memiliki pemandangan laut yang indah serta air laut yang jernih.
Suasana sekitar pantai yang dikelilingi pepohonan dan perumahan warga setempat menjadikan siapapun yang berkunjung merasa nyaman dan tentram.
Baca juga: Kota Madiun Kini Manfaatkan Bengawan Madiun, Sebagai Destinasi Wisata Edukasi Kali Madiun
6. Mata Air Bomaki
Mata Air Bomaki yang berjarak 30 menit dari pusat kota Saumlaki ini terletak di desa Bomaki, utara Kota Saumlaki ini menawarkan pemandangan yang indah dengan warna gradasi airnya yang biru kehijauan.
Airnya yang segar dipadukan dengan rimbunnya pepohonan disekitarnya menjadikan destinasi wisata ini layak dijadikan pilihan berlibur.
7. Perahu Batu Tanimbar
Situs sejarah yang terdapat di Tanimbar ini berjarak 42 km dari pusat kota Tanimbar dan terletak tepat diatas pantai Sangliat Dol. Wisata budaya ini merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang juga merupakan warisan adat.
Diperkirakan situs sejarah ini telah ada sejak 400-500 tahun yang lalu. Namun, sayangnya tidak ada bukti sejarah tertulis mengenai situs ini selain hanya dari cerita turun temurun warga.
Berdasarkan cerita, tidak ada yang benar-benar tahu cerita awal terbentuknya perahu batu ini. Hingga hari ini, area Perahu Batu difungsikan sebagai pusat aktivitas desa ketika mengadakan kegiatan-kegiatan adat seperti pemilihan Raja, dll.
Baca juga: Berwisata ke Benteng Vredeburg di Yogya, Menyusuri Lorong Sejarah Indonesia lewat Diorama
8. Monumen Patung Kristus
Monumen Patung Kristus ini terletak 4 km dari pusat kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Area monumen ini biasanya juga dipakai untuk acara-acara keagamaan umat Katolik. Selain itu, dari puncak patung ini, pengunjung dapat melihat pemandangan menakjubkan berupa pulau-pulau disekitar kota Saumlaki.
9. Danau Lorulun
Danau Lorulun terletak di Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Destinasi wisata ini dibangun dan dikembangkan sejak tahun 2018.
Hamparan danau yang luas sejauh mata memandang dapat pengunjung nikmati bersama orang-orang tercinta. Lokasinya yang berdekatan dengan bandara Mathilda Batlayeri, Saumlaki, menjadikan destinasi wisata ini semakin mudah dikunjungi.
10. Pantai Daiktutu
Daya Tarik Wisata Pantai Daiktutu memiliki keindaan alam yang indah dengan hamparan pasir putih sepanjang pantai dan lautnya yang jerni, setiap akhir pekan pantai ini banyak sekali dikunjungi oleh masyarakat sekitar untuk berekreasi bersama keluarga.