Helo Indonesia

Menko PM Resmikan Kawasan Produksi Widuri di Kendal, Jadi Pilot Project 1.001 Titik

Ajie - Nasional
Rabu, 17 September 2025 16:57
    Bagikan  
Menko PM Resmikan Kawasan Produksi Widuri di Kendal, Jadi Pilot Project 1.001 Titik

Menko PM Muhaimin Iskandar didampingi Sekda Jateng Sumarno dan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat meresmikan Kawasan Produksi Widuri. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar meresmikan Kawasan Produksi Widuri di lahan milik Pondok Pesantren Al-Muchsin di Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Rabu 17 September 2025.

Peresmian kawasan tersebut juga sebagai proyek percontohan atau  pilot project dan aktivasi 1001 Titik Program Pemberdayaan Masyarakat Se-Nusantara. Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekda Jateng Sumarno, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dan Wabup Benny Karnadi.

Baca juga: Harhubnas 2025, Ahmad Luthfi Bertekad Perkuat Konektivitas Antarwilayah di Jateng

Sebanyak 1.001 program pemberdayaan masyarakat oleh Kemenko PM ini adalah program yang bertujuan untuk mempercepat transformasi masyarakat miskin menjadi sejahtera dan mandiri, serta mencapai target kemiskinan ekstrem 0 persen pada tahun 2026.

Menko Pemberdayaan Masyarakat yang akrab disapa Cak Imin mengatakan, pemberdayaan masyarakat ini memerlukan kolaborasi dengan segala pihak baik pemerintah maupun diluar pemerintah sehingga dapat mendorong dan mempercepat transformasi masyarakat miskin menjadi sejahtera dan mandiri.

"Sejak pemerintahan Pak Prabowo, paradigma pemberdayaan menjadi salah satu konsentrasi dari yang selama ini bernuansa bantuan sosial. Bahkan saya berkeyakinan kalau setiap rupiah yang dikeluarkan dari APBN memiliki dimensi pemberdayaan maka APBN kita akan berdampak luas dan memberikan manfaat berkepanjangan," tegasnya.

Cak imin mengapresiasi seluruh lembaga dan penggerak kawasan pemberdayaan masyarakat yang telah mendorong ekosistem pemberdayaan tumbuh dan berkembang di masyarakat desa termasuk di pondok pesantren.

"Terima kasih pondok pesantren Al-Muchsin yang telah merintis. Dan ini harus kita duplikasi di pesantren-pesantren di Indonesia, sehingga ruh pesantren adalah kekuatan kemandirian terwujud secara berkelanjutan," imbuhnya.

Mendukung

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, Pemkab Kendal mendukung adanya kawasan produksi pemberdayaan masyarakat di desa. Ia juga akan mendorong agar kedepan dapat berkembang lebih luas lagi.

"Ini kan ada rencana melahirkan 1001 kawasan produksi Widuri. Kami juga akan kembangkan di wilayah lain. Ini tujuannya kan untuk pemberdayaan masyarakat apalagi ini terintegrasi dan kolaboratif sehingga akan mempermudah pengembangan perekonomian di masing-maaing wilayah," ujar Bupati Kendal.

Baca juga: Festival Literasi Sragen, Nawal Dibuat Kagum Atas Aksi Sheryl Si Pendongeng Cilik

Disisi lain, pimpinan Ponpes Al-Muchsin selaku penggagas Kawasan Produksi Widuri di Kendal, Muhammad Makmun menerangkan, kawasan pemberdayaan masyarakat desa ini memiliki beberapa program prioritas, diantaranya kebun petik buah kelengkeng, sentra melon premium, pertanian jagung, penggemukan domba, ternak rumahan ayam petelur, unit tehnologi digital dan lainnya.

Selain itu di kawasan ini juga berdiri dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tentunya saling berkaitan erat terutama dalam hal suplai bahan makanan. Dan tentunya keberadaan dapur MBG juga merekrut dan memberdayakan masyarakat lokal.

"Konsep kita tentunya terintegrasi, kalau di kawasan ini ada MBG. Dari dapur MBG itu membutuhkan stok bahan baku yang ada di masyarakat. Nah kolaborasi dengan kawasan ini untuj menyiapkan bahan baku yang akan terserap  SPPG ( Pelayanan Pemenuhan Gizi) itu," terang Makmun yang juga menjabat Anggota DPRD Kendal. (Anik)