Helo Indonesia

Kebudayaan Daerah Menjadi Ciri Khas yang Membedakan di Mana Suku itu Berasal

Sabtu, 22 November 2025 18:45
    Bagikan  
Wellness Betawi
Foto: Heloindonesia

Wellness Betawi - Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta Rano Karno bersama Founder Board of ETNA Dra Agnes Lourda Hutagalung.

HELOINDONESIA.COM - Merawat dan melestarikan budaya Betawi bukan sesuatu yang mudah dan harus melalui proses yang panjang.

Pasalnya, tak semua orang Betawi memiliki konsentrasi dalam menjaga kebudayaannya agar bisa tetap eksis hingga hari ini.

Agar kebudayaan Betawi tidak hilang ditelan jaman, harus ada yang bisa merawatnya baik dari lembaga, asosiasi dan dukungan pemerintah dalam hal ini Pemprov Jakarta.

Ketua Umum Persatuan Perempuan Betawi, Cucu Sulaicha dalam FGD 2 Jakarta Walking Tour Festival JWTF di Penn Resto, Jakarta Selatan pada Kamis (20/11/2025) mengungkapkan latar belakang dirinya berjuang bersama lembaganya menjaga dan melestarikan budaya Betawi.

Baca juga: Serba Bersejarah, Dibalik Kongres Pewarta Foto Indonesia (PFI) 2025

"Mengapa melestarikan budaya merupakan suatu keharusan bagi warga negara menjaga budaya merupakan suatu bangsa. Ini menjadi pertanyaan bagi kita semua," papar Cucu.

Menurutnya, semua warga negara wajib melestarikan budayanya masing-masing.

Namun demikian, dalam membangun budaya nasional itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

"Kita butuh dukungan pemimpin di Indonesia, komunitas budaya, akademisi, profesional di bidangnya, lembaga budaya ataupun instansi terkait maupun tim jurnalis," urainya.

Baca juga: Lampung Fest 2025: Coffee and Tourism Pikat Hati Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila

Kebudayaan daerah, menurut Cucu merupakan suatu lambang ciri khas identitas dari daerah di mana kita berasal.

"Karenanya kita perlu menjaga merawat melestarikan agar yang tetap terjaga oleh anak dan cucu kita untuk masa depan bangsa," katanya.

Cucu mengisahkan dirinya ketika pertama kali sudah bergelut di bidang organisasi Betawi sejak tahun 70-an.

"Bagaimana untuk bisa menyatukan harus ada komunikasi dengan mereka yang memang punya orientasi dan tujuan yang sama," tambahnya.

Baca juga: Permintaan Pengiriman Cargo Jakarta Makassar Meningkat, Tarif Terjangkau Jadi Daya Tarik Utama

Dan di tahun 1980-an di lembaga kebudayaan Betawi di situ rame-rame bersepakat bagaimana melestarikan budaya yang selama ini tertekan agar tetap tumbuh dan berkembang.

Kalau bicara tentang pelaku budaya Betawi, misalnya perawat pengantin Betawi tahun 70-an.

Kalau perawat pengantin baru itu tidak ada yang bersertifikat seperti sekarang ini.

Karena itu, tentu saja untuk berjuang dalam melestarikan dan terus menggali budaya harus bekerjasama dari dinas-dinas terkait.

Baca juga: Gubernur Lampung Ajak Santri Darul Islah Jadi Agen Perubahan dan Penjaga Moral Bangsa

"Sehingga singkat cerita tahun ini saya masih mendapatkan bagaimana orang sudah tahu orang Betawi ataupun suku-suku lain bahwa pengantin baru itu adalah modelnya seperti ini," paparnya.

Sementara itu, Trainer sekaligus assesor spa wellness, Yoyoh Rohmah Tambera mengungkapkan bahwa wellness Betawi bisa bersaing dengan wellness dari daerah lainnya.

"Orang luar mengenal Bali massage atau Java Massage, Betawi juga ada. Yang terkenal pulen legit. Apalagi Jakarta menjadi pusat kedatangan wisatawan mancanegara, ini peluang," paparnya.

Soal pijet pulen legit, menurut Yoyoh memang dikhususkan buat wanita yang sudah bersuami agar bagian intimnya tetap rapet.

Baca juga: Hadirkan Ketua Umum PDSI, USM Gelar FGD Perlindungan Penelitian Medis

"Buat kaum wanita bersuami nih, kalau mau coba Pijet Pulen Legit, Massage Betawi bisa didapatkan di Gaya Spa," ungkapnya.

Di tempat spa ini, lanjutnya, setelah dilakukan pemijatan pulen legit bisaenikmati Bir Pletok sebagai minuman herbal kekhasan Betawi.

Di Gayaspa juga tersedia rempah-rempah khas Betawi dan modalitas tradisional seperti Tangas, jamu, lulur.

"Bagi mereka yang ingin menikmati aromaterapi khas Betawi yang disebut dengan Essential oil Betawi bisa juga didapatkan di Gaya Spa," terangnya.

Baca juga: Hadirkan Ketua Umum PDSI, USM Gelar FGD Perlindungan Penelitian Medis

Yoyoh menambahkan, di Gaya Spa juga ada layanan Medical massage berbasis anatomi dan evidence-based (bisa didapatkan di gaya spa).

"Kalau mau mendapatkan layanan
-Stem cell dan secretome bisa didapat di Kalbe Regenic. Ini satu-satunya fasilitas produksi di Jakarta. Jadi bisa melakukan stemcell di etnaprana wellness clinic," tandasnya.