HELOINDONESIA.COM - Selain sebagai obat-obatan tradisional, pohon kelor juga dikenal masyarakat nusantara dari segi mistis dan segi magisnya.
Namun demikian, di era modern ini kelor itu lebih diperhatikan sebagai sebuah tanaman yang bisa dimanfaatkan karena kandungan unsur gizinya yang sangat tinggi dan penggunaan yang difokuskan kepada kesehatan.
Kelor yang juga memiliki beberapa nama lain seperti moringa oleifera, marunggai dan drumstick tree, disebut badan kesehatan dunia atau WHO sebagai miracle tree, tree of life atau mother best friend.
"Jadi kelor merupakan daun yang kaya akan nutrisi dan telah digunakan dalam berbagai budaya sebagai sumber gizi," jelas Syahrani Devi, akademisi sekaligus pengusaha budidaya kelor seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Kamis (21/8/2025).
Baca juga: Bapenda Mesuji Promo Perpanjang Pemutihan PKB hingga 31 Oktober 2025
Mengapa disebut demikian? Karena, menurutnya, hampir semua bagian tanaman moringa, baik itu batang, biji, daun, bunga dan akarnya memiliki nilai nutrisi yang tinggi dan memberikan manfaat yang signifikan.
"Tanaman ini memiliki sifat fungsional dan aktif yang memberikan manfaat kesehatan signifikan," jelasnya.
Memberikan manfaat kesehatan karena mengandung nutrisi yang tinggi.
Mengapa demikian? Karena jika dibandingkan antara daun moringa yang segar dan kering akan memberikan manfaat berbeda.
Baca juga: Apel Tiga Pilar Pastikan Kondusivitas Wilayah di Kendal Terjaga
"Ketika daun kelor itu dikeringkan dengan cara yang tepat, maka akan dihasilkan ataupun akan ada zat-zat tertentu yang di dalamnya tidak akan rusak," paparnya
"Pada saat kita membandingkan daun segar contohnya satu mangkok. satu mangkok daun segar ketika kita makan itu jumlah nutrisinya sebenarnya sangat sedikit," ujarnya.
Tapi, sambungnya, ketika satu kilo daun segar kita keringkan kemudian kita tepungkan dan cukup kita konsumsi setengah sendok itu sudah sama dengan 2 mangkok besar.
Dari sisi kandungan nutrisi yang dikeringkan itu lebih tinggi unsur gizinya daripada yang segar.
Baca juga: Jadi Kurir Sabu, Sopir Travel Diciduk Satresnarkoba Polres Purbalingga
Jadi lebih banyak lebih banyak nutrisinya jadi kalau tepungnya itu dia lebih banyak daripada hanya sekedar daun segar.
Contoh satu kapsul daun kelor itu sama dengan satu mangkok besar. Sangat sulit bagi kita untuk mengkonsumsi satu mangkok besar 100 gram itu sangat sulit.
"Nah tetapi ketika kita cukup makan satu kapsul itu sudah membuat kita ternutrisi. Makanya untuk beberapa daerah seperti di luar negeri mereka mengkapsulkan moringa. Dengan mengkapsulkan maka konsumsinya lebih tinggi dan lebih mudah
Jadi sistemnya praktis. Ada 92 jenis nutrisi di dalam kelor ini. Padahal kalau di dalam buku kesehatan Indonesia tubuh kita itu wajib mengkonsumsi 45 jenis nutrisi agar bisa sehat.
Ketika kita konsumsi kelor, maka kita mendapatkan 92 jenis nutrisi untuk membangun tubuh kita.
Baca juga: Buka Sukapura Cup 2025, Parosil Mabsus Apresiasi Kolaborasi Olahraga dan Seni Budaya
Makanya dikatakan WHO sebagai miracle tree atau pohon ajaib.
Jadi apa yang tidak ada di suatu pohon itu ada di kelor. Tanaman ini jadi pelengkap
"Maka oleh beberapa kedokteran di luar negeri seperti China dan India, moringa itu dijadikan suplemen untuk mempercepat penyembuhan suatu penyakit," tandasnya.
