LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Muncul kericuhan antarwartawan, Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Mesuji Aan Setiawan mengatakan sepertinya lebih baik ditiadakan saja dana publikasi tahun 2025 di kabupatennya.
Alasan dia, para wartawan saling ingin mendapatkan nilai kerja sama paling besar sehingga memunculkan ketidakharmonisan antarwartawan. "Jika saling mau menang sendiri, lebih baik ditiadakan saja dana publikasi," ujarnya.
Aan meminta kepada Pemerintah dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Mesuji agar meniadakan dana publikasi untuk tahun 2025 jika hanya menimbulkan keributan antarwartawan.
Dia mengaku prihatin melihat kondisi belakangan ini. Sejak tahun 2015 sampai 2021, dana publikasi yang dianggarkan Pemkab Mesuji dan aparat desa tidak ada masalah, aman-aman saja, para wartawan saling menghormati.
Sejak tahun 2022 sampai 2024, antarwartawan mulai muncul saling ingin mendapatkan nilai kerja sama yang lebih besar dari yang sudah dianggarkan Pemkab dan APDESI sehingga terjadi keributan antarwartawan.
"Kita malu dengan kabupaten lain, antarwartawan Kabupaten Mesuji jadi ribut gara-gara saling mengedepankan egonya untuk mendapatkan nilai kerja sama paling besar," pungkas Aan. (Sasa)
-
