HELOINDONESIA.COM - Pemuda asal Telengana, India Mohammed Afsan bekerja sebagai salesman di sebuah showroom pakaian ketika dia mendapat kesempatan kerja di Moskow, Rusia, namun harus berakhir dengan kematian.
Pria berusia 30 tahun ini menurut indianexpress.com telah ditipu untuk bergabung dengan perang Rusia dengan Ukraina, dan dilaporkan telah terbunuh di garis depan.
Awal pekan ini keluarga warga Hyderabad, Muhammaed Afsan (30) mengatakan tentang bagaimana dia ditipu hingga percaya bahwa dia melamar pekerjaan di kantor pemerintahan Rusia.
Namun kenyataannya Afsan terpaksa pergi ke garis depan perang hingga membahayakan nyawanya, Afsan mendarat di Moskow pada bulan November 2024 lalu.
"Dia ditipu. Agen yang merekrut mereka mengatakan hanya akan bekerja di Moskow sebaliknya, mereka diberi pelatihan selama 15 hari dan diturunkan di Ukraina, di mana mereka dipaksa untuk tinggal bersama pasukan Rusia yang berperang," kata saudara laki-laki Afsan, Mohammed Imran.
Awalnya Afsan bekerja sebagai salesman di sebuah showroom pakaian kemudian dia mendapat kesempatan kerja di Moskow.
Di jelaskan Imran, seperti pemuda lainnya, dijanjikan gaji sebesar Rp8,5 juta per bulan selama tiga bulan pertama, yang secara bertahap akan meningkat menjadi Rp28 juta.
"Setelah bekerja selama setahun, ia bisa mengajukan paspor dan kewarganegaraan Rusia, itu adalah tawaran yang menggiurkan dan sayangnya mereka tertipu. Afsan berangkat ke Moskow pada 9 November 2024," jelas Imran.
Panggilan melalui video terakhir Afsan dari perbatasan Rusia-Ukraina terjadi pada 31 Desember 2024, namun setelah itu, tidak ada kontak dengannya.
"Kami baru-baru ini mengetahui dia telah melukai kakinya. Kami meminta Pusat untuk turun tangan dan mengatur evakuasi mereka," katanya.
Baca juga: Bercermin di Angket Century, Akbar Faizal Ungkap Poin Krusial Pansus Angket Agar Jokowi Tak Berkutik
Dilaporkan indianexpres.com, Afsan adalah salah satu dari dua pria Telangana yang terjebak dalam perang, yang lainnya, Mohammed Sufiyan (23), mendarat di Moskow pada bulan Desember 2023.
Sufiyan bekerja di sebuah perusahaan pengepakan di Dubai, dia menghubungi seorang agen bernama Faisal Khan, yang mengelola saluran YouTube, dan dicuci otak untuk melamar pekerjaan ini di Moskow.
"Dan dia mengatakan bahwa kesempatan ini tidak akan pernah mendapatkan penghasilan lebih banyak lagi," kata Saiyed Salman, saudara laki-laki Sufiyan.
Baca juga: Muhammad Diangkat Menjadi Rasul Ketika Berusia 40 Tahun, Jujur Amanah dan Pengalaman 28 Tahun
Dia diberitahu bahwa pekerjaannya adalah sebagai pembantu di kantor pemerintah Rusia.
Dia dijanjikan lebih besar dan kewarganegaraan setelah satu tahun. Dia membayar sejumlah uang sebagai komisi kepada agen yang datang ke India. Agen mengatur tiket penerbangan dan Sufiyan berangkat 17 Desember 2023.
Pada tanggal 21 Februari 2024, warga Gujarat Hemil Mangukiya, 23, juga meninggaldi garis depan.
Baca juga: Putin Umumkan Maju Sebagai Calon Presiden di Pemilu Rusia 2024
Seperti halnya pemuda lainnya, perjalanannya menuju medan perang dimulai melalui video YouTube di saluran bernama Baba Vlogs.
Menurut keluarganya, dia ditugaskan mulai 24 Desember 2023, pekerjaan mereka adalah menggali lumpur dan membuat bunker selama beberapa jam dalam sehari dan kemudian memasok senjata dan amunisi kepada tentara Rusia di garis depan.
"Mereka juga dilatih menggunakan senapan mesin dan senjata lainnya. Hemil disuruh menjalani pelatihan selama satu bulan di sebuah kamp," kata seorang kerabatnya. **
