Antusiasme Warga Meningkat, Kampung Prancis Hadirkan Ruang Belajar Bahasa dan Budaya di Kota Metro

Rabu, 8 Juli 2026 09:50
Antusiasme masyarakat terhadap Kampung Prancis (Village Français) di Kota Metro

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----Antusiasme masyarakat terhadap Kampung Prancis (Village Français) di Kota Metro terus meningkat. Komunitas pembelajaran bahasa dan budaya Prancis tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dari berbagai kalangan untuk belajar bahasa asing sekaligus mengenal budaya lintas negara melalui berbagai kegiatan yang terbuka dan tidak dipungut biaya.


Suasana belajar yang interaktif menjadi salah satu daya tarik Kampung Prancis. Peserta tidak hanya mempelajari kosakata dan percakapan dalam bahasa Prancis, tetapi juga dikenalkan pada budaya melalui praktik memasak makanan khas, diskusi budaya, hingga interaksi langsung dengan penutur asli Prancis.

Pendekatan tersebut membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan dan mudah dipahami.Dra. Sainah Asriyani, M.Pd., selaku koordinator sekaligus penyedia sekretariat Kampung Prancis, mengaku mulai terlibat setelah bertemu rombongan Kampung Prancis yang mengunjungi Blok Kaledonia di Desa Totokaton pada 2022.


Menurutnya, pengalaman tersebut membuka pemahaman bahwa bahasa menjadi sarana untuk mengenal sejarah, budaya, dan masyarakat dari negara lain.


“Menguasai bahasa merupakan jendela untuk memahami budaya suatu bangsa karena kita bisa membaca buku-buku berbahasa Prancis. Ditambah lagi, bahasa Prancis merupakan bahasa PBB, jadi tidak ada ruginya menguasai bahasa,” ujarnya.


Menurut Sainah, kehadiran pengajar dan penutur asli Prancis juga memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta. Interaksi secara langsung mendorong masyarakat lebih berani menggunakan bahasa asing serta menghilangkan rasa canggung saat berkomunikasi dengan warga negara lain.


“Sering bertemu orang Prancis membuat saya lebih percaya diri dan tidak lagi merasa minder dengan orang asing. Ternyata, para pengajar yang berasal dari Prancis juga sangat baik,” katanya.


Selain meningkatkan kemampuan berbahasa, Kampung Prancis juga menghadirkan ruang pembelajaran lintas budaya. Salah satunya melalui kegiatan International Community Service (ISC) yang melibatkan mahasiswa dari Indonesia, Prancis, Madagaskar, dan Mesir.

Kegiatan tersebut mempertemukan peserta dengan beragam budaya sehingga menumbuhkan sikap saling menghargai di tengah perbedaan.


Berbagai pengalaman tersebut membuat Kampung Prancis tidak hanya menjadi tempat belajar bahasa, tetapi juga wadah memperluas wawasan dan membangun kepercayaan diri masyarakat. Kehadirannya diharapkan dapat terus berkembang agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan belajar bahasa dan budaya asing serta memperluas jejaring internasional.( Rls/Hajim).

Berita Terkini