HELOINDONESIA.COM - Konversi motor bensin atau motor berbasis mesin dengan bahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik mulai banyak yang melirik. Selain bahan bakar menjadi irit, perawatannya pun mudah.
Seperti yang dilakukan pemilik akun instagram Gbescoot Kit seperti yang dilihat Heloindonesia pada Minggu (25/6/2023). Hanya bermodalkan tenaga listrik, motor Vespa Sprint Latin buatan tahun 1968, dia hanya hanya menghabiskan uang sejumlah Rp 2.500 untuk menempuh jarak 60 kilometer.
"Sebelum berangkat ke kantor, gw selalu pastiin baterai Vespa dalam kondisi penuh 100%. Jadi malamnya jangan lupa charge ya. Nah, tiap hari perjalanan menuju kantor sekitar 12 kilometer, jd PP kurang lebih 24 kilometer," ujar Gbescoot Kit.
Gbescoot Kit mengklaim kalau vespa listrik miliknya itu sangat hemat banget.
"Cuma ngabisin Rp 2.500 utk 60 kilometer," ujarnya.
Baca juga: Curi Alpukat, Nyawa Melayang Dihajar Massa di Marga Sekampung, Lamtim
Jadi, kata Gbescoot Kit, untuk sekali ngecharge, Vespanya bisa dipakai untuk 2 sampai 3 hari ke depan.
Dengan tinggi 183 cm dan berat badan 94 kg, dia tinggal di rumah daerah pegunungan nan asri.
"Kantor di tengah kota, Vespa pake Sprint Latin’68, udh dikonversi pakai paket speedster," terangnya.
Sayangnya, dia merahasikan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mengkonversi mesin konvensional menjadi mesin listrik.
Yang pasti, jelasnya, dia tidak mempersoalkan berapa jumlah uang yang harus dihabisi untuk membeli mesin kemudian dirakit ke motor tua kesayangannya itu.
"Murah banget kan? Jadi kita bisa saving untuk ongkos bensin yang nilainya ternyata lumayan juga," cetusnya.
Baca juga: Gerindra Jakarta Sebut Pemilu 2024 Pertempuran Terakhir Untuk Menangkan Prabowo Subianto
Dari rumah sampai kantor, ternyata batere sisanya masih banyak banget sekitar 96%. Jadi sejak diisi full cuma berkurang 4% saja.
"Kurang hemat gimana lagi coba? Tapi jangan lupa temen-teman, konsumsi batere itu sangat berpengaruh dari cara riding, berat badan dan kontur jalanan yang dilalui," ujarnya.
Dari penelusuran Heloindonesia, untuk mengkonversi motor berbasis bahan bakar fosil ke motor listrik harus melalui beberapa tahapan yang perlu dilakukan.
Pertama, harus memastikan antara kendaraan yang akan dipakai cocok dengan pemasangan mesin berbasis listrik. Agar terlihat apik dan enak dipandang, perlu juga memperhatikan beberapa faktor. Di antaranya bobot kendaraan, sasis rangka untuk menggendong mesin listrik tersebut dan ruang aman pemasangan komponen listrik.
Kedua, pilih jenis mesin dan tenaga motor yang diinginkan. Dan apa saja kegunaan untuk motor listrik tersebut.
Baca juga: Soal Menculik di Monolog Butet Kartaredjasa Disebut Sindir Prabowo dan Hina Presiden Jokowi
Tentu saja dengan semakin besar tenaga listrik yang akan dihasilkan motor bateraimu cepat ngacir. Kalau motormu hanya untuk belanja atau muter-muter di lingkungan terdekat, body rangka dan mesin berukuran kecil yang dibutuhkan.
Ketiga, setelah mesin yang diinginkan sudah didapat, lakukan pembongkaran mesin asli dengan mesin listrik yang baru.
Beberapa komponen yang tidak dibutuhkan dan membebani body kendaraan harus dibongkar dan dicopot. Terutama di bagian mesin yang berkaitan dengan penggerak roda. Di antaranya, mesin pembakaran internal, tangki bahan bakar, sistem knalpot dan komponen lainnya yang berkaitan.
Keempat, pasang mesin listrik di tempat mesin sebelumnya. Pastikan mengikuti instruksi produsen motor listrik dan pastikan koneksi listrik dengan benar.
Kelima, tentukan ukuran dan jenis baterai yang sesuai dengan kendaraan. Pasang baterai dengan benar dan pastikan koneksi listrik aman dan terlindungi.
Baca juga: 9 Tips Pola Makan dan Gaya Hidup yang Dapat Meminimalisir Jejak Karbon Anda
Keenam, Diperlukan memasang sistem pengisian baterai yang efisien dan aman. Ini bisa berupa pengisian langsung melalui kabel atau menggunakan charger eksternal.
Ketujuh, pemasangan instalasi pengendalian dan sistem manajemen energi untuk mengontrol motor listrik dan baterai karena berpengaruh pada kecepatan, pengendalian arus, sistem pengereman regeneratif dan sebagainya.
Kedelapan pastikan kendaraan dilengkapi dengan sistem pendingin yang memadai untuk menjaga suhu motor listrik dan baterai dalam batas aman saat mesin penggerak berjalan.
Kesembilan,penambahan sistem listrik lainnya yang diperlukan untuk memfungsikan lampu, klakson, dan sistem elektronik lainnya sesuai dengan kebutuhan.
Kesepuluh, setelah semua komponen terpasang, lakukan pengujian menyeluruh untuk memastikan bahwa konversi mesin bensin ke listrik berjalan mulus.
Perhatikan performa kendaraan, jarak tempuh, dan sistem listrik secara keseluruhan. Selain itu, pastikan untuk melakukan pemeliharaan berkala pada motor listrik dan baterai.