Helo Indonesia

McDonalds Khawatir Kebijakan Tarif Trump Ancam Penjualan Di Tengah Ekonomi AS yang Tak Pasti

Hafizh Alfaritsi - Ekonomi
Jumat, 2 Mei 2025 17:44
    Bagikan  
McDonalds
McDonalds

McDonalds - Raksasa Makanan Cepat Saji McDonalds Khawatir Kebijakan Tarif Trump

HELOINDONESIA.COM - Di tengah ketidakstabilan ekonomi Amerika Serikat yang semakin mengkhawatirkan, raksasa industri makanan cepat saji, McDonald's, mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait dampak kebijakan tarif yang terus berubah-ubah dari Presiden Donald Trump.

Ketidakpastian kebijakan ini tidak hanya berpotensi menurunkan penjualan dan keuntungan perusahaan, tetapi juga merusak kepercayaan konsumen dan memperburuk tekanan pada ekonomi nasional yang sudah menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

McDonald's, sebagai jaringan restoran cepat saji terbesar di dunia, mencatat penurunan penjualan domestik sebesar 3,6% pada kuartal pertama 2025.

Ini merupakan penurunan kuartalan terbesar sejak pandemi Covid-19 menghantam sektor ritel pada tahun 2020. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya jumlah pelanggan yang kini lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka.  

"Konsumen saat ini menghadapi ketidakpastian yang signifikan," kata CEO McDonald's, Chris Kempczinski, dikutip dari The Guardian, Jumat (2/5/2025).

Ia menggambarkan kondisi pasar saat ini sebagai "yang paling menantang" yang pernah dihadapi perusahaan, dan mencatat bahwa penjualan global mereka juga mengalami penurunan mengejutkan sebesar 1% selama periode yang sama.

Sebagai respons terhadap tren ini, McDonald's berupaya meningkatkan penjualan dengan meluncurkan menu "nilai" baru yang lebih terjangkau. Namun, langkah ini belum cukup untuk mencegah konsumen mengurangi frekuensi makan di luar akibat kekhawatiran ekonomi yang meningkat.

Perusahaan-perusahaan seperti Starbucks, Domino's Pizza, dan Chipotle Mexican Grill, juga mulai merasakan dampak serupa. Mereka melaporkan bahwa konsumen AS mulai mengurangi kebiasaan makan di luar.

Sementara itu, ekonomi AS mengalami kontraksi sebesar 0,3% pada kuartal pertama 2025, berbanding terbalik dengan pertumbuhan 2,4% pada kuartal sebelumnya, dan menandai kontraksi pertama sejak awal tahun 2022.

Indeks kepercayaan konsumen AS juga mengalami penurunan tajam sebesar 32% antara Januari hingga April, mencapai titik terendah sejak resesi tahun 1990. 1 Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran akan potensi perang dagang global setelah pengumuman tarif baru oleh Presiden Trump.