Helo Indonesia

Kemenkes Nobatkan Rembang Jadi Pembina Terbaik Program Keamanan Pangan Olahan Siap Saji

Jumat, 13 Desember 2024 07:34
    Bagikan  
Kemenkes Nobatkan Rembang Jadi Pembina Terbaik Program Keamanan Pangan Olahan Siap Saji

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat menerima penghargaan dari Kemenkes

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Menteri Kesehatan Republik Indonesia (RI) Budi Gunadi Sadikin memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang. Pemkab Rembang dinobatkan sebagai Pembina Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota dalam Program Keamanan Pangan Olahan Siap Saji.

Penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, kepada Bupati Rembang Abdul Hafidz. Penyerahan dilakukan di The St. Regis Jakarta, Rabu (12/12/2024), dengan disaksikan oleh istri Bupati Hj. Hasiroh Hafidz, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dr. Ali Syofi'i, dan jajaran pemerintah daerah lainnya.

Baca juga: Sendratari dan Penampilan Manis Fanny Soegi di Peluncuran Jawa Tengah Calendar of Events 2025

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, dr. Ali Syofi’i, melalui Subkor Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga, Al Furqon, menyampaikan bahwa hanya dua daerah di Jawa Tengah yang menerima penghargaan ini, yaitu Rembang dan Brebes. Penghargaan tersebut terasa istimewa karena merupakan kali pertama diraih oleh Pemkab Rembang.

“Penghargaan ini terbilang mengejutkan karena penilaiannya dilakukan secara ‘silent’ (diam) oleh Kementerian Kesehatan, berbeda dengan mekanisme penilaian lomba atau penghargaan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, penilaian didasarkan pada pelaporan kegiatan pembinaan wilayah kerja. Pelaporan dilakukan melalui e-Monev dan diterima langsung tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga oleh Kementerian dan bahkan pihak Kepresidenan.

“Kegiatan kami di lapangan meliputi pembinaan sektor pangan olahan siap saji. Pembinaan dilakukan kepada pengusaha katering, restoran, hingga pedagang kaki lima,” jelasnya.

Baca juga: Ika USM Gelar Job Fair 2024 untuk Alumni dan Umum

Ia menambahkan, setiap petugas sanitarian di Puskesmas bertugas melakukan pembinaan secara langsung dari satu tempat ke tempat lainnya, seperti katering hingga warung. Setelah memenuhi syarat, hasil pembinaan tersebut dilaporkan melalui sistem pelaporan elektronik yang terhubung langsung ke Kementerian Kesehatan. (Aji)