LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Sejumlah trotoar tak mampu mengakomodir limpahan hujan deras di beberapa titik jalan utama di Kota Bandarlampung, termasuk trotoar yang baru dibangun di Jl. Wolter Mongonsidi, Pengajaran, Kecamatan Telukbetung Utara.
Di jalan tersebut, air hujan deras dari arah tanjakan kawasan Hotel Emersia keluar dari trotoar meluber hingga ke jalan simpang tiga depan Bank Lampung hingga menuju ke arah depan Advertising Pelangi.

Di depan Rumah Sakit (RS) Hermina Lampung, Jl. Tulangbawang, Enggal juga trotoarnya tak mampu menampung limpasan air hujan deras lebih dari satu jam. Di pertigaannya, banjir lumayan dalam genangannya.
Di jalan beberapa kecamatan, air juga meluber dari trotoar. "Drainase Kota Bandarlampung harus dibenahi total agar tak meluber yang sebagian besar wilayahnya di atas permukaan laut," kata Hariyadi, S.T.P, M.T.
Alumni Pasca Sarjana Teknik Lingkungan ITB yang tergabung dalam alumni lintas angkatan Renegades Faperta Unila ini mengatakan selain infrastruktur trotoar yang tak mampu menampung hujan juga perlu pengelolaan yang benar agar drainase mengalir lancar.
"Sepengelihatan saya yang tampak terlihat setiap tahunnya hanya pembuatan trotoar dan perbaikan jalan, tak ada kegiatan pemeliharaan saluran got atau gorong-gorong, pembuatan embung, dll," ujarnya, Senin (6/1/2024).
Seharusnya, PU juga memperhatikan upaya penyelesaikan masalah banjir yang terus menerus terjadi di kota ini. Drainase trotoar wajib dipelihara, minimal secara rutin dibersihkan dari sedimentasi dan akumulasi sampah yg memperkecil efektifitasnya, kata Haryadi.
Ada timnya juga, kata dia. Di Jakarta, Ahok pernah membentuk Pasukan Kuning sebagai tenaga serbaguna yang membersihkan sampah di sungai dan saluran drainase, perbaikan kecil-kecilan/ tambal tanggul/trotoar rusak/pengecatan, dll.
"Sudah bertahun-tahun tak ada upaya rutin pemeliharaan dan perbaikan drainase, saya ingat terakhir perbaikan saluran drainase zaman Wali Kota Soeharto, tanggul-tanggul sungai (termasuk di pengajaran) diperkuat sampai ke arah Bumi Waras," katanya.
Menurut Iskandar Zulkarnaen dari Renegades Faperta Unila, dulu, kiri dan kanan jalan protokol Kota Bandarlampung ada trotoar dan parit terbuka. Kemudian, jalan diperlebar, trotoar naik ke atas parit, parit ditutup permukaannya untuk trotoar.
Dua hari ini, Minggu sore (5/1/2024) dan Senin siang (6/1/2025), Kota Bandarlampung kembali banjir hampir merata pada sejumlah titik yang memang telah langganan banjir setiap hujan deras lebih dari satu jam.
Pantauan Helo Indonesia, Senin (6/1/2024), pukul 12.00 WIB, banjir terjadi di Enggal (depan RS Hermina), Jl. Sam Ratulangi (samping Korem Garuda Hitam), Jalur 2 Waykandis, Jagabaya, Waylunik, Kalibelau Kencana Sukabumi, dll.
Minggu (5/1/2025), pukul 16.40 WIB, banjir juga terjadi di Lampung Baru sekitar SMPN 8 dan SMA Fransiskus, belakang Universitas Bandar Lampung, dan beberapa wilayah di Kecamatan Rajabasa. (Miki)
