Peran dan Tantangan Besar Kaum Perempuan di Media dalam Menciptakan Generasi Emas 2045 Mendatang

Jumat, 7 Februari 2025 16:39
Rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 seminar tentang Peran Perempuan Sebagai Pondasi Generasi Emas 2045 Indonesia. Foto: Heloindonesia

HELOINDONESIA.COM -Media massa memiliki peran penting untuk memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat dalam memposisikan kaum perempuan di tengah-tengah masyarakat.

Hal ini disampaikan Kepala Pemberitaan Radio Republik Indonesia (RRI), Besty Charmin Simatupang dalam seminar bertemakan "Peran Perempuan Sebagai Pondasi Generasi Emas 2045 Indonesia" yang digelar panitia Hari Pers Nasional (HPN) di Hotel Aria Barito pada Jumat (7/2/2025) siang.

Di hadapan ratusan peserta yang didominasi kaum hawa, Besty meminta kepada teman-teman media untuk selalu menyajikan konten-konten yang bermanfaat bagi perempuan.

Besty juga menyinggung soal tagline HPN 2025 Kalsel terkait dengan "Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa".

Baca juga: Sulpakar Geser Asisten, Thomas Amirico Jadi Kadisdikbud Lampung

Menurutnya, tagline tersebut juga berlaku bagi perempuan. Bagaimana perempuan mewujudkan ketahanan pangannya, bagaimana sekarang dengan adanya program 10.000 bisa makan. Di situ ada peran perempuan.

Maka generasi emas yang yang akan diciptakan di masa mendatang adalah generasi-generasi yang memang ditampilkan oleh para kaum perempuan.

Dikatakan Besty, media dan perempuan itu sangat erat dan bergandengan tangan. Pendidikan media untuk perempuan menjadi alat yang sangat efektif dalam mengenalkan konsep kesetaraan gender pendidikan dalam mendorong kemajuan.

"Terutama bagi ibu-ibu, bagi keluarga. Bagaimana kita bisa membuat konten sebuah tayangan edukasi, kemudian bisa dijadikan panutan bagi keluarga," paparnya.

Baca juga: Di Akhir Jabatan, Pj Gubernur Samsudin Lantik 12 Pejabat Eselon 2

Besty menuntut Komdigi untuk bisa memberikan tayangan yang luar biasa, baik itu dari radio dan media lainnya.

"Karena kita juga mulai agak mendidih ketika ada radio tetangga, mohon maaf sekadar mengingatkan atau menyampaikan informasinya, kalimat-kalimat yang kurang sedap, tidak memberikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, bagaimana mengucapkan salam kepada orang tua, tidak memberikan contoh yang baik," paparnya.

Karena itu, lanjut Besty, media memiliki peran penting dalam edukasi kesehatan. Melalui media perempuan bisa lebih mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk bisa hidup lebih sehat.

Media juga memiliki kemampuan dalam memperkuat suara perempuan dalam berpolitik. Media memiliki kekuatan yang begitu besar sehingga banyak perempuan ikut terlibat di kepemimpinan.

Baca juga: Kadafi dan Tiga Saudaranya Tak Lagi di Malahayati dan Altek

"Meski belum semuanya 30% keterwakilan perempuan dalam parlemen atau dalam pemerintahan atau lembaga-lembaga, tapi sudah banyak lembaga media yang memiliki pemimpin-pemimpin redaksi yang semuanya hampir rata-rata diperankan kaum perempuan," terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Besty, banyak perempuan-perempuan di media massa memiliki fungsi-fungsi strategis untuk membuat keputusan yang sangat berat.

Misalnya dalam membentuk opini publik tentang perempuan. Maka perlu kampanye kesetaraan gender dalam mengubah paradigma perempuan yang dilakukan melalui media.

Besty pun menceritakan tentang peran perempuan dan RRI sejak awal berdirinya RRI sejak tahun 1945.

Baca juga: HPN 2025 Kalsel Gelar Seminar Bertemakan Peran Perempuan Sebagai Pondasi Generasi Emas 2045 Indonesia

Menurutnya, perempuan telah berkontribusi besar di berbagai aspek penyiaran. Baik dalam bidang manajerial editorial maupun etnis memproduksi berita perempuan turun ke lapangan turun ke tempat-tempat sulit turun ke tempat bencana banjir.

"Entah itu bencana atau kebakaran. Kebetulan saya pernah mengalami harus meliput bencana tsunami Aceh kemudian juga diberi kesempatan untuk turun di tempat Yogyakarta tahun 2006. Juga bencana di Yogyakarta 2010, perempuan juga diberi kesempatan untuk memproduksi berita yang bisa dinikmati oleh masyarakat luas," ungkapnya.

Tak sedikit juga yang diberi kesempatan sebagai penyiar tentu kalau rata-rata perempuan itu rata-rata penyiar, walaupun ada juga yang lali-laki.

Baca juga: Rusli Bintang Tegaskan Kepemimpinan Malahayati dan Yayasan Altek

"Saya bersyukur menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Kepala Pusat Pemberitaan RRI. Sebelumnya 25 kepala itu semua laki-laki. Di Januari 2024 saya dipercaya untuk menjadi pimpinan tertinggi di RRI," ungkapnya.

Berita Terkini