Jalan Jadi Sempit, Gerobak Pedagang dan Lapak Cat Duko Kuasai Trotoar dan Bahu Jalan

Sabtu, 14 Desember 2024 00:59
Kenari, Senen, Jakarta Pusat Tampak dalam foto

HELOINDONESIA.COMSejumlah Fasilitas Umum (Fasum) pedestrian atau trotoar di kawasan Kecamatan Senen terlihat kotor dan dekil. Lantaran, Fasum berubah fungsi menjadi tempat berdagang.

Baca juga: DPRD Heran Truk Dibiarkan Rusak Jalan Depan Kantor Camat Bumi Waras

Seperti di kawasan, Jalan Kramat IV Kenari berderet pedagang gerobak dan lapak cat duko sehingga bahu jalan jadi menyempit di kawasan ini.

Baca juga: ICCF 2024: Transformasi Tangsel dari Kota Satelit ke Pusat Ekonomi Kreatif

Meski begitu, kesemrawutan yang sering terjadi ini tidak menyentuh Pemerintah setempat dalam melakukan penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor: 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (Tibum).

Baca juga: Banyak Lumpur Lemak Batu dan Kabel Utilitas, Selokan Got Jalan Sabang Kebon Sirih Mampet

"Setiap hari saat menjelang sore mau lewat jalan di sini macet karena banyak pedagang gerobak dan lapak cat duko di jalan. Padahal jalan jadi sempit kenapa tidak ditertibkan. Seperti tidak ada Pemerintah," keluh Michael (42) pejalan kaki, Jumat (13/12/2024).

Baca juga: Kawan Seperjuangan se-Indonesia Kumpul, Andi Arief Menahan Rindu di India 

Dikritik Bina Bangun Bangsa ((B3) soal trotoar akses hak pejalan kaki berubah fungsi jadi lapak pedagang.

Menurut Ketum Bina Bangun Bangsa Nur Ridwan bahwa penegakan Perda seharusnya dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak boleh mengabaikan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi).

Baca juga: Indonesia Kehilangan Situs Megalitik di Lampung: Canguk Gaccak

"Fasum trotoar dan bahu jalan itu haknya pejalan kaki. Jika berubah fungsi, tugas nya Satpol PP untuk menertibkan jangan sampai ada pembiaran," tegasnya.

Baca juga: Pink Spiders Dan Kim Yeo Kyung, Raih Rekor Bersejarah di V-League, Klasemen Red Spark Naik

Terlebih kata dia Fasum-fasum itu dibangun Pemprov menggunakan anggaran APBD. Melihat kondisi ini, lanjut Nur Ridwan menyarankan agar Wali Kota Jakarta Pusat yang baru Arifin menyelamatkan aset Fasum yang berubah fungsi jadi tempat komersil untuk berdagang itu.

Baca juga: PWI Banten Adakan Konferprovlub Pilih Ketua Defenitif Minggu Depan

"Supaya tertib berdagang semestinya ada tempat yang layak untuk mereka berdagang jangan di jalanan karena mengganggu masyarakat yang lalu lalang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kota (Pemkot) harus peka mencari solusinya," imbuhnya.

Baca juga: Pasien Transplantasi Organ Dapat Mewarisi Ingatan dan Kepribadian Donor

Sementara itu, pantauan di lapangan trotoar dekil dan kotor juga ditemukan di Jalan Percetakan Negara II Johar Baru dan Jalan Fachrudin, Jati Baru Tanah Abang serta Jalan Serdang I Pasar Serdang dan Jalan Garuda Raya Kemayoran.

Baca juga: WTF 2024: Sabar/Reza ke Semifinal, Indonesia Tiga Wakil

"Kalau di Jakarta banyak pedagang diatas trotoar dan bahu jalan tidak ditertibkan tapi malah di jagain dan ditongkrongin Satpol PP, apa kata dunia," kritik Ricky (43) pejalan kaki. (*/is) ***

Berita Terkini