KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Kabupaten Kendal didapuk untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Praktik Baik Audit Kasus Stunting Indonesia (Petik Aksi) III yang digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat secara daring dan luring, Senin 2 Oktober 2023.
Pemerintah Kabupaten Kendal dan Kabupaten Solok, Sumatera Barat secara bergantian memberikan paparan terkait praktik baik dalam penanganan stunting yang diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi daerah lain di seluruh Indonesia untuk menurunkan angka prevelensi stunting.
Baca juga: Trending! Dokumenter Ice Cold Coffee and Jessica Wongso di Netflix
Pemaparan Petik Aksi III dari Pemerintah Kabupaten Kendal disampaikan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kabupaten Kendal, Albertus Hendri Setyawan, Tim Pakar Audit Kasus Stunting (AKS) Yulia Susanti dan Dokter Spesialis Anak RSUD dr H Soewondo Kendal, Erni Dyah Kaswindiarti.
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Nopian Andusti mewakili Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo memberikan sambutan menyampaikan, selamat dan penghargaan kepada dua Kabupaten, yakni Kendal dan Solok yang terpilih untuk menyampaikan praktik baik audit kasus stunting.
"Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terkait yang telah melaksanakan audit kasus stunting tahun 2023," ujarnya.
Perlu Komitmen
Dia menekankan, bahwa pelaksanaan audit stunting memerlukan perhatian dan komitmen bersama dan sungguh-sungguh dari seluruh pihak.
Baca juga: Bertabur Bintang, 6 Drama Korea Tayang di Bulan Oktober 2023
"Koordinasi dengan semua pihak terkait termasuk tim pakar dan bantuan pihak swasta juga sangat diperlukan agar kalender audit kasus tentang tahun 2003 dapat dilaksanakan," tandas Nopian Andusti.
Petik Aksi III ini merupakan penajaman dan berbagi praktik baik pelaksanaan audit kasus stunting dari kabupaten/kota terpilih kepada kabupaten/kota yang bertujuan sebagai wahana pembelajaran dalam penanganan kasus beresiko atau kasus balita stunting agar tidak muncul lagi resiko yang serupa.
Kepala DP2KBP2PA Kendal, Albertus Hendri Setyawan mengaku bangga lantaran apa yang sudah dilakukan Pemkab Kendal dalam mengintervesi kasus stunting mendapatkan apresiasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat.
"Tentunya menjadi kebahagiaan kami mendapatkan kesempatan menjadi narasumber di Petik Aksi III yang diikuti seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia," kata Albertus Hendri Setyawan.
Menurutnya, terpilihnya Kabupaten Kendal untuk membagikan praktik baik penanganan stunting karena adanya kasus-kasus unik dan menarik yang berhasil ditangani Pemkab Kendal.
"Ada baduta stunting, yang mana ibunya itu mengalami keterbelakangan mental, mungkin ini jarang dijumpai. Nah jadi Pemerintah Pusat itu tertarik bagaimana penanganannya di Kabupaten Kendal," terangnya.
Sebelumnya dalam paparannya, Kepala DP2KBP2P menyampaikan, ada beberapa inovasi yang dilaksanakan dalam penanganan kasus stunting di Kabupaten Kendal. Diantaranya program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) dan CSR stunting secara masif dan berkelanjutan, program Gerakan Sedulur (Sehari Dua Telur) Gerakan sehari makan dua telur yang dimulai dari TPPS Kabupaten, Kecamatan Desa/kelurahan.
"Kemudian ada inovasi Sebunting (Sedekah Bulanan Penanganan Stunting) yaitu pemberian sedekah berupa bantuan makanan untuk sasaran Audit Kasus Stunting (AKS). Pemberian Beras PROVIT dari BKKBN untuk keluarga dengan status stunting," terang Albertus.
Ditambahkan, inovasi lainnya yaitu Kebal Stunting (Kelas Balita Stunting), yakni pemberian edukasi penimbangan ulang kasus stunting, serta pemberian PMT bagi balita stunting, inovasi program "Joko Ting Ting" (Jogo Tonggo Kasus Stunting), pendampingan pengasuhan tetangga secara bergantian terhadap anak dengan kasus stunting yang tidak bisa diasuh oleh orang tua/keluarga dengan pemberian PMT.
"Kita juga menunjuk publik figur sebagai Duta Stunting dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kendal," pungkasnya. (Anik)
