LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Berangkat dari hasil komunikasi apik, pertimbangan kematangan jejaring, dan ketertarikan programatik, pengusaha zilenial Putri Nilam Suri Djausal bulat mantap bergabung dalam keanggotaan asosiasi profesi sektor perekonomian nasional tertua republik, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).
Bersama ratusan pengusaha top dan profesional korporat dunia usaha dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA) lintas aktor lintas sektor Bumi Ruwa Jurai, dari Muhammad Alzier Dianis Thabrani sampai Muhar Gusti, dari Head of HRD Nestle Indonesia Pabrik Panjang Bernad H Simanjuntak, Government Relations Director of Great Giant Pineapple (GGP) Group Welly Sugiono, sampai Western Indonesia Corporate Area Regional Manager Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia Yayan Sopian, dan lainnya.
Nilam —sapaan karib putri dari tokoh Lampung Faishol Djausal, kemenakan dari budayawan Anshori Djausal, adik dari Ketua DPD Partai Gerindra cum Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal serta Ketua BPD HIPMI Lampung 2017–2021 Arie Nanda Djausal ini, turut terdapuk putusan formatur, menjadi bagian pengurus inti Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Lampung 2026–2031 pimpinan pengusaha flamboyan Ary Meizari Alfian.
Sas-sus berkembang, Nilam jadi salah satu ketua bidang. Berbekal status pengusaha dan memiliki perusahaan atau badan usaha —syarat pertama dan utama menjadi anggota APINDO, Nilam yang lahir besar bertumbuh di lingkungan keluarga pengusaha ini, antara lain tercatat menekuni bisnis agraria di sektor perkebunan kelapa sawit dan kemaritiman di sektor pertambakan lobster rintisannyi.
Diobroli singkat seusai mendampingi Ketua DPP APINDO Lampung Ary Meizari Alfian bersama sekretaris terpilih Dr Yanuar Irawan dan bendahara terpilih Junaedi memimpin rapat perdana pelaksana kegiatan Silaturahim Pengurus DPP APINDO Lampung dan DPK APINDO se-Lampung di kantor DPP, Gedung Darmapala, Jl Pagar Alam Nomor 61 (Gang PU) Kedaton, Bandarlampung, Rabu (30/9/2026), Nilam mengaku dirinya merasa senang dapat bergabung.
"Apa rasanya? Yang pasti saya merasa senang. Senang bisa bergabung bersama teman-teman senior. Dapat kawan baru. Sekaligus mencari pengalaman. Apalagi pengusaha baru seperti saya," sahut ramah Nilam merendah.
"Dan lagi juga, selain organisasi matang, saya lihat APINDO paling riil sih kerjanya, terbukti," imbuh penempuh sewindu masa pengajaran dan alumnus lima kampus mancanegara (Australia, Tiongkok, Inggris, Prancis) ini menguak saripati ketertarikannyi.
Dikenal sosok pembelajar, pehobi baca buku peraih gelar Bachelor of Commerce in International dari Business Curtin University (2011–2013), Business Chinese-Peking University di Beijing (2013–2014), lalu Inggris: Pre-Master in Business and Politics University of Manchester (2016–2017), Master of Science in Innovation, Entrepreneurship and Enterprise Development di University of Westminster, dan Managerial Finance London School of Economics and Political Science (bareng 2017-2018), Fashion Studies International Fashion Academy, Paris (2018-2019) itu lalu memilin kata 'jembatan'.
"Menurut saya, APINDO termasuk di Lampung mampu menjembatani banyak kepentingan banyak sektor usaha perekonomian misal dengan pemerintah. APINDO mampu hadir sebagai mitra kerja pemerintah tidak saja mewakili kepentingan pengusaha semata-mata, tetapi juga bersama-sama pemerintah menggali potensi daerah," ujar genzi kelahiran Kotabumi, Lampung Utara, Maret 1993 ini.
Ary Meizari —duduk sisi Nilam bersama sebagian jajaran pelaksana kegiatan turut menyimak wawancara singkat Helo Indonesia itu menambahkan, menebalkan kedudukan nasional APINDO yang secara praktis terus memacu diri agar berkemampuan menjadi asosiasi profesi berkinerja berdampak dan selemah-lemahnya iman menjauhi ego sektoral.
Sejalan paradigma baru APINDO sejak 2022 tak lagi melulu urusan bipartit (upah) tetapi juga advokasi dan rekomendasi kebijakan, dan respons isu strategis ekonomi global, nasional, dan daerah. Juga, yang mengharukan sekaligus mengharumkan yakni pemuliaan UMKM dan IKM (industri kecil menengah) salah satunya dengan gagas prakarsa inovatif program "APINDO Lampung UMKM Merdeka" per 2022. Berskema kolaborasi pentahelix plus —pelibatan akademisi PTN/PTS, pengusaha anggota dan profesional korporat APINDO Mengajar, UMKM dan komunitas UMKM peserta program terverifikasi, OPD Pemda terkait, dan media. Berkat kedahsyatan impactful effect kisah sukses dan praktik baiknya, program ini lantas diadopsi menjadi program nasional APINDO per 2023.
Sadar berada di lingkungan baru di dunia lama —terlahir dari keluarga berlatar belakang pengusaha dan kini ia tekuni senyatanya, Nilam mengakui pula, APINDO menjadi asosiasi profesi perekonomian nasional multisektor pertama tempat ia berlabuh.
Bangga nan tersanjung demi mendengarnya, Ary kontan mengomandoi untuk memberikan aplaus. Nilam sumringah.
Alasannya tadi. Nilam menekankan sekali lagi, bicara kinerja organisasi, visi misi, tugas pokok dan fungsi, kemanfaatan dan kontribusinya terhadap anggota dan juga terhadap pembangunan nasional dan daerah. APINDO baginyi ideal sekaligus riil. Program-programnya ia nilai menyentuh langsung ulu hati persoalan. Dan terpenting berdampak.
Sekaligus menggandakannya sebagai harapannyi terhadap portofolio dan kiprah keorganisasian APINDO Lampung lima tahun kedepan, ditengah situasi serba sulit serba penuh ketidakpastian global saat ini, atau dalam bahasa kekinian ala generasi Alpha, in this economy.
Nilam yang juga Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Pengolah dan Pemasar Produk Perikanan dan Kelautan Indonesia (APPMBGI) Lampung, asosiasi profesi yang kini terfokus dukung rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG); menjadikan rekam jejak kinerja kinetik APINDO khususnya di Lampung sejauh ini apatah lagi untuk kedepannya dalam turut menapak menggali sebesar-besarnya potensi daerah, sebagai kredit poin. Apapun, ditengah apapun situasinya.
"Harapannya APINDO khususnya di Lampung bisa terus aktif, bersinergi, mengayomi dunia usaha, memperjuangkan kepentingan pengusaha dan kepentingan daerah termasuk itu tadi, dalam turut semaksimal mungkin menggali potensi daerah, menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja," pungkas Nilam mengunci keterangannyi.
Sebagai informasi, seiring jelang rentang usia old crack-nyi (kepala tiga, lazimnya 38 tahun ke atas) lima warsa kedepan, Nilam selain disibukkan berbisnis juga satu gelombang satu frekuensi dengan unsur KSB DPP APINDO Lampung, getol abdikan diri di palagan pembangunan olahraga daerah.
Tidak kalah dengan Ary Meizari Alfian, selain aktif sebagai dua periode Ketua Perguruan Karate Shotokan Kandaga Indonesia (Shokaido) Lampung 2019-2030, kini jua didapuk sebagai Dewan Penasihat Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) Lampung.
Atau Dr Yanuar Irawan, selain politisi legislator banteng cum Ketua Komisi V DPRD Lampung juga merupakan Ketua Pengprov Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Lampung. Dan, Junaedi selain pesohor bisnis kuliner sejak 2009, CEO RM Minang Indah Grup dan Embun Pagi Raya, juga dikenal luas sebagai Ketua Umum SIKAMBARA, komunitas suporter sepakbola Lampung sejak 2025.
Halnya Nilam, aktif pula sebagai Ketua Pengprov Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Lampung. Jua didaulat jadi manajer tim e-sport Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung.
Di APINDO, kesempatan pertama kiprahnyi bergabung, Nilam dimandati bulat mufakat sebagai ketua pelaksana Silaturahim Pengurus DPP APINDO Lampung dan DPK APINDO se-Lampung 2026 di Bandarlampung pekan ketiga Oktober ini, ajang pengenalan prapengukuhan pengurus baru DPP produk Musprov VIII APINDO Lampung 22 Juni 2026 dan pengurus baru DPK produk Muskab/Muskot APINDO se-Lampung maraton April-Juni lalu.
Dan serba berkebetulan semata, deklarasi bergabungnya Nilam bak meneruskan jejak kiprah sang kakak, Iyay Mirza sapaan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang notabene Wakil Ketua I DPP APINDO Lampung 2021–2026 kabinet pejawat ketua Ary Meizari Alfian.
Bedanya, jika sebelum nyemplung gabung APINDO, Mirza usai menekun bisnis rintisan sejak 2005 selain pernah jadi pengurus/pimpinan asosiasi profesi, induk cabor provinsi, ormas sektoral, hingga pamuncak berpolitik partisan kelak kini, sebut saja pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Daerah Lampung dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lampung periode 2009-2012.
Lanjut, pengurus Asosiasi Aspal Beton Indonesia (AABI) Lampung 2009-2013 dan Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional (ASPEKNAS) Lampung 2009-2019, dua periode Ketua Pengda Persatuan Baseball dan Softball Indonesia (Perbasasi) Lampung 2012-2022, pernah Bendahara DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Lampung era Saad Sobari 2016–2017 sebelum gabung Partai Gerindra hingga jadi anggota DPRD Lampung 2019–2024.
Serta hingga kini aktif sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lampung 2013–2031, Ketua Partai Gerindra Lampung dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI Kota Bandarlampung 2022–2027, serta Ketua Pengprov Persatuan Golf Indonesia (PGI) Lampung 2023–2027.
Mirza, notabene kader HIPMI tulen: dari Ketua BPC HIPMI Bandarlampung 2007–2008, Ketua BPD HIPMI Lampung 2008–2011, dan fungsionaris BPP HIPMI 2011–2014, selain pernah aktif di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bandarlampung bersamaan menjadi bagian PP Persatuan Insinyur Indonesia (PII) 2013–2015.
Di rumah besar pengusaha muda itu, ada satu legasi bunyi petikan petuah Mirza dalam kapasitas selaku satu dari lima eks Ketum BPD HIPMI Lampung lintas periode yakni Ketum HIPMI Lampung pertama periode 1977–1980 (kelak anggota DPRD Lampung Fraksi PAN 1999–2004) Kolonel TNI Purn Abdul Azib Zanim, ketum 2001–2004 Muhar Gusti (Muang), ketum 2004–2008 Zainal Asikin (putra mendiang teman sepermainan Faishol Djausal, pendiri Satmakura Institute, aleg Fraksi Utusan Daerah MPR 1997–1999 Mochtar Sani F. Badrie), ketum 2011–2014 Rivan Novendra Salim, dan ketum 2017–2021 Arie Nanda Djausal adik Mirza kakak Nilam.
Petuah Mirza 7 Mei 2021 silam kala didapuk pembekalan calon pengurus HIPMI Lampung 2021–2024 pimpinan Ahmad Giri Akbar produk Musda XIV 31 Maret 2021 itu kurang lebih dikutip, menimbang bahwa kepemimpinan organisasi di HIPMI berwatak kolektif kolegial, hendaklah dalam menjalankan roda organisasi pun dengan semangat didasari sang watak. Mirza saat itu menekankan, jangan lihat pengusaha dari besar kecil kepemilikan usahanya, "tetapi lihatlah dari potensinya".
Halnya dengan Ary Meizari Alfian sebelum gabung APINDO, Ary yang berlatar pengusaha pendidikan dan properti dibawah Yayasan Alfian Husin, pengampu bisnis keluarga mendiang pasutri pensiunan jaksa (terakhir Direktur Subversi Kejaksaan Agung) dan jelang akhir hayat advokat, Alfian Husin, dan dr Yoenidar Karim dirian 1995 silam hingga tiga dasawarsa kemudian kini semebyar anti temaram.
Tepatnya belasan, dari sektor pendidikan (TK-SMP Islam Pelangi, SD-SMA: Sekolah Darma Bangsa, IIB Darmajaya, Ponpes Modern Annida Tanjung Bintang Lampung Selatan), kesehatan (RSU Belleza Kedaton Bandarlampung), properti (Kedamaian Mansion, Emerald Hills Residence Sukamaju Telukbetung Timur, d'Hasanah Residence, Apartemen Lima di Lampung dan Jaksel), advokasi hukum (LBH Darmapala), dan korporat digital (Darmajaya Digital Solusi top DJ Corp).
Praktis, sekembalinya ke Tanah Air selulusnya S2 di National University, San Diego, California, AS (1993) bareng sohib sekampus, Erick Thohir, eks Menteri BUMN kini Menpora. Ary bersama empat kakak beradiknya, seturut tekuni bisnis yayasan di situ selain bagian pendiri, ketua pertama, pernah pengawas, bendahara, balik jadi ketua yayasan per 2022.
Ary yang malang melintang semirip Mirza —selain sesama pehobi golf, terpantau sesama enerjik flamboyan gila kerja bertrafik kesibukan di atas rata-rata, organisatoris kaya ide kreatif kaya inovasi, dan penggerak pemberdaya—, di luar yayasan, pernah menjadi Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bandarlampung 2011–2015.
Hingga kelak Lampung hilang dari radar 'beauty contest', Ary turut berjibaku di Tim FGD —di perjalanan menjadi Tim Nasional— DKI Lampung, barisan aktivis dan tokoh pejuang pengusulan kajian ilmiah kawasan timur Lampung sebagai alternatif calon lokasi ibu kota pemerintahan RI pengganti DKI Jakarta sejak FGD Emersia 15 Agustus 2017 hingga antiklimaks penetapan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, lokasi terpilih Ibu Kota Nusantara (IKN) oleh Presiden ke-7 Joko Widodo Juli 2019. Masuk kotak, Lampung tutup buku. Ary sang ketua harian Tim Nasional DKI Lampung termasuk raut kecewa nun tegar menerima.
Selanjutnya Ary antara lain bersama Budiman Sudjatmiko menjadi Dewan Pengawas Yayasan Desapolitan Indonesia (Desindo) per akhir 2017–kini.
Jelang musim "copras-capres", Ary yang notabene dikenal salah satu Prabowo-mania di Lampung sejak 2014, tercatat "selingkuh" berpaling dukung pejawat Jokowi Pilpres 2019. Ary jadi Bendahara DPD Bravo Lima (B5) Lampung, organ relawan pemenangan Jokowi-Ma'ruf per Juni 2018–2019.
Senyampang, Ary sempat pengurus Himpunan Pengusaha Mikro Kecil Indonesia (Hipmikindo) Lampung 2018–2023, pernah "dilamar" jadi Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Lampung circa 2018, bagian pengurus organisasi komunitas pehobi otomotif Pajero Indonesia One (PI-One) Chapter Krakatau Lampung 2018–kini.
Tak cuma itu, dia aktif di perguruan karate terpilih jadi Ketua Shokaido Lampung 2019–kini, Ketua Pejuang Bravo Lima Lampung (menjadi Perhimpunan terakhir Perkumpulan di depan nama Pejuang Bravo Lima) 2020–2025, belum lagi didaulat membina sejumlah organisasi lintas bidang lainnya.
Hingga saat dia masih Bendahara Yayasan Alfian Husin, momen tetiba suatu senja di Februari 2021, disaksikan oleh Direktur LBH Darmapala Riyandi Regend dan Muzzamil, dia sesontak amini ajakan seseorang di ujung telepon untuk 'menyulam' kebaruan karir sebagai bakal calon kuat Ketua DPP APINDO Lampung 2021–2026.
Berjalan mulus, tandem dengan pengusaha media, bos Radar Lampung Group Ardiansyah (Bang Aca) selaku bakal calon kuat Ketua Dewan Pertimbangan, keduanya terpilih di Musprov VIII APINDO Lampung 25 Maret, nun ulah pagebluk COVID-19 baru terlantik 29 Desember 2021.
Di APINDO, kiprah Ary menasional berkat prakarsanya, ditempel ketat Ketua Bidang UMKM-IKM APINDO Lampung cum Western Indonesia Corporate Area Regional Manager CCEP Indonesia Yayan Sopian serta 400-an pelaku UMKM anggota; memperkenalkan, menginisiasi, menggerakkan, dan terpenting mengeksekusi program tematik unggulan: APINDO Lampung UMKM Merdeka.
Allah tidak tidur, lantaran impactful effect kisah sukses dan praktik baiknya, lantas diadopsi sebagai program nasional APINDO usai dua tahun berjalan. Diluncurkan saat Festival APINDO UMKM Merdeka (AUM) sela Munas APINDO 2023.
Dua penggal kisah, jelang musim 'copras-capres' 2024, Ary pernah Sekjen DPP ETOS Indonesia yang sengaja dibentuk dorong figur cs beratnya, Erick Thohir masuk radar bursa capres 2024. Kiprah sekonyong meredup usai misi gagal.
Lanjut kemudian Ary notabene komandan, Ketua Bidang Relawan Tim Pemenangan Terpadu (TPT) Mirza-Jihan pada Pilgub Lampung 2024. Per kini, Ary pertahankan eksistensi organ diriannya, dia Ketum DPP Sedulur Mirza Nusantara.
Nun jauh sebelum atau 15 tahun lalu, selain Ketua Pemuda Pancasila setempat sama periode, Ary juga Ketua KADIN Bandarlampung 2011–2015. Dia lalu dipercayai meneruskan estafet kepemimpinan Mustafa yang mengundurkan diri usai terpilih sebagai Bupati Lampung Tengah.
Ary lalu melenggang jadi Ketua KADIN Lampung sisa masa jabatan 2012–2017 pada 25 Februari 2016 nun "setengah kopling", baru setahun menjabat tetiba mengundurkan diri beberapa hari jelang Musprov KADIN 20 September 2017 dan tegaskan takkan mencalon lagi. Dia juga mundur dari pencalegan sebagai bacaleg DPR RI dapil Lampung I dari Partai NasDem yang kala itu diketuai Mustafa di Lampung.
Dia digantikan kemudian oleh ketua penerus hingga kini, yang juga Rektor Unimal cum anggota DPR/MPR RI dapil Lampung I Dr HM Khadafi. Saat Ketua KADIN, Ary pernah sukses boyong peminatan investasi asal Eropa. Laju redup.
Nyaris dekade berselang "laju redup" itu sekontan berubah "laju terang" —saat Mirza resmi gubernur, saat Ary selaku Ketua APINDO Lampung turut terbang bersama delegasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam misi khusus kerja sama kemitraan strategis ke Negeri Tirai Bambu, sekaligus kunjungan kerja balasan Pemprov Lampung tepatnya ke Provinsi Shandong, Tiongkok, akhir Mei 2025.
Dengan sejumlah agenda: bersama delegasi Kota Malang, Lampung satu-satunya perwakilan provinsi Indonesia di forum bisnis Shandong International Friendship Cities Cooperation and Exchange Week, dimana disaksikan kedua gubernur, Pemprov Lampung - Pemprov Shandong menandatangani Letter of Intent (LoI) dasar penyusunan MoU kerja sama lintas sektor.
Salah satu hasil konkret: kesepakatan antara Ketua DPP APINDO Lampung Ary Meizari Alfian dengan CEO Pauli Shandong Taiyuan Energy Co., Ltd., buka jalan investasi smart farming, pariwisata, dan industri berbasis teknologi.
Gubernur Mirza saat itu bilang, Lampung dan Shandong sama dikenal lumbung pangan, punya pelabuhan strategis, peluang emas kolaborasi konkret, dari pertanian modern, pengembangan kawasan industri, hingga infrastruktur kepelabuhanan. Kepala Bappeda Lampung saat itu Elvira Umihanni mengimbukan, kerja sama itu tindak lanjut kunjungan Konsul Jenderal (Konjen) Tiongkok Wilayah Sumatra, Zhang Min, ke Lampung, 19 Mei 2025.
Teknologi Pauli Group —satu BUMN terbesar di Tiongkok, disebut mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga 30%, terutama komoditas padi, jagung, hortikultura. Model kemitraan dengan petani lokal akan memastikan alih teknologi dan penaikan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Sebagai provinsi unggul, dikenal bersistem pertanian teknologi tinggi dan industri terintegrasi, pengalaman Shandong dinilai bisa dijadikan referensi pembangunan daerah, termasuk di sektor pendidikan, pertukaran pemuda, beasiswa, pemanfaatan citra satelit buat penataan ruang.
Mirza melugaskan kerja sama itu buka peluang ekspor baru, percepat transformasi pertanian digital, ciptakan lapangan kerja di desa. Ditegaskan, dari 22 negara mitra yang dijajaki, Lampung paling diminati investor. “Lampung kami dorong jadi destinasi investasi unggulan nasional maupun global,” lugasnya.
Selain MoU APINDO Lampung-Poli Group dan kerja sama Lampung dan Shandong di bidang energi dan infrastruktur pelabuhan; lawatan sukses bukukan LoI Pemprov Lampung dengan dua perusahaan teknologi antariksa Tiongkok: STAR.VISION Aerospace Ltd. dan Oriental Maritime soal kerja sama pemanfaatan satelit observasi visual Lampung-1.
Lampung juga jajaki kerja sama dengan Qingdao Dagu Grain Co., Ltd., guna meningkatkan iklim investasi dan kapasitas produksi pertanian. Keseluruhan tapak lanjutan kerja sama terpantau telah dan terus berproses hingga kini. Misal sukses diluncurkannya Satelit Lampung-1 dari perairan Shandong, Agustus lalu.
Dari situ, dari rekam jejak Mirza-Ary itu dan pengakuan Nilam sependek apapun kata itu, pelugasan Nilam bahwa APINDO menjadi pintu pertama ia mendaratkan kiprah keorganisasiannyi di asosiasi profesi perekonomian nasional multisektor, setidaknya bagi sebagian jajaran pelaksana kegiatan Silaturahim Pengurus APINDO Lampung yang mendengar langsung, itu sebuah kehormatan.
Sekadar uji sahih kemantapan kematangan kepiawaian sosok Nilam dalam ruang kendali penatakelolaan etos kepemimpinan organisasi, momen silaturahim dimaksud disebut sekaligus pula momen pembuktian.
Misal bagi para pehobi flora sekaligus pengusaha florist sebagaimana terdapat pula di kepengurusan APINDO Lampung lalu dan kini kedepan, jika kepemimpinan Ary Meizari acap diibaratkan kepemimpinan flamboyan, maka kehadiran Nilam turut membersamai memperkuat skuad kepengurusan anyar diibaratkan kehadiran bunga bakung dan bunga matahari, dua antara lain, bunga perlambang harapan. (Muzzamil)
