SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Suasana haru dan bangga menyelimuti pintu kedatangan Stasiun Tawang, Kota Semarang, Jumat sore 9 Oktober 2026.
Kepulangan Nurisa Dian Ashrifah, srikandi panahan kebanggaan Indonesia yang sukses menyabet medali emas di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026, disambut langsung Kepala Dispora Jateng Aria Chandra Destianto mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, Ketua Umum KONI Jateng Sujarwanto Dwiatmoko bersama jajaran pengurus, serta pihak keluarga.
Baca juga: Sabet Dua Penghargaan di AHI 2026, PTPN I Buktikan Keunggulan Komunikasi Korporasi
Prestasi gemilang ini diraih Nurisa pada nomor Compound Women Individual setelah sukses menaklukkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco. Hebatnya lagi, keping emas ini sekaligus mencatatkan sejarah sebagai medali emas pertama bagi kontingen Indonesia dari cabang olahraga panahan di ajang multi-event terbesar se-Asia tersebut.
"Alhamdulillah, senang banget karena di luar ekspektasi bisa mendapatkan emas di Asian Games ini. Saya bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan," ungkap Nurisa sumringah usai menerima kalungan bunga dari keluarga tercinta.
Perjalanan atlet muda yang juga mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang ini tidak didapat dalam semalam. Kecintaannya pada panahan bermula dari hobi menonton film The Hunger Games saat duduk di bangku SD, yang kemudian diseriusinya lewat ekstrakurikuler sekolah hingga kini berlatih nyaris setiap hari.
Bidik Panggung Olimpiade
Usai menaklukkan panggung Asia, Nurisa sama sekali tidak ingin cepat puas. Gadis asal Semarang ini langsung memasang target baru yang lebih tinggi yaitu merebut tiket Olimpiade Los Angeles (LA) 2028.
"Targetnya semoga bisa main di Olimpiade LA 2028," tegas Nurisa penuh optimisme.
Keyakinan tersebut turut diamini oleh sang pelatih, Permadi Sandra Wibowo. Menurut Permadi, bakat besar dan mental baja Nurisa sudah terlihat sejak tahun lalu, di mana ia sempat bertengger di peringkat keempat dunia pada babak kualifikasi di Madrid, Spanyol.
"Mampu menghadapi lawan-lawan dengan peringkat lebih tinggi, tanpa kehilangan kepercayaan diri," puji Permadi mengenai ketenangan mental anak asuhnya.
Dukungan Pemprov dan KONI Jateng
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jateng, Aria Chandra Destianto menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa ini. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemprov Jateng kini tengah mengusulkan pemberian tali asih atau apresiasi khusus bagi sang juara.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Nurisa. Prestasi ini mengharumkan nama Indonesia dan khususnya Jawa Tengah," ujar Aria.
Dia menambahkan, Pemprov Jateng berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem pembinaan olahraga sejak usia dini, termasuk lewat kompetisi pelajar dan balai pelatihan, demi menjadikan Jawa Tengah sebagai gudang atlet berkelas dunia.
Baca juga: Bedah Science of Sense di Undip, Dosen FTP USM Dorong Inovasi Pangan Berbasis Pancaindra
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum KONI Jateng Sujarwanto Dwiatmoko, mengungkapkan bahwa keberhasilan Nurisa merupakan buah manis dari sistem pembinaan berjenjang yang telah dirintis sejak tahun 2019 silam.
Sujarwanto menilai Nurisa memiliki peluang untuk melanjutkan prestasi ke level yang lebih tinggi. Terlebih, nomor compound yang ditekuninya diharapkan dapat dipertandingkan pada Olimpiade Los Angeles 2028.
"Nurisa berlatih sejak SMP, kemudian SMA, dan sekarang sudah tampil di tingkat internasional. Kami berkeyakinan dia bisa melanjutkan prestasinya," ujarnya.
Dengan tren positif panahan Jateng yang sebelumnya juga mendulang prestasi di PON XXI Aceh-Sumut 2024, pihaknya optimis Nurisa mampu melangkah mulus menuju Olimpiade 2028, terlebih jika nomor compound nantinya resmi dipertandingkan di panggung empat tahunan tersebut. (Aji)