HELOINDONESIA.COM - Manusia hidup dengan bernapas. Ketika sudah tak bernapas, bisa dikatakan manusia tersebut juga sudah tak bernyawa.
Napas itu penting sebagai bagian dari kesehatan tubuh. Ketika napas terganggu, maka tubuh juga mengalami masalah.
Dr Agasjtya Wisjnu Wardhana dalam webinar yang digelar Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2024 pada bulan November lalu mengungkapkan bahwa pernapasan manusia dapat dibedakan berdasarkan beberapa jenis.
Pertama, pernapasan dada
Pernapasan ini dilakukan dengan bantuan otot antartulang rusuk. Pernapasan ini merupakan jenis pernapasan yang paling umum dilakukan manusia.
Baca juga: PTPN I Regional 7 Tanam 1000 Magrove dan Terumbu Karang
Kedua, pernapasan perut
Pernapasan yang dibantu oleh otot diafragma yang berada di bawah perut. Pernapasan ini umumnya terjadi saat tidur.
Ketiga, pernapasan eksternal
Terjadi pertukaran udara antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler.
Keempat, pernapasan internal
Terjadi pertukaran udara antara sel darah merah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh.
Dr Agasjtya Wisjnu menambahkan kalau manusia bisa melakukan dua cara pernapasan yaitu menggunakan pernapasan dada dan pernapasan perut.
Baca juga: Liga 1 2024-2025 : Pertandingan PSS Sleman vs PSIS Semarang, Sedang Berlangsung!
“Manusia bernapas menggunakan alat atau organ-organ pernapasan yang terdiri dari hidung, faring, trakea, bronkus, bronkiolus dan paru-paru. Pada paru-paru yang normal, volume udara bisa mencapai 4500 cc,” terangnya.
Bagaimana dengan pernapasan untuk kesehatan atau wellness?
Dr Agasjtya Wisjnu mengatakan bahwa untuk kesehatan, tujuannya agar mencapai kemampuan bernapas secara normal keluar masuknya udara napas.
Kemudian membuang racun Co 2 ke udara bebas secara maksimal. Memasukkan O2 secara maksimal ke dalam tubuh. Memanfaatkan O2 yang masuk ke dalam tubuh untuk metabolism aerob.
Baca juga: Setelah Kades Dibui Akibat Korupsi, Giliran Warga Kembalikan Uang
Dengan demikian, sambungnya, pernapasan untuk kesehatan juga untuk meningkatkan kebugaran tubuh, meningkatkan kualitas tidur, menurunkan stres,menurunkan hipertensi dan meningkatkan immune.
Dr Agasjtya Wisjnu juga memaparkan 4 cara olahraga pernapasan. Cara pertama, menarik nafas normal dengan posisi dada tegak, punggung lurus dan dalam kondisi rileks.
Kedua, menarik napas dalam dengan posisi dada membusung, kepala ditarik ke belakang, sementara kedua tangan direntangkan ke samping kiri dan kanan.
Ketiga, pernapasan Yoga atau meditasi. Latihan pernapasan ini sering dilakukan terhadap mereka yang belajar silat, kung fu, Jujitsu, Kempo dan lain sebagainya.
Manfaat dari pernapasan Yoga ini untuk relaksasi, pendinginan,
menghilangkan stres dan memperbaiki kualitas tidur.
Keempat, pernapasan satu sisi dengan cara menutup hidung. Tujuan dari cara ini untuk memperbaiki aliran napas secara bertahap, membantu mengeluarkan ingus dan melonggarkan paru-paru.
