HELOINDONESIA.COM - Berdasarkan situs pemantau kualitas udara IQAir, Minggu pagi, kualitas udara Kota Jakarta kembali buruk bahkan menjadi daerah terburuk kedua di dunia.
Terpantau Jakarta memiliki angka indeks kualitas udara (air quality index/AQI) di sebesar 170 atau masuk kategori tidak sehat.
Sementara Kuala Lumpur, Malaysia berada urutan pertama dengan angka AQI sebesar 172. Kota lainnya dengan kualitas udara terburuk berikutnya adalah Delhi, India di angka 163, kemudian Dhaka, Bangladesh di angka 161 diikuti oleh Kuwait City, Kuwait di angka 158.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga melaporkan hal yang sama. Jakarta masuk dalam kategori kualitas udara tidak sehat. Hasil tersebut tercatat sejak Sabtu (7/10) pukul 15,00 WIB hingga Minggu pagi pukul 07.00 WIB.
Baca juga: Heru Budi Respon Udara Buruk Sambil Guyon, DPRD DKI : Masalah Keselamatan Warga Kok Bercanda
Capain angka inmdeks standar pencemaran udara (ISPU) per jam dengan konsentrasi partikel halus penyebab polusi (PM 2,5) tertinggi sebesar 131 di Lubang Buaya, sedang daerah lainnya, rata-rata sedang yakni Bundaran Hotel Indonesia (96), Kebun Jeruk (83), Kelapa Gading (97) dan Jaga Karsa (83).
Indeks kualitas udara di Jakart tinggi karena konsentrasi PM2,5 saat ini sudah 18,4 kali lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara organisasi kesehatan dunia (WHO).
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk selalu memerhatikan informasi kualitas udara terutama dari BMKG, KLHK, dan Dinas Lingkungan Hidup setempat selaku lembaga pemerintah yang berwenang.
Baca juga: Minimnya RTH Hingga Asap Kendaraan Bermotor Jadi Penyebab Tingginya Polusi Udara di DKI
"Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker bila berada di lokasi dengan tingkat cemaran udara tinggi," kata Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan.
