Helo Indonesia

Strategi Hemat APBN Rp 1.400 Triliun: Program Pekarangan Pangan Lestari dan Makan Gratis

Satwiko Rumekso - Ekonomi -> Bisnis
Sabtu, 2 November 2024 16:29
    Bagikan  
P2L
Pemkab Palu

P2L - Contoh Pekarangan Pangan Lestari

HELOINDONESIA.COM -Menteri Pertanian atau Mentan Andi Amran Sulaiman mengklaim program Pekarangan Pangan Lestari dapat menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp 1.400 trilun. Program ini diklaim dapat mendukung Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Amran mengatakan, setiap rumah tangga mengeluarkan Rp 2 juta per bulan untuk membeli cabai, bawang, sayur, daging, telur, dan kebutuhan dapur lainnya. Dengan mengoptimalkan pekarangan pangan, ia mengatakan uang itu dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan lain.

“Kalau ini bisa kita hemat lewat pekarangan rumah, kita bisa mengurangi beban APBN hingga Rp 1.400 triliun,” ucap Amran usai memberi pembekalan Pendidikan Reguler (Dikreg) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2024, dikutip dari keterangan tertulis.

Lho lho lho

Baca juga: Bupati Konawe Selatan Terancam Pidana, Rieke Diah Pitaloka: Justice for Camat Sudarsono

Berikut adalah poin-poin penghematan APBN melalui program Pekarangan Pangan Lestari yang disampaikan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman:

1. Potensi Penghematan APBN
Program Pekarangan Pangan Lestari diklaim dapat menghemat APBN hingga Rp 1.400 triliun. Program ini mendukung inisiatif Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

2. Pengalihan Pengeluaran Rumah Tangga
Setiap rumah tangga rata-rata mengeluarkan sekitar Rp 2 juta per bulan untuk kebutuhan pangan seperti cabai, bawang, sayuran, daging, dan telur. Dengan memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan, anggaran tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan lain, sehingga mengurangi beban pengeluaran.

Waduh kog bisa

Baca juga: Rp20 T Natalius Pigai versus 911 Hotman Paris Hutapea, Cukup 7 HP

3. Dampak pada Inflasi dan Stunting
Amran mengklaim bahwa pengurangan beban APBN hingga Rp 1.400 triliun ini dapat mencegah inflasi. Selain itu, dengan terpenuhinya kebutuhan gizi dari pekarangan pangan, risiko stunting juga diharapkan menurun, dan anak-anak dapat tumbuh lebih cerdas.

4. Sejalan dengan Program Makan Bergizi Gratis
Program Pekarangan Pangan Lestari mendukung Makan Bergizi Gratis yang akan dimulai pada Januari 2024. Program ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi dengan meningkatkan akses masyarakat pada sumber gizi yang sehat.

5. Dukungan Kementan untuk Program Gizi
Kementerian Pertanian menyiapkan dua program utama untuk mendukung Makan Bergizi Gratis: pekarangan pangan bergizi dan peningkatan produksi susu dan daging.

6. Dukungan Produksi Gizi dari Rumah Tangga
Setiap rumah tangga dapat memenuhi kebutuhan gizi (karbohidrat, protein, vitamin) dari tanaman yang dibudidayakan di pekarangan mereka, mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

7. Kolaborasi dengan Investor
Untuk meningkatkan produksi susu, Kementerian Pertanian mengajak investor dan mengatur regulasi impor sapi perah. Contohnya, investor dari Vietnam bersedia memproduksi 1,8 juta ton susu, hampir separuh dari kebutuhan dalam negeri sebesar 3,7 juta ton.

Sementara itu di laman Badan Ketahanan Pangan (BKP) melalui Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2019 telah melaksanakan Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), yang pada tahun 2020 kegiatan KRPL berubah menjadi Pekarangan Pangan Lestari atau disingkat P2L.

Wah kog begini ya?

Baca juga: Terkait Masalah Tom Lembong ada Perebedaan Antara Versi Kejaksaan Agung dengan BPK

Kegiatan P2L dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah prioritas intervensi stunting dan/ atau penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan atau pemantapan daerah tahan pangan.

Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga, serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Pekarangan Pangan Lestari (P2L) adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat yang secara bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan, serta pendapatan.

Tujuan Kegiatan P2L yaitu : 

1. Meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan untuk rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman. 

2. Meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar.Sasaran kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari Tahun 2015 – 2019

Sasaran Penerima Manfaat yaitu :

Tahun 2015 (KRPL)    :  4.410 Kelompok Wanita Tani
Tahun 2016 (KRPL)    :  2.894 Kelompok Wanita Tani
Tahun 2017 (KRPL)    :  1.305 Kelompok Wanita Tani
Tahun 2018 (KRPL)    :  2.300 Kelompok Wanita Tani
Tahun 2019 (KRPL)    :  2.300 Kelompok Wanita Tani
Tahun 2020 (P2L)      :  3.600 Penerima Manfaat