Helo Indonesia

Gegara Pernyataan Waka Karjono, BPIP Dirujak Netizen dan Diminta Dibubarkan Saja

Winoto Anung - Nasional
Sabtu, 3 Juni 2023 12:56
    Bagikan  
Waka BPIP Karjono
tangkapan layar

Waka BPIP Karjono - Waka BPIP Karjono saat wawancara di Podcast Sampan milik BPIP. ()Foto: tangkapan layar)

HELOINDONESIA.COMBPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) masih trending di medsos twitter. Lembaga BPIP dan Wakil Kepala (Waka) BPIP masih terus dirujak oleh para netizen terkait pernyataannya yang menyulut kejengkelan mereka. Komentar-komentar yang muncul banyak meminta BPIP dibubarkan.

Hal itu dipicu pernyataan Waka BPIP Karjono yang mengatakan, negara tidak akan bubar jika pola pemungutan suara dalam pemilu diubah dari sistem proporsional terbuka (coblos caleg) jadi proporsional tertutup (coblos partai).

Waka BPIP Karjono menyampaikan itu untuk menanggapi uji materi oleh MK (Mahkamah Konstitusi) terhadap Pasal 168 UU Pemilu tentang pemungutan suara.

"Jadi negara ini tidak akan bubar dengan sistem apakah itu terbuka apakah itu tertutup, apakah itu terbuka-terbatas dan lain-lain," ujar Karjono di Jakarta, Rabu 31 Mei lalu.

Baca juga: Alternatif Homebase Arema Selain Stadion Gajayana, Juga Sempat Melirik Stadion Supriadi Blitar

Karjono mengatakan, Indonesia sudah merasakan pemilu dengan sistem proporsional tertutup maupun terbuka. Di era Orde Baru, pemilu dilaksanakan dengan sistem proporsional tertutup. Lalu sistem proporsional terbuka dipakai sejak Pemilu 2009.

Waka BPIP mengatakan,  Indonesia baik-baik saja meski ada perubahan sistem dalam pola pemungutan suara di pemilu. "Zaman Orde Baru semua tertutup, aman aman saja, senang-senang saja," kata Karjono.

Hal-hal itulah yang membuat netizen jengkel dan mengungkapkan kritiknya kepada Waka BPIP itu, Di antaranya ada kritik yang tajam dan menohok.

“Urusan BPIP dengan pemilu tertutup atau terbuka apa? BPIP bukan lembaga di bawah PDIP walau Dewan Pembina BPIP juga pemimpin PDIP. Apakah Era Jokowi merupakan era lembaga menabrak segala macam aturan?” tulis netizen Teuku Gandawan (akun @Gandawan).

Baca juga: Denny Indrayana: Nasdem Digoyang Lagi, Dua Menterinya jadi Sasaran, SYL akan Dijerat Narkoba, SN Dijerat Korupsi

“Kayaknya negara malah lebih aman dan tentram jika BPIP dibubarkan,” tulis @Subur0204. “Negara juga tak akan bubar jika tanpa BPIP,” tulis Hisyam Mochtar (@HisyamMochtar).

“Pemahaman yg "Dangkal" biasanya hanya menilainya dari Besar/Kecilnya Perayaan Seremonial, sementara jika Pemahamannya Mendalam harusnya BPIP menilai sejauh mana PANCASILA telah dijalankan scr Murni & Konsekwen untuk Kemaslahatan Negara & Seluruh Rakyatnya,” TULIS M.Margani (@MMargani5).

“Kenapa BPIP ikut komentar yang bukan tupoksinya ? Bubarkan saja BPIP lembaga tak faedah.” Tulis @Doni13587681.

“Sangat miris melihat BPIP mengatakan hal itu, yg mana para peserta pemilu sendiri bisa dikatakan 78% menyatakan ingin terbuka.  Aneh rasanya jika pesertanya pengen terbuka tapi MKnya memutuskan tertutup!  Entah keganjilan apalagi yg kalian ingin sajikan!” tulis @f_fathur.

Baca juga: Punya Masalah Sulit Tidur? 5 Rekomendasi Obat dari Para Ahli Berikut Ini Mungkin Bisa Membantu

“Mulai kumat lagi nih BPIP, sepertinya akan di kerahkan dari segala lini cawe-cawe nya,” tulis @AgulPisan2 .

“BPIP itu apa ya..? Gak jelas tugas dan fungsinya... Gak ada manfaatnya bagi rakyat.... Tetapi dibayar mahal oleh negara,” tulis @ojek_ngalong. “BPIP itu faedahnya apa ya, cuma ngabisin anggaran doang, outputnya gak guna,” tulis @Stev3n_Peg3l.

“Dulu jaman pemilu 99, saya debat dengan beberapa kawan kalau PDI-P bukanlah partai reformasi, mereka hanya ingin trah Sukarno jadi presiden, tidak lebih. BPIP ini underbow PDI-P,” tulis @TheATeams_. (*)

(Winoto Anung)