HELOINDONESIA.COM - PAM Jaya melalui Dharma Wanita PAM JAYA turut terlibat dalam upaya penurunan kasus stunting di Jakarta. Upaya tersebut dilakukan dengan berkolaborasi bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jakarta Pusat melalui program Jakarta Bergerak Atasi Stunting (Jakarta BERAKSI).
Dharma Wanita PAM Jaya dan TP PKK Kota Administrasi Jakarta Pusat akan menjadi orang tua asuh 50 anak-anak kekurangan gizi di Jakarta Pusat. Dengan program Jakarta BERAKSI, nantinya anak-anak tersebut akan diperhatikan terkait peningkatan gizi.
Walikota Jakarta Pusat Dhany Sukma mengatakan, asupan gizi yang seimbang dan berkualitas merupakan kerja bersama, bukan hanya dari pemerintah saja tapi kami menggandeng juga badan usaha.
"Di Kelurahan Bendungan Hilir (Benhil), kebetulan PAM JAYA mau ambil bagian mngintervensi masalah stunting dan kebetulan aktivitas keseharian PAM JAYA berada di wilayah Benhil," ucap Dhany Sukma, dikutip Senin (10/7/2023).
Ketua Dharma Wanita PAM JAYA Lya Arief mengatakan, Dharma Wanita PAM JAYA, bersinergi dengan Walikota Jakarta Pusat melalui TP PKK Kota Administrasi Jakarta Pusat akan melakukan monitoring atas menu harian setiap anak serta distribusinya.
"Sebanyak 50 anak-anak yang diasuh tersebut akan ditingkatkan gizinya. Mereka akan diberikan makanan dengan gizi seimbang dan berkualitas sebanyak 2 kali 1 hari selama 90 hari," ucap Lya.
Monitoring mengenai standar gizi dan distribusi makanan menjadi hal yang krusial sebab tujuan utama dari program ini adalah penurunan angka stunting di Jakarta.
Baca juga: Ali Imron: Wali Kota Eva Keliru Pahami UU No.23 Tahun 2014 soal Sampah
Menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi anak usia di bawah 5 tahun (balita) DKI Jakarta mencapai 14,8% pada 2022. Artinya, sekitar 14 dari 100 balita di Ibu Kota memiliki tinggi badan di bawah rata-rata anak seusianya. Angka prevalensi DKI Jakarta tersebut menurun dibanding 2021, sekaligus mencapai level terbaiknya dalam tujuh tahun terakhir.
Menurut Lya, Jakarta telah menghasilkan pencapaian bagus dalam penurunan stunting. Diharapkan, dengan kolaborasi, baik itu pemerintah, Badan Usaha Milik Daerah, private sector, dan seluruh pihak, penurunan stunting di Jakarta ke depannya bisa zero kasus.
Tidak hanya wilayah Jakarta Pusat, Dharma Wanita PAM, rencana juga akan mengembangkan bantuan penurunan stunting ke lima wilayah administrasi Jakarta lainnya, seperti Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga ke Kepulauan Seribu.
Baca juga: Biadab! Petugas PPSU Dipaksa Pejabat Kelurahan Ngutang ke Pinjol Rp 20 Juta Cuma Terima Rp 500 Ribu
Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Pusat Ucu Jamilah mengapresiasi sinergi dan bantuan yang dilakukan Dharma Wanita PAM JAYA kepada pihaknya.
Ia melanjutkan, TP PKK Kota Administrasi Jakarta Pusat juga telah bersinergi dengan 14 perusahaan yang telah menjadi orang tua asuh bagi balita stunting.
"Sesuai tagline kita saat ini, Sukses Jakarta untuk Indonesia. Maka, kesuksesan Jakarta dalam menghapus stunting, akan menjadi cerminan bagi Indonesia," ucap Ucu.
Ucu Jamilah menambahkan, saat ini stunting di Jakarta Pusat menurun dari 7,37 persen di tahun 2020 menjadi 2,97 persen di tahun 2021.
Baca juga: Akan Terjadi Lima Kejutan di Pilpres 2024, Mulai dari Endorsement Jokowi Hingga Dirty Job
"Penurunan stunting sudah terlihat di Jakarta Pusat, namun masih ada. Maka, kita perlu memperkuat kolaborasi dan inovasi dalam berbagai program yang berdampak langsung pada masyarakat," tambah Ucu.
Program pengurangan stunting ini sejalan pilar program Corporate Social Responsibility (CSR) PAM JAYA, yakni Community Development. Selain program Ini, Dharma Wanita PAM JAYA juga menjalankan program lain yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan. Bahkan, pada Desember 2022, Dharma Wanita PAM JAYA mendapatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk "Donor Darah Secara Seri oleh Perempuan Anggota Komunitas Terbanyak".
