HELOINDONESIA.COM - Seorang siswi berusia 15 tahun di negara bagian Wisconsin, Amerika Serikat, menembaki kawan-kawan dan gurunya di kelas sebelum akhirnya bunuh diri. Selain pelaku, dua orang lainnya tewas yaitu seorang murid dan guru, sementara enam siswa terluka.
Seperti diberitakan Reuters, insiden ini terjadi pada Senin (16/12) sebelum pukul 11.00 waktu setempat di Abundant Life Christian School, kota Madison.
Pelaku adalah seorang siswa bernama Natalia Rupnow alias Samantha. Polisi mengatakan, Rupnow menembaki sebuah kelas selang tiga jam setelah pelajaran dimulai dengan sebuah pistol tangan.
Setelah melancarkan aksinya, Rupnow menembak dirinya sendiri hingga tewas. Dua orang meninggal dunia, yaitu guru dan seorang siswa remaja.
Dua orang yang terluka dalam keadaan kritis dengan luka yang mengancam nyawa. Korban luka lainnya adalah seorang guru dan tiga siswa yang mengalami luka-luka, namun tidak parah.
Juru bicara sekolah tersebut, Barbara Wiers, mengatakan ketika penembakan terjadi para siswa langsung mengunci ruang kelas mereka. Sebelumnya, mereka memang telah menjalani pelatihan jikalau terjadi penembakan.
"Mereka jelas-jelas takut ... mereka mendengar 'lockdown, lockdown' tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi," kata Wiers.
Panggilan 911 sendiri dilakukan oleh seorang siswa berusia 7 atau 8 tahun.
Setelah situasi aman, para siswa dikumpulkan di tempat evakuasi untuk bertemu orangtua mereka yang telah dikabarkan.
Kepala polisi Kota Madison, Shon Barnes, mengatakan penyelidikan tengah dilakukan dengan mengumpulkan informasi orang tua pelaku. Sampai saat ini, motif dan muasal senjata pelaku masih belum diketahui.
"Saat ini kami tidak tahu alasan mengapa dia melakukan kejahatan ini," kata Barnes.
Penembakan massal di sekolah telah menjamur di AS, membuat masyarakat memaksa pemerintah menegakkan kebijakan pengendalian senjata.
Tahun ini terdapat 322 penembakan di sekolah Amerika, berdasarkan situs K-12 School Shooting Database. Ini adalah rekor kedua penembakan sekolah terbanyak di AS sejak penghitungan dimulai pada 1966. Rekor terbanyak terjadi tahun lalu dengan 349 penembakan di sekolah.***