Helo Indonesia

Alami Kelangkaan Pupuk, Ini Komitmen Ganjar di Depan Ribuan Petani Demak

Rabu, 3 Januari 2024 07:29
    Bagikan  
Alami Kelangkaan Pupuk, Ini Komitmen Ganjar di Depan Ribuan Petani Demak

Ganjar Pranowo menyatakan komitmen membantu petani saat mengunjungi Demak

DEMAK, HELOINDONESIA.COM - Kedatangan Ganjar Pranowo di Desa Wilalung, Kecamatan Gajah, Demak, Selasa (2/1/2024), mendapatkan sambutan sekitar seribu lebih petani di Kabupaten Demak. Capres nomor urut 3 itu berkomitmen akan menambah kuota pupuk khusus petani untuk mengatasi kelangkaan saat ini.

Ganjar tiba di lokasi disambut petani dengan memberikan caping. Selanjutnya, mantan Gubernur Jawa Tengahdua periode itu melayani permintaan salaman dan berswafoto, untuk kemudian berdialog dengan petani.

Baca juga: Pj Gubernur Dampingi Jokowi Serahkan Bansos untuk 1.000 Warga Cilacap

Ada seribu lebih petani yang antusias mengikuti dialog. Mereka curhat ke Ganjar, mulai dari air irigasi, kelangkaan pupuk hingga utang kredit usaha rakyat (KUR) untuk modal tanam.

Menurut Ganjar, pupuk sudah menjadi kebutuhan pokok petani dalam berproduksi. Sehingga, pemerintah harus menyediakan pupuk sesuai dengan kuota yang dibutuhkan petani.

“Maka Ganjar-Mahfud berkomitmen negara harus memenuhi kebutuhan pupuk petani,” ujarnya.

Salah satunya adalah dengan mendirikan pabrik pupuk. Untuk distribusinya, akan dilakukan melalui satu data KTP Sakti.

“Biar juga tepat sasaran, nanti pendataan hanya pakai KTP. Ya, KTP Sakti,” tuturnya.

Pemutihan Utang

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menyampaikan soal program pemutihan utang bagi petani.

“Kemarin nelayan, nah sekarang ini untuk petani. Kemarin saya buka datanya petani, kita hitung untuk kredit macet kurang lebih angkanya Rp 600 miliar,” ujar Ganjar.

Baca juga: Redanya Stigma Negeri Begal, Wisatawan Luar Daerah Berdatangan

Dari angka itu, menurut Ganjar, bisa dilakukan pemutihan. Sehingga petani merasa terbantu terutama mereka yang mengambil KUR.

“Karena petani merasa kesulitan, maka kita akan hapus (pemutihan) yang kurang lebih Rp 600 miliar itu,” paparnya.

Sementara itu, Adi Leo Saputra, salah satu petani mengaku bahwa program Ganjar berpihak pada petani. Baik soal pupuk hingga pemutihan utang.

“Kami dukung Pak Ganjar sepenuhnya karena programnya bagus untuk petani,” tandasnya. (Aji)