HELOINDONESIA.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, di kediaman SBY (mentan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) di Cikeas, Bogor, Sabtu malam (29/4).
Menurut AHY silaturahmi ini berjalan dengan sangat baik dan lancar, banyak sekali mendiskusikan berbagai hal, dari mulai kondisi politik dan sistem Pemilu, sosial, dan ekonomi Indonesia. Golkar dan Partai Demokrat juga, lanjut AHY, punya hubungan yang spesial, karena kami pernah bekerja sama di Era Pemerintahan Presiden SBY selama 10 tahun.
“Secara pribadi, dan mewakili keluarga besar Partai Demokrat, saya juga ingin mengucapkan terima kasih atas inisiatif dan silaturahmi dari Bapak Airlangga dan juga sahabat-sahabat pengurus Partai Golkar,” kata AHY seperti ditulis di akub Facebook miliknya.
Kali ini cerita lain, AHY bertemu Airlangga di Solo. Menuliskan di Twitter, AHY mengaku mendengarkan keresahan Airlangga terkait guru honorer, yakni tentang minimnya kesejahteraan tenaga pendidik yang berdampak pada kualitas pendidikan di tengah perkembangan zaman.

AHY saat bertemu guru honorer benama Airlangga, di Solo
Airlangga juga menceritakan guru honorer yang tidak mendapatkan THR, banyak bekerja bahkan harus mengajar beberapa mata pelajaran, karena di daerah-daerah masih kekurangan guru. Kondisi seperti itu, tentunya berdampak kepada anak didik.
Hal ini bisa dilihat di twitter pada unggahan AHY 16 jam yang lalu. Tapi ini soal Airlangga bukan politik, melainkan guru honorer.
“Ini adalah Airlangga, guru honorer muda yg menceritakan keresahannya ttg minimnya kesejahteraan tenaga pendidik yg berdampak pada kualitas pendidikan ditengah perkembangan zaman yang kian pesat dan modern,” tulis AHY, @AgusYudhoyono.
Dalam ynggahan diertai video itu, AHY menambahkan bahwa Partai Demokrat berkomitmen dalam menghadirkan kebijakan-kebijakan tentang kesejahteraan tenaga pendidik.
Dengan pengorbanan dan jasa mereka, tentu sangat perlu punya kehidupan yang layak. Jika tenaga pendidik terjamin kehidupannya, tentulah kualitas pendidikan kita akan lebih baik,” tandas AHY.
Di Video itu sendiri seorang pria guru honorer mengungkapkan permasalahan teman sejawatnya, dan sampai masalah tidak mendapat THR serta harus mengajar beberapa mata pelajaran yang bukan bidangnya, karena sekolah yang bersangkutan kekurangan guru. Berikut ini keluh kesah aatau keresahan Airlangga yang disampaikan kepada AHY.
“Perkenalkan nama saya Airlangga, seorang guru muda di Solo, saya mau bertanya isu yang baru-baru ini happening banget, yaitu honorer yang tidak mendapat THR. Kan sekarang jarang sekali ada pengangkatan ASN, sedangkan seolah-sekolah itu kebanyak kekurangan guru, di sisi lain sekolah itu dilarang mengangkat guru secara langsung untuk saat ini.
Tentu yang dirugikan dengan kondisi kekurangan guru, dan guru honorer tidak mendapat THR, tentu dampaknya erimbas kepada siswa. Sedangkan Pasal 31 ayat (1) UUD 1945 mengatakan bahwa seetiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak, nah bagaimana kalau gurunya itu kekurangan, jadi misalnya sdeorang guru mengajar beberapa mata pelajaran yang tentu bukana menjadi background-nya pendidikan dia. Bagaimana solusi Mas Agus dan Partai Demokrat untuk menyelesaikan masalah pendidikan khususnya di SDM tenaga pendidik itu?”
Mendapat keluh kesah seperti itu, AHY pun segera memberikan jawabannya, sekaligus solusi yang diminta oleh Airlangga. AHY mengaku banyak mendapatkan pertanyaan serupa di tiap kunjungan ke daerah menemui konstituen atau masyarakat luas.
“Ini selalu ada pertanyaan serupa, inilah yang perlu kita jadikan fokus ke depan. Kami cukup kritis menyoroti hal-hal seperti ini. Kalau ditanya solusinya bagaimana, ya harus diubah policy-nya, kebijakannya harus berpihak kepada rakyat kecil, termasuk guru-guru honorer tadi. Diankat statusnya, diberdayakan, diangkat statusnya, pada akhirnya mereka punya kehidupan layak, kalau mereka punya kehidupan yang layak bersemangat menjadi guru yang benar, guru yang bertanggung jawab, kemudian optimal mengjar anak didiknya. dengan demikian kita berharap anak-anak Indonesia tumbuh dengan baik dan berkualitas,” tutur AHY. (*)
(Winoto Anung)
