HELOINDONESIA.COM - Sapi kurban dari Presiden Jokowi menjadi banyak cerita. Di Blora mengamuk, di Sulawesi, kono sulit dipotong. Di Surabaya lain lagi. Sapi kurban Presiden Jokowi disambut karpet merah di Masjid Al Akbar Surabaya, ini pun memunculkan banyak komentar.
Begitu keluar dari truk yang membawanya, sapi jenis limosin yang dinamai Gasbi ini digiring dan disambut karpet merah. Bukan itu asaja, ternyata juga ada among tamu (orang-orang yang menyambut) sapi itu.
Menurut Humas masjid Al Akbar Helmy M Noor Presiden Joko Widodo berkurban sapi dengan jenis Limosin ke panitia kurban nasional Masjid Al Akbar Surabaya, sapinya seberat 1,15 ton, kondisinya sehat.
Beragam tanggapan netizen, di Youtube maupun Twitter. Ada yang mengatakan, penyambutan itu berlebihan, tapi ada juga yang membandingkan dengan di India, di sana dianggap suci. Ada juga yang mengatakan, kenapa harus disambut seperti itu, kan sapi tidak tahu juga artinya penyambutan.
Baca juga: Cari Pengganti Benzema, Real Madrid Incar Bomber Juventus Berbandrol Tinggi
“Masyarakat Surabaya tau untuk menghormati pemimpin yg mereka cintai,” tulis netizen @WinNarso-gy5tb
“Ini baru sapi yang terhormat pertama di dunia, disambut karpet merah. Pertama dalam sejarah sapi kurban,” ujar @amansetia2696.
“Kenapa sapipun juga disanjung bak bangsa yang bermartabat,” tulis @muhammadmakhfudz709.
“Apa iya itu sapi ngerti dengan karpet merah? Qurban yang paling penting niat., gitu dipakein karpet merah itu sapi bakal bangga,” tulis @jakafany1734.
Baca juga: Heran, Peringkat Indonesia di FIFA Malah Turun Usai Lawan Argentina dan Palestina
“Ini gak bahaya ta, sapi disambut dengan karpet merah, nanti yang punya karpet biru, kira-kira mau komen apa ya,” ungkapnya.
“Jaman edan, terlalu berlebihan memuja seseorang, kayak yang bener aja yang dia buat untuk rakyat, udah jadi berhala,” tulis netizen Johan.
“Aku datang yakin gak disambut karpet merah, sapi dengan karpet merah, apakah sapi lebih mulia dari aku?” ujar @jemino301 dengan emoji campur aduk, tawa dan pusing dll.
“Keterlaluanlah menjilat Pak Jokowi, kok sapi disambut karpet merah segala, kan Lebih afdhal ongkos mengurusin karpet itu sedekah sama fakir miskin kan. itu lebih mulia kali,” tulis johnerikson2229.
Baca juga: Jokowi Inginkan Renovasi JIS agar Sesuai Standar, Netizen: Apa Lagi, Kan Sudah Standar FIFA
“Kasihan lembunya sudah tidak paham mengapa berjalan diatas karpet juga sebentar akan jadi korban?” tulis @sirait2681. “Kalah dong penyambutan pejabat,” tulis @jupiter4103.
“Orang-orang miskin tidak disambut dengan karpet merah, tidak dihargai,” ujar @jontori-dd1hm..
“Kalau di india bukan cuman karpet merah bahkan …… … …. dimakan dan diminum,” tulis @jimode4678.
Sementara itu Helmy M Noor, Humas Masjid Al Akbar Surabaya, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang tahun ini kembali memberikan kurban di Masji Al Akbar Surabaya.
Baca juga: Dikritik Tokoh Senior PDIP Masih Anak Ingusan, Gibran : Terima Kasih Masukannya
Menurutnya, sapinya jenis limosin, berat1,15 ton. “Dipotong H+1 tepatnya hari Jumat. Terima kasih Bapak Presiden, ini yang ke-8, beliau tetap istiqomah. Tiap tahun Bapak Presiden Jokowi menerahkan kurban di Masjid Al Akbar. Sapinya sehat,” ujar Helmy.
Soal karpet merah, menurutnya untuk memberi penghormatan, dan juga untuk memberi suasana riang gembira agar sapinya tidak stress.
Kita ingin memberikann penghormatan. Sapi-sapi yang masuk Al Akbar disambut karpet merah. Kalau sapi-sapi disambut karpet merah, termasuk ada among tamunya, disambut riang gembira, sehingga sapi tidak stres, itu penting karena kalau stres akan berdampak kepada sapinya,” tandasnya. (*)
(Winoto Anung)
