Helo Indonesia

APINDO: Rakerkonas Makassar, Peran Pengusaha Bagi Ketahanan Ekonomi Era Global

Herman Batin Mangku - Ekonomi
Minggu, 2 Agustus 2026 20:06
    Bagikan  
APINDO
HELO LAMPUNG

APINDO - Konferensi pers pra Rakerkonas ke-35 APINDO. | dok/Muzzamil/Helo Indonesia

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menaja Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkonas) ke-35 bertema "Ketahanan Ekonomi Nasional: Peran Pengusaha Indonesia ditengah Fragmentasi Global" di Makassar, Sulawesi Selatan, 3-5 Agustus 2026.

Delegasi 36 Dewan Pimpinan Provinsi, 368 Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota se-Tanah Air, serta unsur pimpinan harian, dewan pertimbangan, dewan pakar, dewan kewirausahaan di Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APINDO bakal duduk bersama sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan strategis program ketahanan ekonomi nasional di tengah situasi ketidakpastian global saat ini.

Ketua Umum APINDO, Shinta Widjaja Kamdani didampingi sejumlah fungsionaris saat konferensi pers pra-Rakerkonas 28 Juli lewat di Jakarta mengatakan, total delegasi bakal saling mendengarkan, bertukar informasi, pengetahuan dan pengalaman praksis membesut tema itu dalam konsolidasi tahunan ini. Dan merumuskan hasilnya guna disampaikan pada pemerintah.

Ketua umum perempuan pertama di tubuh asosiasi profesi perekonomian nasional tertua di Indonesia ini bilang, tema raya terpilih itu dibesut seiring kondisi obyektif ketahanan ekonomi nasional yang kini masih tengah terus menghadapi tekanan gejolak geopolitik global, dan tantangan struktural domestik. Tantangan ganda yang disebut tidak mudah.

Shinta misal menyebut cenayang pemutusan hubungan kerja (PHK), satu isu sensitif yang jadi atensi pemerintah. Menurutnyi, yang harus jadi concern: apa penyebabnya. Apa problem mendasarnya, dan apa solusi jitunya.

"Hari-hari ini yang menjadi perhatian pemerintah, kami lihat adalah persoalan PHK. Namun selalu kami sampaikan, masalah PHK ini adalah di hilirnya. Yang harus kita lihat adalah apa penyebab PHK dan masalah di hulunya itu apa," bedah Shinta, melugaskan tema terpilih itu mencerminkan pentingnya peran dunia usaha sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Seberapa penting? Penting banget. Peran dan peranan dunia usaha atau dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA) dalam arti luas semakin dirasakan perlu diperkokoh dipertajam, lantaran konfigurasi melekatnya baik sebagai bagian arus utama kekuatan penggerak pemberdaya (driving force) melalui investasi maupun sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Pasalnya, sejumlah tantangan pelik tak terelakkan masih terus mengayun melenggang. Beberapa indikator serius menunjukan tekanan terhadap dunia usaha bukannya menurun malah justru semakin mengembang. Juni 2026, PMI Manufaktur RI turun ke angka 46,9 demikian pula Indeks Kepercayaan Industri turun dari 54,12 ke 52,90 (terendah setahun terakhir). Biaya logistik nasional masih 14,29% dari PDB. Kurs rupiah terhadap dolar AS sempat Rp18.200 per dolar AS dan masih di atas Rp18 ribu pada Juli 2026.

Bukan salah bunda mengandung, konflik geopolitik Timur Tengah atau Asia Barat jua terbukti picu derajat keparahan situasi ketidakpastian ekonomi global semakin melanggeng bergelantung. Lonjakan harga minyak dunia: sempat hingga 120 dolar AS, lalu turun menjadi 70 lantas naik jadi 80, naik lagi jadi 100 dolar AS per barel bikin dunia sport jantung.

"Bagi dunia usaha, tantangan utamanya adalah sulit untuk memproyeksikan biaya logistik, distribusi, dan produksi di tengah ketidakpastian," ungkap bos Sintesa Group ini pun menandaskan, APINDO memandang tantangan ekonomi —yang kian hari kian kompleks, tidak cukup dijawab dengan diagnosis belaka. Dunia usaha butuh kepastian kebijakan, penyelesaian hambatan end to end, serta kolaborasi yang berorientasi pada implementasi solusi.

Dari itu, APINDO antara lain turut mendorong percepatan implementasi perjanjian perdagangan internasional seperti Indonesia - European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), Indonesia Indonesia - Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), dan Indonesia - Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Guna perluas akses pasar, meningkatkan daya saing ekspor, dan memperkuat resiliensi ekonomi nasional.

Sudut lain, APINDO menilai UMKM jua masih jadi penopang ketahanan. Kini menyumbang 60% PDB dan lebih dari 60% dari total investasi, menyerap 67% tenaga kerja nasional.

Dengan semangat Indonesia Incorporated, ia mengajak segenap insan APINDO menjadikan Rakerkonas Makassar sebagai wadah kolaborasi sebagai kunci memperkokoh ketahanan ekonomi nasional demi membangun Indonesia semakin maju, adil makmur sejahtera.

Usai Wakil Ketua Umum APINDO, Eddy Hussy selaku ketua penyelenggara mengafirmasi Rakerkonas Makassar bakal diikuti oleh sekitar 700 orang peserta penuh dan peninjau,
Wakil Ketua Umum lainnya, Sanny Iskandar menambahkan, Rakerkonas juga akan mengevaluasi setiap kemajuan untuk memperoleh tanggapan anggota hadirin peserta daerah.

"Kemudian menetapkan penajaman agenda program kerja setahun kedepan," ujar DirekturKIIC Industrial EstateJawa Barat sejak 1993, kini Ketua Dewan Pertimbangan Himpunan Kawasan Industri (HKI), Senior Executive Strategic Alliance President OfficeSinar Massejak 2013 dan Senior Advisor Chairman OfficeSinar Mas Landsejak 2015 ini.

Sanny membeber, APINDO mengeksekusi tujuh program strategis kurun setahun terakhir: agenda ketenagakerjaan, advokasi kebijakan, Task Force Debottlenecking Hambatan Berusaha, utilisasi perjanjian perdagangan internasional, APINDO Investment Unit guna hubungkan investor dengan potensi daerah, APINDO Family Business Network, hingga program nasional unggulan yakni APINDO UMKM Merdeka, Gerakan Pengusaha Mengajar, dan Gerakan Anti Stunting - Kolaborasi Inklusif Pengusaha Atasi Stunting (GAS-KIPAS) melibatkan 1.000 pengusaha.

Menghunus akuntabilitas dan transparansi, Sanny Iskandar menyebut seluruh capaian program itu akan dihadapkan ke seluruh DPP APINDO se-Indonesia untuk dievaluasi secara terbuka. "Rakerkonas bukan forum seremoni, tapi ruang pertanggungjawaban dan penajaman arah kerja ke depan,” ujar dia.

Rakerkonas Makassar menjadi momentum APINDO untuk menegaskan ketahanan ekonomi nasional bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, tetapi hasil sinergi kolektif negara, dunia usaha, buruh/pekerja dan sektor rakyat lainnya, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan. Hasil rekomendasi Rakerkonas akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai masukan strategis dalam memperkuat arah kebijakan ekonomi nasional.

Ketua Bidang UMKM cum Ketua Pokja Program Strategis APINDO, Ronald Walla, membunyikan penegasan lainnya. Rakerkonas Makassar jadi forum strategis konsolidasikan persoalan nyata dunia usaha di pusat hingga daerah.

Sekaligus, "membangun dialog dengan pemerintah, dan menerjemahkannya menjadi rekomendasi kebijakan serta program kerja yang implementatif," sebut bos Wismilak Group, juga 'komandan lapangan' program APINDO UMKM Merdeka, program nasional yang lahir dari prakarsa praktik baik dan kisah sukses eksekusinya di Lampung ini.

Keterpilihan Makassar, episentrum ekonomi timur Indonesia ini selaku tuan rumah lantaran punya basis potensi kawasan maha kaya: ekonomi maritim, energi, pangan, perikanan; jua dinilai perlu difasilitasi lebih nyata dengan mempertemukan potensi setempat dengan jejaring investor.

Menariknya, Ketua APINDO Sulawesi Selatan, Suhardi, tuan rumah turut menginjeksi nilai kearifan lokal. Dia melukiskan, seperti semboyan filosofis masyarakat Bugis-Makassar yakni "Kualleangi tallanga na toalia" (lebih baik tenggelam di lautan daripada surut atau kembali ke pantai), prinsip ajaran pantang menyerah, keberanian, tekad terus maju pantang mundur perjuangkan harkat martabat dan cita-cita ini jua melingkupi pihaknya all out berjibaku. Persiapkan segenap daya penyambutan dan penjamuan seluruh peserta, panitia nasional hingga tetamu Rakerkonas dengan sebaik-baiknya.

Sebagai informasi, selain welcome dinner dan sidang pleno, Rakerkonas Makassar banjir acara. Dari APINDO Run Fest 2026, turnamen golf 2 Agustus memperebutkan trofi Shinta dan Kepala KSP Dudung Abdurahman berhadiah utama rumah mewah; dialog nasional dinarasumberi oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menkum Supratman Andi Agtas, Menaker Yassirlie, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri LH Jumhur Hidayat, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Shinta sendiri.

Berikut, kuliah umum Ketum Shinta di Rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar pada Senin (3/8/2026) pagi, Business Matching, Networking Session, APINDO UMKM dan Business Investment Expo, serta Gala Dinner.

Tak kalah menariknya, sebagaimana endorsement Ketua Bidang Internasional APINDO Chatarina Widjaja, Rakerkonas Makassar mengundang pula kehadiran sejumlah duta besar negara sahabat hingga para pimpinan kamar dagang dan industri negara mitra bisnis dan tujuan utama ekspor RI. Guna diajak mengeksplor ragam potensi dan menjajaki ragam peluang bisnis kawasan timur Indonesia. Kabar ini disambut hangat publik dunia usaha setempat. (Muzzamil)