Helo Indonesia

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Kampanyekan Stop Bullying di Panti Asuhan YBMI Semarang

Selasa, 7 Januari 2025 06:59
    Bagikan  
Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Kampanyekan Stop Bullying di Panti Asuhan YBMI Semarang

Kegiatan kampanye Stop Bullying oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi USM pada panti asuhan di Tembalang

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (Ilkom USM) menggelar Kampanye dengan tema ''Suara Tanpa Luka : Stop Bullying, Dukung Kesetaraan'' di Yayasan Panti Asuhan Bun-Yanun Marsus Indonesia (YBMi), KecamatanTembalang, Kota Semarang, pada Senin 6 Januari 2025.

Kegiatan yang diikuti 36 anak panti asuhan itu mendatangkan dua narasumber yaitu dari Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM, Dendi Agung Surya Utama, dan dosen Psikologi USM, Feti Pratiwi SPsi MPsi Psikolog.

Baca juga: Demi Moore Syok Setelah Memenangkan Penghargaan Aktris Terbaik di Golden Globes

Ketua Panitia, Muhammad Syukron mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan terkait kesadaran terhadap bullying dan pentingnya mendukung kesetaraan.

Melalui kampanye tersebut, dia berharap, dapat menciptakan lingkungan yang bebas dari bullying, menanamkan nilai-nilai kesetaraan sejak dini, serta memberikan dampak positif bagi anak-anak panti asuhan dalam membangun kesadaran akan pentingnya menciptakan hubungan sosial sehat.

''Kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan supaya edukasi tentang perundungan atau bullying dapat tersebar luas dan anak-anak dapat lebih percaya diri, saling mendukung, serta menciptakan budaya kesetaraan yang bebas dari diskriminasi,'' kata Muhammad Syukron.


Sangat Penting

Hal senada diungkapkan Feti Pratiwi. Menurutnya, kampanye tentang bullying sangat penting agar masyarakat peka terhadap dampak negatif perundungan.

''Kampanye tentang bullying seperti ini perlu terus dilakukan supaya masyarakat, khususnya generasi muda, semakin peka terhadap dampak negatif bullying, menghargai perbedaan, dan mendorong terciptanya lingkungan sosial yang setara bagi semua,'' ungkap Feti.

Kegiatan tersebut diakhir dengan penyerahan plakat kepada Panti Asuhan Bun-Yanun Marsus Indonesia, pembagian hadiah kepada anak panti yang menjawab pertanyaan, dan foto bersama. (Aji)