HELOINDONESIA.COM - Ada yang memplesetkan kalimat Gen Z menjadi generasi Jompo atau tepatnya jompo.
Mengapa demikian? Karena banyak kasus Generasi Z mengalami masalah seperti yang dialami orang-orang sudah sepuh.
Di usia muda beli dengan masa depan yang panjang, para Gen Z yang masuk dalam golongan generasi jompo sudah merasakan sakit seperti yang dialami para tua jompo.
Mulai dari encok, reumatik, masalah tulang, mudah lelah, bisa juga insomnia, bahkan ada yang stroke.
Baca juga: Kebudayaan Daerah Menjadi Ciri Khas yang Membedakan di Mana Suku itu Berasal
Banyak penyebab sehingga Gen Z menjadi jompo dalam usianya yang masih muda.
Bisa karena kebanyakan rebahan sambil main game yang dilakukan terus menerus.
Ada juga yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga waktunya habis di kursi dan tidak memiliki waktu untuk berolahraga.
Celakanya lagi, kebiasaan itu ditambah dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat.
Baca juga: Lampung Fest 2025: Coffee and Tourism Pikat Hati Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila
"Bayangkan banyak Gen Z yang sibuk dengan aktivitas kerjanya, cuma duduk menghadap komputer sambil makan junkfood atau minuman tidak sehat," ungkap dr Inggrid Tania dalam Forum Group Discussion II pada Kamis (20/11/2025).
Akibatnya, lanjut dr Inggrid, para kaum muda penerus generasi Gen Milenial di atasnya itu sudah menjadi jompo sebelum waktunya.
"Sangat disayangkan perjalanan hidup mereka masih jauh, tapi sudah mengalami tua sebelum waktunya," tambahnya.
Nah, apa yang perlu dilakukan sebelum para kaum muda itu atau Gen Z itu menjadi jompo sebelum waktunya?
Baca juga: Permintaan Pengiriman Cargo Jakarta Makassar Meningkat, Tarif Terjangkau Jadi Daya Tarik Utama
dr Inggrid memberikan solusi agar mereka sudah memulai untuk mengkonsumsi makanan atau minuman sehat
"Saya punya anak dari kecil sudah dibiasakan untuk minum-minuman sehat dengan bahan-bahan rempah, seperti kunyit, temulawak, jahe dan sebagainya," tutur dr Inggrid.
Ternyata, rempah-rempah khas nusantara yang dibuat sebagai jamu dan dikemas semenarik mungkin membuat anak suka dan terbiasa minum-minuman sehat.
"Generasi muda sekarang kan beranggapan kalau minum jamu itu dianggap kuno. Ah itu minuman jaman dulu, jaman nenek atau kakek kita gitu lho," terangnya.
Baca juga: Gubernur Lampung Ajak Santri Darul Islah Jadi Agen Perubahan dan Penjaga Moral Bangsa
Namun demikian, lanjut dr Inggrid, minuman kesehatan warisan turun temurun dari nenek moyang kita itu bisa menarik minat kaum muda untuk menikmatinya.
Dikatakan dr Inggrid, harus dikemas kekinian, artinya minuman jamu dibuat lebih moderen.
Bisa juga dalam kemasan, baik gelas atau botol ditambahkan dengan nama minuman yang menarik.
"Misalnya nama minumannya lebih lebih sofiesticated atau lebih eye catching atau lebih kece," tambahnya.
Dia pun memberikan contoh kalau kita sebut jamu bunga telang, pasti lebih banyak anak muda yang nggak mau nyobain.
Baca juga: Hadirkan Ketua Umum PDSI, USM Gelar FGD Perlindungan Penelitian Medis
"Tapi, misalnya, begitu diganti purple passion itu ternyata mereka kepo. Setelah kepo dan nyobain. Ternyata enak. Jamunya tidak pahit, ditambah dengan rasanya yang segar. Nah dari situ mereka ternyata merasakan tuh manfaatnya," papar dr Inggrid.
Dengan minuman jamu yang dikemas lebih moderen, para gen Z akan merasakan manfaatnya.
"Yang tadinya loyo, pegal-pegal mulu. Akhirnya pegelnya hilang. Tidurnya pun jadi lebih enak. Yang tadinya susah tidur atau mengalami insomnia, jadi mudah tidur," jelasnya.
Nah, sambung dr Inggrid, dari situ
akhirnya mereka mengenalkannya dengan cara-cara yang sesuai dengan referensi dan selera mereka.
Baca juga: Gowes 200 Km Semarang-Purwokerto, Komunitas Sepeda Promosikan Wisata Jateng
"Ketika mereka sudah mencoba akhirnya mereka seperti ketagihan. Bahkan mereka bisa menjadi penganjur yang mengkampanyekan gaya hidup sehat dengan minum jamu yang sudah dikemas moderen," tandasnya.
