HELOINDONESIA.COM - Terseretnya nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo alias Dito Ariotedjo dalam pusaran korupsi BTS yang melibatkan mantan Menteri Kominfo Johny G Plate, awalnya dari nyanyian tersangka Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan (IH).
Pada Selasa (27/6/2023) kemarin, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, salah seorang tersangka yakni Irwan Hermawan menyampaikan bahwa Dito Ariotedjo menerima aliran dana BTS 4-G sebesar Rp27 miliar.
Dalam persidangan itu terungkap bahwa uang hasil korupsi pengadaan BTS 4G senilai Rp8 T itu sebagian diduga mengalir ke anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat.
Dalam sidang itu, muncul nama mantan anggota DPR yang kini menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo alias Dito Ariotedjo.
Tersangka itu menyebutkan bahwa nama Dito Ariotedjo sebagai salah satu penerima dana korupsi BTS 4G. Usai kabar ini tersebar, Menpora Dito Ariotedjo bilang salah alamat. Dia hanya terkekeh saat wartawan memberondong apa benar berita yang tersiar bahwa Dito menikmati aliran dana korupsi.
Dito mengatakan bahwa dia siap mengklarifikasi semuanya. Dia sebut itu bohong karena dirinya tidak merasa menerima aliran dana.
Baca juga: Aldi Taher Geram Tantang Pak RT yang Bentak Dewi Perssik Adu Tinju, Beraninya Cuma ke Wanita
Seperti diberitakan ada delapan terdakwa yang terlibat termasuk Plate dan tujuh orang lainnya dari pihak swasta. Mereka adalah Anang Achmad Latif (AAL) selaku Direktur Utama BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika, Galumbung Menak (GMS) selaku Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia.
Selain itu ada nama Yohan Suryanto (YS) selaku tenaga ahli Human Development (HUDEV) Universitas Indonesia, Account Director of Integrated Account Departement PT Huawei Tech Investment Mukti Ali (MA), Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan (IH) dan Direktur Utama (Dirut) PT Basis Utama Prima Muhammad Yusrizki yang juga menjabat Ketua Komite Tetap Energi Terbarukan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. ***