HELOINDONESIA.COM - Desa Sembilangan, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur digemparkan dengan suara ledakan petasan hingga melukai tiga orang dan seorang meninggal, Jumat (19/4/2024) malam.
Diketahui korban meninggal adalah seorang warga berinisial SA dan tiga orang mengalami luka-luka parah adalah SA (21), MT (26) dan RS (31), semuanya warga setempat.
Selain menewaskan SA ledakan juga melukan RS sepupu SA dan MT, keduanya menderita luka bakal 30 hingga 50 persen.
Sedangkan korban meninggal sudah langsung dimakamkan pada Jumat malam setelah petasan meledak.
Sementara korban ledakan diketahui adalah kakak beradik yang tinggal di rumah tersebut, diduga ketiganya berada di dalam rumah saat terjadi ledakan itu.
Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan peristiwa itu terjadi malam hari salah satu di antara para korban hendak menggelar hajatan pernikahan.
Hajatan pernikahan itu akan digelar pada, Minggu (21/4/2024), sementara petasan itu rencanya akan dijadikan hiburan atau 'pesta' yang sering menjadi tradisi di daerah itu.
Baca juga: Hanya Terjadi Di Bangkalan Madura, Karena Salah Faham, Lima Orang Terlibat Carok, Empat Tewas
Di desa itu memang ada tradisi membuat petasan saat hajatan pernikahan, yang kemudian dinyalakan untuk menyambut tamu di hari pesta pernikahan nanti.
Namun sayangnya sebelum acara pesta pernikahan berlangsung tiba-tiba petasan meledak, bahkan bunyi petasan sampai terdengar hingga dua km.
Belum diketahui dengan pasti ledakan itu terjadi pada saat sedang meracik petasan atau sudah membeli petasan kemudian disimpan dan meledak.
Baca juga: Tak Lama Tiba di Madinah Jemaah Haji asal Gresik dan Bangkalan Meninggal Dunia
Diperoleh keterangan mengungkapkan jika petasan itu diduga diracik oleh korban meninggal berninisal SA (21), dia membuat petasan karena kakaknya hendak menikah Minggu (21/4/2024)
Sementara menurut informasi lain di dalam rumah itu menyimpan banyak petasan yang dibeli untuk digunakan dalam 'pesta' pernikahan dari salah satu korban.
Akibat ledakan itu seluruh bangunan rumah hancur dan porak poranda, bagina genting yang menjadi atap seluruhnya semburat kemana-mana.
Baca juga: Warga Diminta Jangan Bunyikan Petasan saat Malam Tahun Baru
"Kami masih melakukan penyelidikan, terkait petasan apa dirakit sendiri atau membeli. Ini kami masih melakukan pengembangan," ujar Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya, seperti dilansir laman humas.polri.go.id, Sabtu (20/4/2024).
Kapolres AKBP Febri turun langsung ke TKP kejadian pada Jum’at malam kemarin bersama tim Gegana Brimob Polda Jatim dan langsung mensterilkan TKP kejadian untuk dilakukan olah TKP.
Saat di TKP semalam, AKBP Febri menjelaskan jika kondisi di lapangan kurang memungkinkan, akhirnya petugas melanjutkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Sabtu (20/4/2024).
Baca juga: Geger Ledakan di Markas Brimob Jalan Raya Gresik Diduga Mortir Sisa Perang
"Karena bangunan takut roboh, Sementara penyelidikan kami dihentikan dan dilanjutkan besok (Sabtu ini). Tapi teman-teman Reskrim bersama tim Brimob Polda Jawa timur, sementara telah mendapatkan barang bukti, berupa serpihan mercon dan gulungan kertas sebagian pembungkus petasan sudah diamankan," tambah AKBP Febri.
Saat ini, tim gabungan dari Polres Bangkalan dan Gegana Brimob Polda Jatim masih mendalami dan menyelidiki insiden yang menimbulkan korban jiwa ini, termasuk memeriksa barang bukti yang ada di lokasi, dan para warga yang mengetahui kejadian ini. **
