Helo Indonesia

Mengenal Apakah Arti Doom Spending, yang Viral di TikTok: Belanja Kiamat

Restiyan Ningsih - Ragam -> Trending
Senin, 7 Oktober 2024 15:29
    Bagikan  
Ilustrasi
freepik

Ilustrasi - Mengenal Apakah Arti Doom Spending, yang Viral di TikTok: Belanja Kiamat

HELOINDONESIA.COM - Doom spending, atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai "belanja kiamat", adalah sebuah fenomena di mana seseorang cenderung melakukan pembelian impulsif sebagai respons terhadap perasaan negatif seperti stres, kecemasan, atau ketidakpastian akan masa depan.

Mengapa Doom Spending Terjadi?

Mekanisme Coping: Belanja seringkali menjadi mekanisme coping atau cara mengatasi stres yang efektif dalam jangka pendek. Dengan membeli sesuatu yang diinginkan, seseorang merasa lebih baik secara emosional.

Perasaan Tak Berdaya: Ketika dihadapkan pada situasi yang tidak dapat dikendalikan, seperti ketidakstabilan ekonomi atau pandemi, orang cenderung mencari cara untuk merasa memiliki kendali, salah satunya dengan berbelanja.
FOMO (Fear of Missing Out): Takut ketinggalan tren atau promosi menarik juga bisa memicu perilaku belanja impulsif.

Baca juga: Hadapi Timnas Indonesia, Media China Pesimis Timnasnya Akan Dikalahkan King Indo !

Dampak Doom Spending

Masalah Keuangan: Belanja impulsif yang terus-menerus dapat menyebabkan masalah keuangan, seperti utang yang menumpuk dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Stres yang Lebih Besar: Ironisnya, meskipun memberikan kepuasan sesaat, belanja impulsif justru dapat meningkatkan stres dalam jangka panjang karena kekhawatiran akan kondisi keuangan.

Penyesalan: Setelah membeli barang secara impulsif, seringkali muncul perasaan menyesal karena barang tersebut tidak benar-benar dibutuhkan.

Ciri-Ciri Doom Spending

Belanja tanpa perencanaan: Membeli barang secara spontan tanpa membuat daftar kebutuhan terlebih dahulu.
Membeli barang yang tidak dibutuhkan: Membeli barang hanya karena sedang diskon atau tergiur iklan.

Merasa lebih baik setelah belanja: Merasa senang atau lega setelah melakukan pembelian, meskipun hanya sementara.

Menggunakan belanja sebagai pelarian: Belanja digunakan sebagai cara untuk menghindari masalah atau perasaan negatif lainnya.

Cara Mengatasi Doom Spending

Kenali Pemicunya: Identifikasi situasi atau perasaan yang memicu Anda untuk berbelanja impulsif.

Buat Anggaran: Susun anggaran yang realistis dan patuhi anggaran tersebut.

Tunda Keputusan Membeli: Jika ingin membeli sesuatu, tunda dulu selama 24-48 jam untuk mempertimbangkan kembali apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.

Cari Alternatif Lain: Alihkan perhatian Anda pada aktivitas lain yang lebih produktif, seperti berolahraga, membaca, atau menghabiskan waktu bersama orang yang Anda cintai.

Cari Dukungan: Bicarakan perasaan Anda dengan orang terdekat atau profesional jika diperlukan.

Baca juga: Ammar, Atlet Jawa Tengah Peraih Medali Emas Pertama PEPARNAS XVII

Doom spending adalah fenomena yang cukup umum terjadi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, dengan kesadaran dan upaya yang tepat, kita dapat mengatasi kebiasaan ini dan menjaga kesehatan keuangan kita. Ingatlah bahwa kebahagiaan tidak selalu dibeli dengan materi.