K9 Polres Purbalingga Diterjunkan , Lacak Lansia Pikun yang Hilang Misterius di Hutan

Rabu, 8 Juli 2026 15:30
Anjik pelacak (K9) Polres Purbalingga saat diterjunkan untuk melacak keberadaan kakek Museni di hutan

PURBALINGGA, HELOINDONESIA.COM - Enam hari sudah Museni (72), seorang lansia asal Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, dinyatakan hilang. Guna mempercepat pencarian, Polres Purbalingga menerjunkan Unit Satwa (K9) untuk melacak jejak keberadaan korban yang diduga tersesat di dalam hutan.

Anjing pelacak berkemampuan khusus tersebut dikerahkan untuk menyisir area pemukiman warga sebelum akhirnya masuk jauh ke dalam rimbunnya hutan desa setempat.

Baca juga: Saatnya Aldi Satya Mahendra Beraksi Lagi, Berburu Poin Penting di Misano

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Mbah Museni dilaporkan hilang sejak Rabu 1 Juli 2026. Dia terakhir kali terlihat berjalan kaki menuju area perkebunan di sebelah utara lapangan desa. Pihak keluarga menduga korban tersesat masuk ke dalam hutan karena kondisi kesehatannya yang sudah mengalami kepikunan.

Kasat Samapta Polres Purbalingga, AKP Tri Haryanto, menjelaskan bahwa begitu menerima laporan kehilangan, pihaknya langsung bergerak cepat menerjunkan personel Unit Satwa beserta anjing pelacak demi memperkuat tim SAR gabungan.

"Kami menerjunkan Unit K9 untuk mendukung pencarian menggunakan anjing pelacak, untuk menyisir pemukiman dan hutan desa setempat guna mendeteksi jejak keberadaan lansia yang dilaporkan hilang," ujar AKP Tri Haryanto saat memberikan keterangan pada Selasa sore 7 Juli 2026.

Anjing pelacak digunakan menyisir pemukiman hingga masuk ke dalam hutan untuk mencari keberadaan lansia tersebut.

Disampaikan dia, dalam pencarian, Unit K9 Polres Purbalingga bergabung bersama tim SAR gabungan dari BPBD Purbalingga, Basarnas Cilacap, Polsek Karangmoncol, Koramil Karangmoncol, serta relawan dan masyarakat setempat yang ikut terlibat dalam pencarian.

"Hasil pencarian hingga hari ini, lansia yang dilaporkan hilang belum ditemukan. Kami memastikan pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh potensi yang ada," jelasnya.

Kasat Samapta menambahkan bahwa kendala pencarian di antaranya vegetasi hutan yang rapat, jalur terjal, serta minimnya saksi mata. Tim juga sudah menggunakan drone untuk memantau jalur berisiko di area pencarian namun belum ada hasil.

"Pencarian masih akan dilakukan tim gabungan dengan harapan lansia tersebut bisa segera ditemukan," pungkasnya. (Aji)

Berita Terkini