SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Selepas upacara penghormatan pemenang di nomor lompat jangkit, seorang wanita yang menjadi juara turun dari podium dengan wajah riang di Stadion Tri Lomba Juang, Semarang, Jumat sore 4 Juli 2025.
Hanya beberapa meter melangkah, sekumpulan atlet muda mengadangnya dan minta berswafoto. Dengan penuh keramahan, sesekali tertawa bersama, dia pun melayani semua permintaan.
Baca juga: Bintang FC Pasar Banggi Rembang Juarai Soekarno Cup U-15
Dia adalah Maria Natalia Londa SPd MPd, peraih dua medali emas di Kejuaraan Atletik Tingkat Nasional Jateng Open 2025 yang berlangsung 3-5 Juli di Semarang. Di nomor lompat jangkit, dia mencatatkan lompatan sejauh 13.60 meter. Sebelumnya pada nomor lompat jauh, Maria yang memperkuat Asics Running Club melompat 6.12 meter.
Maria memang menjadi salah satu bintang di Jateng Open. Maklum dia atlet nasional yang menginspirasi lantaran prestasi, dan reputasinya. Dia dikenal sebagai sosok atlet yang tak pernah lelah untuk berlatih dan menempa diri.
Dia mencuri perhatian dan membuat sejarah, ketika meraih emas lompat jauh di Asian Games 2014 di Incheon, Korsel, dengan lompatan 6.55 meter. Dia adalah peraih emas lompat jauh SEA Games 2013, 2015, 2019, dan lompat jangkit SEA Games 2013, dan 2015.
''Akhir tahun ini usia saya sudah 35 tahun. Saya mulai kenal atletik tahun 2000, dan itu berarti selama 25 tahun saya berkecimpung di dunia atletik. Saatnya untuk undur diri. Jika Desember tahun ini, masih diberi kepercayaan tampil di SEA Games Thailand, ini adalah SEA Games terakhir saya,'' kata atlet kelahiran 29 Oktober 1990 itu.
Regenerasi Berjalan
Maria pun mengakui, ingin menutup masa-masa terakhirnya sebagai atlet dengan manis dan penuh kesan. Sebelum gantung sepatu, dia berkeinginan mewariskan ilmunya, agar kelak akan lahir generasi penerus yang lompatan prestasinya jauh melebihi dirinya.
''Saya melihat, penerus saya sudah muncul di Jateng Open. Sudah ada yang melompat sejauh 6.02 meter. Ini artinya gap-nya tak terlalu jauh dan regenerasi sudah berjalan. Tinggal bagaimana stakeholder dan masyarakat memberi kesempatan untuk mewakili Indonesia. Bicara atlet, bukan hanya soal prestasi, tapi juga seberapa banyak kesempatan yang diberikan ke mereka untuk berprestasi,'' ujar ASN di Dinas Pendidikan Provinsi Bali itu.
Baca juga: Tradisi Ambil Air Tuk Sikopyah, Wujud Syukur Warga di Lereng Gunung Slamet
Kepada atlet-atlet muda, Maria sangat berharap untuk tetap berlatih dan mengikuti setiap event yang digelar. Karena setiap event memiliki momen dan story sendiri-sendiri.
''Menurut saya, lompat jauh dan lompat jangkit itu adalah art-nya atau seninya atletik. Karena kita tampil sendiri, di lintasan kita sendiri. Showtime kita. Ini nomor teknik, yang complicated banget latihannya. Ada posisi di dalam, posisi di luar. Tapi begitu kita terjun step by step ke dalamnya, rasa cinta di nomor ini akan bertahan lama,'' kata pemegang rekor SEA Games, rekornas dan PON tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum PASI Jateng Dr Rumini MPd turut mengapresiasi kehadiran Maria Londa di ajang Jateng Open. Mantan atlet nasional sapta lomba itu menilai tampilnya Maria ikut menyuntikkan motivasi para atlet Jateng untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
''Maria Londa dengan nama besarnya akan memacu atlet-atlet junior untuk belajar teknik dari seniornya,'' ujar peraih emas saptalomba SEA Games 1993 dan 1995, dan pemegang rekor SEA Games (1993-1997) itu. (Aji)
