Helo Indonesia

Digitalisasi Bahasa Banjar Upaya Melestarikan Warisan Budaya di Era Modern

Anang Fadhilah - Lain-lain
Senin, 8 Juli 2024 10:06
    Bagikan  
Digitalisasi Bahasa Daerah
BASAkalimantan Wiki

Digitalisasi Bahasa Daerah - Pegiat literasi dari BASAkalimantan Wiki, Hudan Nur (ist/helokalsel)

BANJARMASIN, HELOINDONESIA.COM - Bahasa daerah di Indonesia terancam punah jika tidak dilestarikan dan dijaga. Untuk tetap lestari, diperlukan upaya melindunginya dari kepunahan melalui proses digitalisasi.

Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh Komunitas BASAkalimantan Wiki, yang saat ini berusaha menjadikan Bahasa Daerah Banjar sebagai kamus digital melalui platform BASAkalimantan Wiki yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat lokal dan global.

Hal itu dikatakan Hudan Nur, koordinator Program BASAkalimantan Wiki. "Komunitas ini diharapkan mendorong kaum muda dan masyarakat untuk menyuarakan pendapat melalui platform digital dalam bahasa ibu atau bahasa asli daerah," katanya Senin (8/7/2024).

Kata Hudan, upaya yang dilakukan untuk melestarikan Bahasa Daerah Banjar melibatkan kerja sama dengan Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan, Balai Bahasa, KNPI, sekolah/OSIS, dan komunitas Nanang Galuh.  Selain itu, mereka juga mengadakan webinar yang diikuti oleh 543 peserta dari berbagai kalangan, seperti guru penggerak, dosen, mahasiswa, perwakilan ormas, dan komunitas pemuda.

Lebih lanjut, Hudan Nur menyampaikan, “Upaya revitalisasi Bahasa Banjar dengan melakukan digitalisasi, seperti kamus digital dan audio penunjuk jalan di Google Maps dalam Bahasa Banjar, akan menjadi sesuatu yang berbeda,” ungkapnya.

Hudan mengajak semua pihak, terutama masyarakat Kalimantan, untuk merawat dan melestarikan bahasa daerah agar tidak punah.

Peluncuran BASAkalimantan Wiki merupakan terobosan mutakhir dalam upaya merawat bahasa melalui digitalisasi kamus Banjar berbasis wiki.

"Bahasa Banjar secara nyata menjadi lingua franca, bahasa yang sering dipakai sebagai penghubung antara Banjar dengan Dayak, selaku penduduk asli Kalimantan," katanya.

Erfansyah musisi dan pencipta lagu dari Band Hiatus Mantra menilai bahasa daerah bisa menjadi kekuatan ketika semua hal berkembang secara generik. Menurutnya, bahasa daerah sangat penting untuk dilestarikan.

"Kota Banjarmasin sangat dinamis baik dalam bidang seni, budaya, maupun film. Ada sejumlah film lokal yang hanya diputar di sana. Selayaknya bahasa daerah dijaga kelestariannya," kata Erfan yang aktif mencipta lagu dan puisi.