LAMPUNG, HELOINDONESI.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesawaran, mencatat sejak Januari sampai dengan September 2023, terdapat sebanyak 129 kasus Demam berdarah Dengue (DBD) yang terjadi.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantas Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pesawaran, Chris Manurung mengatakan, jumlah tersebut tercatat secara komulatif sampai bulan September 2023.
“Kalau kita lihat secara keseluruhan, kasus DBD tidak mengalami peningkatakan dibandingkan tahun 2022, namun kita tidak bisa terlena, masih tetap harus melakukan sosialisasi,” Chris, Kamis (5/10/2023)
“Kalau pada tahun 2022 jumlah kasus DBD terdapat sebanyak 432 kasus, itu tercatat dari bulan Januari sampai dengan Desember, jauh lebih banyak dibandingkan tahun ini,” tambahnya.
Baca juga: ChatGPT Perkenalkan Perintah Suara dan Gambar yang Tadinya Hanya Ada di Pengguna Plus, Cek Caranya!
Dikatakannya, di tahun 2023 tidak terjadi peningkatan kasus setiap bulannya. Hal ini berkemungkinan karena genangan air atau tampungan air tidak banyak.
“Perkembangbiakan nyamuk tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti curah hujan tinggi namun karena saat ini musim kemarau menjadi salah satu penyebab kurangnya perkembangan nyamuk aedes aegypti,” kata dia.
Menurutnya, kecamatan yang paling banyak dalam menangani kasus DBD di Pesawaran tahun 2023 adalah Kecamatan Gedongtataan yang mencapai 46 kasus.
Baca juga: Cegah Kecelakaan, Ketua Gerindra Pesawaran Rico Bersihkan Jalan Licin
“Sedangkan untuk kasus terendah, terdapat di Punduh Pedada, Padang Cermin dan Wayratai dengan masing-masing satu kasus,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat, meskipun saat ini musim kemarau dan adanya penurunan, masyarakat tetap harus waspada dengan DBD.
“Perhatikan tampungan air bersih, seperti bak mandi kalau itu tidak dikuras atau dibersihkan akan menjadi sumber sarang nyamuk DBD, makanya harus diperhatikan masyarakat,” pungkasnya. (Rama)
