Helo Indonesia

Sambut BorMar 2025, Bank Jateng Friendship Run Dihelat di Dua Kota

Ade - Olahraga
Kamis, 28 Agustus 2025 07:12
    Bagikan  
Sambut BorMar 2025, Bank Jateng Friendship Run Dihelat di Dua Kota

BORMAR: Panpel BorMar Lukminto Wibowo (kiri) saat beraudiensi dengan Walikota Solo,Mas Respati, di Loji Gandrung Solo. Foto: Dok

SOLO, HELOINDONESIA.COM - Gelaran event lari santai bertajuk  Bank Jateng Friendship Run (BJFR) 2025 akan mewarnai acara kampanye lomba lari internasional Borobudur Marathon 2025. Kegiatan fun run tersebut digeber di Kota Solo pada Minggu (14 September 2025) dan Purwokerto pada Minggu (28 September 2025)

BJFR merupakan acara happy run yang diperuntukkan bagi warga masyarakat dan komunitas lari untuk ajang ‘’pemanasan’’ lomba lari Borobodur Marathon (BorMar) yang tahun ini akan berlangsung  16 November 2025 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, kuota peserta BJFR dibatasi 1.000 pelari yang menawarkan rute ikonik kota sejauh 5 km. Oleh panpel, BJFR juga akan dioptimalkan sebagai sarana menumbuhkan sektor ekonomi masyarakat melalui pameran UMKM.

Panpel BorMar Lukminto Wibowo mengungkapkan, sesuai arahan dari Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat beraudiensi, kegiatan BJFR selain mengkampanyekan Borobudur Marathon, juga fokus mendukung spirit Jateng Berdikari dengan menumbuhkembangkan UMKM.

Jateng Berdikari

‘’Makanya agenda fun run dan puncaknya di BorMar adalah semangat Jateng Berdikari. Event lari ini harus menjadi trigger untuk pertumbuhan UMKM,’’ kata Luki, sapaan akrab Luminto, saat dihubungi Rabu 27 Agustus 2025.

Dikatakannya, UMKM yang akan tampil di acara Friendship Run telah dikurasi oleh Bank Jateng dan siap menyemarakkan agenda ini.

Menurut Luki, pihaknya sudah ‘’kulanuwun’’ dengan Walikota Surakata Respati Achmad Ardianto dan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono untuk penyelenggaraan BJFR. Ketika pihaknya beraudiensi, kedua pemimpin daerah tersebut sangat mengapresiasi dan menyatakan support atas event yang bermanfaat menggairahkan budaya lari ini.

‘’Solo dan Purwokerto dipilih karena memiliki profil kota besar, yang punya basis pelaku UMKM yang besar, dunia olahraganya maju, punya komunitas pelari. Ini juga inline dengan peserta Borobudur Marathon yang ternyata banyak yang datang dari Solo dan Purwokerto,’’ bebernya.

Saat bertemu wali kota dan bupati, Luki juga merasakan bagaimana kedua wilayah tersebut ingin menggelar event lari serupa BorMar. Harapannya nuansa BorMar yang sangat digandrungi pelari elit nasional dan internasional ini bisa ‘’nyetrum’’ ke daerah tersebut.

BorMar

‘’Sebenarnya potensi menciptakan event layaknya BorMar tetap ada, asalkan disiapkan secara profesional. Lihat saja,  BorMar 2025 ini pendaftarnya mencapai 50.000-an, namun hanya tertampung 10.000 runners. Slotnya langsung ludes terjual. Lha pelari yang tidak tertampung ini terus kemana? Itu  kan jumlah yang ngeri. Daerah bisa bikin sama, tapi harus melalui kajian menyeluruh seperti letak geografis, sarana akomodasi, pertimbangan jalur transportrasi, dan lain-lain,’’ kata Luki.

Sementara itu, Ketua Yayasan  Borobudur Marathon Liem Chie An juga menyampaikan harapannya agar kegiatan Friendship Run yang berlangsung di dua kota bisa memberikan dampak positif, bagi pertumbuhan ekonomi maupun ajang BorMar.

Menurut dia,  BorMar 2025 bertajuk  ‘’Stride to Glory’’  yang dibagi dalam tiga kategori yaitu 10K, half marathon dan marathon, masih menjadi magnet dengan pendaftar yang membeludak. Hal ini tentu memacu panpel untuk lebih profesional dalam penyelenggaraan. Apalagi event inijuga  baru saja mendapatkan status Elite Label dari World Athletics. (ADE)