SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Sebanyak 16 sekolah elite yang terdiri atas tujuh tingkat SMP dan sembilan tingkat SMA/SMK siap bersaing dalam ajang Hydroplus Junior & High School Badminton Invitation 2026 yang berlangsung pada Kamis-Minggu, 8–11 Oktober 2026 di Polytron Stadium Undip, Semarang.
Turnamen bulutangkis antar-pelajar yang digagas bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation ini menghadirkan nuansa baru.
Berbeda dari gelaran sebelumnya yang terbuka untuk sekolah umum, kompetisi tahun ini menggunakan sistem khusus undangan (invitasi) dan dikhususkan bagi sekolah swasta nasional plus serta sekolah internasional dari berbagai kota, mulai dari Semarang, Yogyakarta, Jakarta, hingga Sragen.
Ketua Pelaksana Daryadi menjelaskan, pemilihan format khusus invitasi ini didasarkan pada kebutuhan untuk memberikan ruang berkembang bagi sekolah-sekolah yang baru merintis atau membentuk tim bulutangkis mandiri.
"Ini pertama kalinya Djarum Foundation mengadakan event dengan sasaran peserta sekolah swasta nasional plus dan sekolah internasional yang sifatnya invitasi. Jadi memang tidak dibuka untuk umum dan juga tidak untuk sekolah berstatus negeri," ujar Daryadi usai Technical Meeting di Gedung Pers Jateng, Semarang, Rabu 7 Oktober 2026.
Baca juga: Kasus Perundungan di Pemalang, Gubernur Luthfi Tegaskan Jateng Harus Zero Bullying
Dari sisi teknis pertandingan, lanjut Daryadi, ajang ini menggunakan format beregu yang mencakup nomor tunggal, ganda putra, dan ganda campuran. Setiap tim diperkuat minimal empat hingga maksimal enam pemain.
Menariknya, turnamen ini juga menjadi bagian dari ajang sosialisasi dan adaptasi terhadap aturan baru pertandingan, yakni sistem best of three game dengan 15 poin. Format ini dipersiapkan agar para atlet muda mulai terbiasa dengan regulasi yang akan resmi diterapkan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada awal 2027 mendatang.
Agar Tak Minder
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Leonard Holvy de Pauw, menegaskan bahwa kompetisi tingkat pelajar masih tergolong terbatas, padahal bulutangkis merupakan cabang olahraga andalan yang konsisten mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
"Badminton sebenarnya memiliki banyak peminat. Olahraga ini juga sudah berkali-kali mengharumkan nama Indonesia di Olimpiade, Asian Games, dan berbagai kejuaraan lainnya," ungkapnya.
Dijelaskan, pada kejuaraan kali ini memang sifatnya undangan. Event ini digelar agar pemain yang turun tidak merasa minder.
''Sekolah yang kami undang adalah mereka yang baru membentuk tim bulutangkis di sekolahnya. Kalau digabung dengan sekolah yang sudah lama berprestasi, mereka bisa minder. Harapannya, setelah bermain di level sekolah, mereka bisa berkembang hingga ke level kampus dan berpeluang meraih beasiswa," jelas Leonard.
Ia menambahkan, ekosistem pembinaan ini turut membuka peluang karier baru bagi para mantan atlet profesional untuk berkontribusi sebagai pelatih di sekolah-sekolah unggulan tersebut.
Baca juga: Mitigasi Bencana dan Digitalisasi UMKM, 42 Mahasiswa USM Terjun KKN Tematik di Kelurahan Gedawang
Untuk memperebutkan gelar juara, panitia menyiapkan hadiah uang pembinaan. Juara pertama mendapat Rp6 juta, juara kedua Rp 4 juta, juara ketiga Rp 2 juta, dan juara keempat Rp 1 juta, untuk masing masing kelompok.
Tujuh tim SMP yang ambil bagian yakni SMP Nasima Semarang, SMP Islam Hidayatullah Semarang, SMP Pangudi Luhur Domenico Savio Semarang, SMP Islam Al Azhar 29 Semarang, SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta, SMP Islam Al Azhar 14 Semarang, dan SMP Karangturi Semarang.
Sementara kategori SMA/SMK diikuti 9 sekolah, yakni SMA Ciputra Kasih Semarang, SMA Islam Hidayatullah Semarang, SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang, SMA Mega Islamic Boarding School Semarang, SMK Global Multimedia Jakarta, Jakarta Intercultural School (Jakarta), SMAK YSKI Semarang, SMA Theresiana 1 Semarang, dan SMK Muhammadiyah 8 Tanon Sragen. (Aji)