HELOINDONESIA.COM -
Jorge Martin memustuskan untuk mengakhiri kerjasamanya dengan tim Pramac Ducati usai dirinya tak mendaptakan kenaikan kelas ke tim Pabrikan Utama Ducati Lenovo.
Martin pun memutuskan untuk melanjutkna kariernya di ajang balapan kuda besi bersama dengan tim Aprilia.
Jorge Martin pun saat ini tengah memimpinn dengan unggul poin atas Pecco Bagnaia dan akan segera menjalani seri terakhir.
Baca juga: MotoGP 2024 Seri Terakhir Kemungkinan Besar Akan Dilangsungkan di Sirkuit Barcelona-Catalunya
Jikalau Martin mengang, Martin bisa menggunakan nomor satu di Aprilia musim depan, mes
"Bagi kami bukan masalah (jika Martin mau pakai nomor satu di Aprila). Kami akan berusaha keras merebutnya kembali (nomor satu) untuk tahun 2026," sambungnya lagi.
Di sisi lain, kendati tim pabrikan Ducati Lenovo berpotensi gagal mempertahankan gelar juara MotoGP musim ini, Tardozzi tetap menganggap Martin adalah bagian keluarga besar Ducati. Ducati tak sia-sia merekrutnya pada 2021 silam.
"Jelas, Jorge adalah pebalap yang terikat kontrak dengan kami. Dia adalah rider yang tumbuh bersama Ducati, bahwa ada kemungkinan dia akan memenangkan kejuaraan bersama Ducati. Jadi, pada akhirnya, kami melakukan pekerjaan yang baik saat merekrutnya dari Moto2," tukas Tardozzi.
"Jadi, dia pasti menginginkan nomor satu di motornya. Namun di catatan MotoGP, tetap akan tertulis Jorge Martin--Ducati. Jadi, nomor satu itu untuk rider, tapi mesinnya Ducati," sambung pria asal Italia itu.
Tardozzi menambahkan, jika Martin membawa nomor satu ke Aprilia, maka yang bisa dilakukan Ducati adalah merebut kembali nomor tersebut pada musim depan. Apalagi musim depan Ducati bakal diperkuat salah satu pebalap terbaik di MotoGP, Marc Marquez.
"Bagi kami bukan masalah (jika Martin mau pakai nomor satu di Aprila). Kami akan berusaha keras merebutnya kembali (nomor satu) untuk tahun 2026," sambungnya lagi.
Baca juga: Jorge Martin Bisa Amankan Gelar Juara Dunia MotoGP 2024 di Malaysia, Begini Syaratnya
Di sisi lain, kendati tim pabrikan Ducati Lenovo berpotensi gagal mempertahankan gelar juara MotoGP musim ini, Tardozzi tetap menganggap Martin adalah bagian keluarga besar Ducati. Ducati tak sia-sia merekrutnya pada 2021 silam.
"Jelas, Jorge adalah pebalap yang terikat kontrak dengan kami. Dia adalah rider yang tumbuh bersama Ducati, bahwa ada kemungkinan dia akan memenangkan kejuaraan bersama Ducati. Jadi, pada akhirnya, kami melakukan pekerjaan yang baik saat merekrutnya dari Moto2," tukas Tardozzi.
Baca juga: Seri Penutup MotoGP 2024 Masih Belum Jelas, Dimana Duel Akhir Pecco vs Martin ?
