Helo Indonesia

Strategi Marketing dalam Pengembangan Industri Wellness Tourism

M. Haikal - Ekonomi -> Bisnis
Sabtu, 23 Agustus 2025 18:17
    Bagikan  
Branding produk
Foto: tangkapan layar IG Gayaspa

Branding produk - Bagaimana branding dalam mengembangkan usaha wellness dan spa di Indonesia, tak jauh berbeda dengan strategi marketing lainnya.

HELOINDONESIA.COM - Saat ini pemerintah sedang giat-giatnya mendukung kegiatan wellness tourism sebagai salah satu destinasi wisata yang memberikan nilai ekonomi.

Namun demikian, dukungan tersebut jadi tidak berarti ketika para pelaku industri di bidang wellness tak memiliki kemampuan dalam membranding usahanya.

Alexander Mamby Aruan, Corporate Reputation Manager di London School of Public Relation seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Sabtu (23/8/2025) memberikan beberapa tips jitu dalam membranding usaha di bidang wellness.

"Ketika kita bicara tentang manajemen pemasaran itu kita menentukan objektifnya. Objektif itu harus apa sih? Kita harus bisa melihat ke dalam dari luar. Jadi kita menentukan dulu analisa pasar kita tuh seperti apa, keberadaan kita itu di mana," papar Mamby.

Baca juga: Daya Tarik Wisata Tak Hanya Menjual Alamnya Saja, tapi Juga Wellness

Kemudian, dari situ kita baru bisa mengevaluasi peluang usaha di bidang wellness tourism.

"Ya tentukan seperti ke pemasaran dan baru menyusun program," ujarnya.

Sayangnya, lanjut Mamby, kadang kala biasanya suka lupa karena kadang-kadang sering menyusun program tanpa menentukan indikator keberhasilannya.

"Ketika kita berbicara tentang direct selling atau penjualan langsung kita harus tentukan kalau misalnya kalau kita ikut buka, kita tentukan penjualan kita berapa," ujarnya.

Baca juga: Amnesti yang Dipertanyakan, Blunder Politik Megawati

Setelah itu, kita juga harus tahu ketika kita melakukan pemasaran ini apa yang harus didapatkan sehingga sebesar atau sekecil apapun biaya yang kita keluarkan kita dapat mempertanggungjawabkannya kepada atasan.

"Pemasaran itu apa sebetulnya simpel ya. Kalau perencanaan berarti kita planning secara menyeluruh dan tentunya kalau kita bicara tentang perencanaan jangan lupa kita harus membuat panitia atau timnya siapa. Sebab kalau kita salah memilih tim tidak sesuai dengan kompetensinya sebetulnya," paparnya.

Dia mencontohkan ketika orang sales tapi disuruh disuruh ngerjain tugas Public Relation (PR).

"Ya otomatis mereka kayak dan nanti gimana ya Pak. Jadi kita harus memilih tim yang tepat. Lihat kompetensi dari timnya sendiri. Nah dari situlah baru kita bisa meramu perencanaan yang baik," jelasnya.

Baca juga: MA dan Badan Peradilan di Bawahnya Makin Sadar Lapor Gratifikasi, Simak Data 2022-2025

Beda lagi ketika menentukan target. Sebetulnya kalau bicara promosi harus menyentuh tiga aspek.

Pertama advertising untuk mencapai , kedua adalah public relation. nah ini biasanya bentuknya adalah aktivitas grand launching atau semua yang berbentuk aktivitas.

"Jadi tujuan dari kalau PR itu adalah engagement yang keterikatan dengan market kita itu siapa. Baru yang terakhir kita buat yang namanya marketing plan," paparnya.

Biasanya, lanjutnya, kalau orang pikir marketing hanya dari sisi promosi. Padahal promosi itu ada di advertising bukan di marketing.

Baca juga: Festival Nyeruit 2025 Meriah, Wulan Sari Dorong Generasi Muda Cintai Budaya Lampung

"Marketing itu sendiri isinya adalah sales promotion contoh yang saat ini kita tahu kalau kita jualan itu sering banget keluar kata-kata sebelah-sebelas, 12 12, opening Cell closing cell, by one get one," tandasnya.