MAGELANG, HELOINDONESIA.COM - Sebuah festival musik dan budaya untuk mengajak wisatawan berkunjung ke Candi Borobudur kembali dihelat dengan tajuk ''Moro Borobudur 2024'' di Lapangan Malangan, Ngargogondo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu 19 Oktober 2024.
Dalam bahasa Jawa, Moro artinya datang. Harapannya, festival mendorong pengunjung berbondong - bondong piknik ke candi terbesar di dunia ini.
Moro Borobudur adalah festival musik kontemporer tahunan yang diselenggarakan sejak 2020 silam. Agenda ini diharapkan memberikan tawaran pengalaman baru, melalui ragam penampilan musik, seni budaya dan belanja UMKM expo.
Baca juga: Jalan-jalan Mikro 10 Detik Dapat Membakar Kalori dalam Jumlah yang Mengejutkan
''Pada festival tahun ini, ada 15 UMKM yang menyajikan food and beverages, dan satu non FnB. Kesenian yang tampil Tari Soreng, Jingkrak Sundang, ada juga kirab atau parade andong. Kami ingin pengunjung ke Borobudur bisa mendapatkan kesan yang mendalam,'' kata Ketua Forum Rembug Klaster Pariwisata Borobudur, Kirno Prasojo, saat dihubungi Kamis 17 Oktober 2024.

Ditambahkan Kirno, sejumlah grup musik ternama akan memeriahkan Moro Borobudur 2024 seperti Aftershine, Superglad, The Rain, Good Morning Everyone, hingga Pertelon Koplo dari Kota Semarang.
Rangkaian acaranya dimulai pukul 15.00 WIB yaitu karnaval budaya dan parade andong. Kirab dimulai dari perempatan Tuksongo, hingga Balkondes Ngargogondo. Kedatangan parade ini mengiringi acara pembukaan yang ditandai dengan pemukulan Trunthung, sebuah alat musik yang berkembang di Magelang.
Baca juga: Curug Sikarim, Mutiara Alam Tersembunyi di Dieng yang Pas untuk Healing
Baru selanjutnya penampilan kesenian Tari Soreng, dan perform para musisi dari berbagai band terkenal di Indonesia. Festival ini juga sebagai agenda ''Road to Moro Borobudur 2025''.
Ngambyar Bareng
Bagi penggemar musik campursari dan koplo, Moro Borobudur 2024 pas sebagai pengobat rindu. Tampilnya Aftershine dan Pertelon Koplo siap membawa penonton untuk ambyar bareng.
Aftershine yang beken dengan ''Aku Sing Lungo'', ''Yowes Modaro'' dan ''Rakuat Nglakoni'' memang dikenal mampu mengaduk-aduk perasaan penikmatnya.
Menurut Kirno, adanya festival ini bukan saja menghibur, namun memberdayakan masyarakat dan pelaku UMKM dalam ekonomi kreatif. ''Tahun ini kami ingin menjangkau pengunjung lebih luas lagi, dengan tiket yang terjangkau,'' imbuhnya. (Aji)
