Helo Indonesia

Harga Anjlok, Petani Singkong Lampung Timur Ancam Tutup Pabrik

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Senin, 23 Desember 2024 15:26
    Bagikan  
Harga Anjlok, Petani Singkong Lampung Timur Ancam Tutup Pabrik
Helo Lampung

Warga Lampung Timur Aksi/Foto: Khairuddin

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Petani ubi kayu Kabupaten Lampung Timur mengancam akan menutup sejumlah pabrik tapioka daerah itu menyusul anjloknya harga bahan baku tepung tapioka itu selama ini. Akibat rendahnya harga tersebut, petani merugi jutaan.

Hal itu ditegaskan Maradoni saat memimpin aksi damai di halaman kantor bupati setempat Senin (23/12). Unjuk rasa yang melibatkan seribu lebih petani singkong dengan mengendarai puluhan truk, traktor dan kendaraan roda empat serta roda dua tiba di halaman kantor bupati sekitar pukul 10.00. Guna mengantisipasi tindakan anarkis, ratusan personil Polri dan TNI dikerahkan termasuk sejumlah kendaraan taktis seperti water canon milik polres setempat.

undefined

Dalam orasinya, Maradoni yang juga ketua paguyuban petani singkong Lampung Timur menyampaikan sejumlah tuntutan diantaranya, Pemkab Lampung Timur dan DPRD memperjuangkan harga singkong kisaran Rp1.890 perkilo. Selama ini, harga komoditas itu tak lebih Rp1.000 per kilo. Lalu, agar pemerintah dan dewan menurunkan repraksi atau potongan timbangan maksimal 10 persen. Selama ini petani juga menjerit karena potongan mencapai 30 persen.

Tuntutan lain, pemiab dan dewan hendaknya menertibkan praktik pungli di lingkungan pabrik. Kemudian, pemerintah dapat mengendalikan pupuk yang selama ini kerap menyulitkan pupuk.
"Apabila pemerintah dan dewan tidak mampu memenuhi tuntutan ini, kami petani singkong Lampung Timur dengan tegas akan menutup semua pabrik yang ada,"ujar aktivis kemanusiaan itu.

undefined

Anjloknya harga singkong saat ini, ribuan petani sangat dirugikan dan biaya operasional tak sebanding dengan hasil yang didapat. Akibatnya, tak sedikit petani terlilit hutang dan tak mampu memenuhi kebutuhan keluarga.
"Petani singkong selama ini sangat terzolimi dan tak dapat lagi memenuhi kebuyuhan keluarga dan biaya pendidikan," tegasnya.

Oleh sebab itu, sebelum petani anarkis atau mengambil tindakan lain, mereka minta pemerintah segera menetapkan harga yang berpihak ke petani serta memudahkan petani menjual hasil panen singkong mereka.
"Petani tidak bermaksud membeli mobil mewah dan membangun rumah mewah. Tapi dengan harga yang sesuai, itu sudah cukup untuk menghidupi keluarga,"pungkas Maradoni.

Bupati Dawam Rahardjo yang hadir di tengah-tengah pengunjuk rasa mengaku prihatin anjloknya harga ubi kayu saat ini. Oleh sebab itu, diapun setuju jika pemerintah secepatnya menetapkan harga yang berpihak ke petani.
"Saya juga sebagai petani singkong sangat prihatin atas harga saat ini. Kita semua berharap, pemwrintah secepatnya mengambil langkah," tegas orang nomor satu di Lampung Timur itu.
(Khairuddin)