SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - PB Djarum masih menunjukkan supremasinya dengan meloloskan 11 finalis untuk bersaing memperebutkan gelar juara pada Kejuaraan Bulutangkis Graha Padma Walikota Cup 2024.
Pada babak semi final yang dimainkan di GOR Graha Padma Semarang, Jumat 14 Juni 2024, dari 15 pemain PB Djarum yang tampil, mereka mampu merebut 11 tiket final.
Salah satu tiket tersebut digenggam pada kategori Tunggal Anak Putri (TAPI) yang mempertemukan sesama wakil PB Djarum, dimenangi oleh unggulan kedua Jordana Alexa Mongkareng. Ia berhasil menang straight set 21-5, 21-15 dalam tempo 21 menit, atas Nafla Berly Syakira Al Habsy yang menempati unggulan ketiga.
"Saya sebenarnya bermain seperti biasa saja. Sejak awal game lawan saya banyak bikin kesalahan sendiri. Jadi setelah interval, saya berupaya jaga jarak poin lebih jauh. Di game kedua, lawan mengubah pola permainan dan temponya dipercepat, makanya jadi kejar-kejaran poin. Puji Tuhan, saya bisa meraih kemenangan, dan berharap besok juara," papar Jordana.
Baca juga: Kampanye Ngenal Tengker di Kota Lama oleh Mahasiswa Ilkom USM Diserbu Pengunjung
Selain Jordana, atlet PB Djarum lainnya yang berhasil maju ke final adalah unggulan teratas pasangan Oka Faiq Januar/Nur Hafidzah Afifah yang bermain di kategori Ganda Pemula Campuran (GPC). Mereka berhasil mengalahkan unggulan ketiga Rizky Caesar Ramadhan/Aqelatul Amaliayah Rahma dengan skor 21-18, 18-21, 21-16.
"Pertandingan semifinal ini memang ketat, belum lagi pertahanan mereka sangat solid. ketika kita membuat kesalahan, Rizky/Aqela bisa dengan cepat langsung merebut poin dari kita. Untungnya kita lebih tahan ketimbang mereka dan bisa mengambil kemenangan di semifinal ini," kata Nur Hafidzah.
Kejuaraan ini dibagi menjadi tiga kelompok usia pembinaan yaitu U11 (usia dini), U13 (anak-anak), dan U15 (pemula), dan mempertandingkan 11 nomor.
Graha Padma Walikota Cup 2024 merupakan kejuaraan swasta nasional yang masuk dalam kalender PBSI dan mendapatkan peringkat poin nasional. GOR Graha Padma, Semarang, menjadi lokasi jatuh bangunnya para calon bintang bulutangkis masa depan meraih kemenangan demi mengamankan tiket ke partai final yang digelar Sabtu (15/6) besok.
Baca juga: Pakar Politik Undip Sebut Bambang Pacul Pilihan Bagus dari PDIP untuk Bertarung di Pilkada Jateng
Selain Djarum, sejumlah atlet yang menjadi unggulan juga tampil impresif. Bahkan ‘perang saudara’ yang mempertandingkan sesama pemain klub juga tak terhindarkan di babak semifinal ini, mulai dari PB Djarum, Jaya Raya Satria, Exist Badminton Club, dan Mutiara Cardinal.
Pertarungan sesama pemain klub Jaya Raya Satria terjadi di kategori Usia Dini Putri (UDPI), yaitu unggulan teratas Maura Wahyu Keisha Maharani dengan unggulan kelima Angelice Luigi Nathaniela. Maura sukses melaju ke partai puncak berkat kemenangan tiga gim 17-21, 21-16, 21-18.
"Kunci kemenangan saya adalah bermain tenang, ndak usah buru-buru. Soalnya di gim pertama itu saya seperti penasaran, eh malah kalah. Gim kedua dan ketiga yang penting main sabar dan jangan mau didikte permainan lawan," jelas Maura.
Pembibitan Awal
Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Graha Padma Walikota Cup Yuni Kartika menjelaskan kejuaraan ini difokuskan pada kategori U11, U13 dan U15 karena merupakan tiga kategori utama dalam pembinaan dan pembibitan awal atlet bulutangkis. Diharapkan dari kejuaraan ini akan muncul bibit-bibit pebulutangkis juara yang dapat menjadi andalan Indonesia di masa depan.
Baca juga: Renungan Idul Adha
“Ketiga kategori ini menjadi pilar utama pembinaan bulutangkis di Indonesia. Kemudian kejuaraan ini juga masuk dalam kalender PBSI. Jadi kalau melihat jumlah peserta, meski hanya tiga kategori tapi jumlah pesertanya sangat banyak, hampir mencapai seribu. Ini artinya proses pembinaan di indonesia berjalan cukup baik saat ini,” terang Yuni Kartika yang juga menjabat Wakil Ketua I PBSI Jawa Tengah.
Lebih lanjut Yuni juga menyoroti persaingan ketat dan kompetitif berhasil tersaji dalam kejuaraan yang total diikuti oleh sebanyak 826 atlet dari berbagai klub di Indonesia ini. Ia mengatakan hal tersebut menjadi indikasi bahwa pembinaan di tingkat klub terhadap atlet-atlet belia juga berjalan dengan baik.
“Keragaman jumlah peserta juga merata di setiap kategori. Tidak ada yang terlalu sedikit, semuanya sesuai proporsi. Meskipun jumlah putri pasti lebih sedikit, namun masih wajar. Selain itu juga banyak pemain yang main rangkap. Ini juga menggembirakan karena di usia awal, mereka sebaiknya tidak hanya fokus pada satu nomor saja,” jelas presenter bulutangkis dan mantan pemain nasional itu.
Baca juga: Nonton Drama Korea Connection Ep 7 Sub Indo
Dari 826 atlet yang bertanding pada kejuaraan yang berlangsung pada 10-15 Juni ini, terdiri dari 167 atlet Tunggal Anak Putra (TAPA), 143 atlet Tunggal Pemula Putra (TPA), 164 atlet Usia Dini Putra (UDPA), 90 atlet Tunggal Anak Putri (TAPI), 71 atlet Tunggal Pemula Putri (TPI), 64 atlet Usia Dini Putri (UDPI), 57 atlet Ganda Pemula Campuran (GPC), 69 atlet Ganda Anak Putra (GAPA), 92 atlet Ganda Pemula Putra (GPA), 29 atlet Ganda Anak Putri (GAPI), 48 atlet Ganda Pemula Putri (GPI). (Aji)
