LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- -- Seorang warga Kabupaten Mesuji berinisial A diduga menjadi korban penipuan yang dilakukan wanita inisial SR yang mengaku guru di SDN 1 Wayhalim Permai, Kecamatan Wayhalim, Kota Bandarlampung.
Modusnya, SR yang dikenal via medsos beberapa kali meminta bantuan pinjam uang untuk keperluan anaknya yang sedang sakit sampai menjanjikan jaminan mobilnya. Akhirnya, kasihan, A mentransfer jutaan rupiah.
Janjinya, 14-15 Januari lalu, SR berjanji akan mengembalikan pinjaman pada Selasa (21/1/2025) lalu minta waktu Kamis (23/1/2025). Hari yang dijanjikan, SR minta sabar nanti kalau sudah selesai kegiatannya langsung transfer.
Sejak itu, SR tidak mau mengangkat dan membalas pesan singkatnya. "Saya tidak curiga karena SR memberikan alamat lengkap dan tempatnya mengajar apa lagi SR menyuruh saya ke rumahnya untuk mengambil mobil jaminannya," kata A kepada Helo Indonesia, Sabtu (25/1/2025).
A mulai curiga ketika hendak didatangi untuk mengambil kendaraannya sebagai jaminan ke rumahnya, SR melarang dirinya datang dengan dalih masih pusing memikirkan anaknya yang sakit di ruang ICU.
Sampai, dirinya mengatakan mobilnya bukan miliknya tapi punya orangtuanya yang sedang dibawa ke Liwa untuk menjemput bapak, kakak, dan keponakannya.
A akhirnya memutuskan lapor dugaan penipuan ke Polsek Simpang Pematang dengan Surat No. LI/B/02/I/2025/ SPKT/Sek Sp.Pematang /Res Mesuji/ Polda Lampung pada Kamis (24/1/2025).
Kapolsek Simpang Pematang AKP Dedi Yohanes membenarkan adanya laporan dugaan penipuan terhadap A yang diduga dilakukan guru berinisial SR. Aparat kepolisian akan menyelidiki dan memanggil tersangkanya.
"Kalau sampai tiga kali dipangil tidak datang, kita akan melakukan penjemputan di kediamannya," Apungkas AKP Dedi.(Aan. S)
