Helo Indonesia

Hingga H+5, Wong Cilik Masih Menderita Akibat Banjir di Bandarlampung

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Selasa, 21 Januari 2025 13:51
    Bagikan  
BANJIR
Helo Lampung

BANJIR - Wong cilik masih menderita akibat banjir (Foto Hajim/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Sebagian besar rakyat yang menderita akibat banjir besar di Kota Bandarlampung. Hingga+5, mereka masih harus bersih-bersih lumpur, perabotan rusak, termasuk kompor bahkan ada anak yang tak sekolah akibat seragamnya hanyut. 

Di kawasan Pasar Ambon, Telukbetung, masih ada air lumpur yang menggenangi lorong-lorong permukiman akibat mampetnya drainase. "Banyak yang ngasih bahan makanan, susah masaknya, kompor rusak kena banjir," kata Anwar Punduh. 

Ibu-ibu mengeluh lelah dan lapar, Senin malam (20/1/2025). Selasa pagi (21/1/2025), warga akhirnya berinisiatif gotong royong buka dapur umum di Gang Kampung Baru Masjid, Waylunik untuk korban banjir Lingkungan I RT 15 A dan 15 B, Kecamatan Panjang, Selasa ( 22/1/2025).

Baca juga: H+4, Sampah Lumpur dan 11.223 Warga Masih Terdampak Banjir di Balam

Lurah Waylunik Doddy mengatakan warga berinisiatif membuka dapur umum sederhana karena hingga H+5, sebagian besar warga masih kedinginan dan kelaparan akibat banjir setinggi 3 meter yang menenggelamkan rumah mereka di Waylunik, Jumat (17/1/2025).

Menurutnya, pemukiman warganya memang tidak jauh dari aliran Sungai Way Lunik ditambah air turun dari Jalan Raya Soekarno Hatta. "Kejadiannya begitu cepat sampai kami tak sempat menyelamatkan barang masing-masing, termasuk sepeda motor dan mobil," kata seorang warga setempat.

undefined

"Makanya, begitu warga berinisiatif buka dapur umum, masyarakat sangat terbantu untuk menganjal lapar dan menghilangkan haus," ujar  Doddy.

Salah seorang warga mengatakan buka dapur umum untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan makan dan minum sambil menunggu bantuan.

"Alhamdulillah, pemerintah dan kepolisian serta pihak-pihak lain mengirim bantuan nasi kotak, air bersih, bahkan dari IWO memberikan pakaian layak pakai untuk warga Lingkungan I," tuturnya.

Dia berharap musibah banjir ini tidak terulang lagi dan meminta ada solusinya. "Kami sadar tinggal di belakang sungai dan di bawah jalan raya bypass," ujarnya.

Hingga H+4 pascabanjir, masyarakat terdampak masih membersihkan lumpur di gang-gang permukiman mereka serta beres-beres rumah yang terendam banjir dari luapan Way Lunik dan Kali Belau, Kota Bandarlampung, Senin (20/1/2025),

Pantauan Helo Indonesia, Minggu malam (19/1/2025), sampah juga terus susul menyusul menumpuk di mulut-mulut gang sepanjang Jalan RE Marthamartadinata, Kampung Pasar Ambon, Kelurahan Pesawahan, Telukbetung Selatan.

Sampah yang sudah bercampur lumpur tersebut macam-macam, ada kasur, pakaian, hingga kursi sofa. Hingga Senin siang (20/1/2023), warga masih menjemur sederat pakaian dan sepatu basah akibat banjir, Jumat (17/1/2025).

Beberapa lokasi, masih ada genangan air bercampur lumpur di gang-gang permukiman warga. Masyarakat masih harus bergotong-royong membersihkan lumpur dari gang-gang dan rumah mereka.

"Gile, hari ke-4, masih hancur nih lingkungan, saya sampai kecucuk kaca karena melewati gang berlumpur," kata Anwar dadi Renegades Faperta Unila yang hendak memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, ada 518 kepala keluarga (KK) dan 11.223 jiwa terdampak banjir di 16 kecamatan dari total 20 kecamatan dan di 79 kelurahan dari 124 kelurahan.

Menurut dia, BPBD bersama TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, dan aparat kelurahan sedang melakukan pembersihan akibat banjir. BPBD Provinsi Lampung juga telah menyalurkan bantuan logistik untuk korban banjir,

Di Kecamatan Kedaton, dari tujuh kelurahan, ada 318 unit rumah, 470 kepala keluarga, dan 1.082 jiwa terdampak banjir. Di Kecamatan Rajabasa, dari enam kelurahan, ada 339 unit rumah dan 1.265 jiwa yang terdampak.

Di Kecamatan Kedamaian, dengan jumlah kelurahan sebanyak tujuh kelurahan, ada dua kelurahan terdampak dengan 249 unit rumah dan 1.286 jiwa terdampak banjir. Sementara di Kecamatan Wayhalim, dengan tujuh kelurahan ada empat kelurahan terdampak dan 41 unit rumah dan 48 kepala keluarga, dan 147 orang yang terdampak banjir.

Kemudian, di Kecamatan Sukabumi, dengan jumlah total tujuh kelurahan, ada empat kelurahan terkena banjir dengan 330 unit rumah yang terdampak banjir, dan 1.209 jiwa. Di Kecamatan Panjang, dengan delapan kelurahan, ada tujuh terdampak banjir dengan 2.880 unit rumah yang terdampak banjir.

Selanjutnya, di Kecamatan Labuhan Ratu, yang memiliki delapan kelurahan, ada lima kelurahan terdampak banjir dengan 245 unit rumah yang terdampak. Lalu, di Kecamatan Sukarame, dengan jumlah total enam kelurahan, ada 368 unit rumah dan 1.367 jiwa terdampak banjir. Sementara di Kecamatan Teluk Betung Selatan, dengan dua kelurahan ada 1.904 unit rumah terdampak banjir.

Adapun di Kecamatan Telukbetung Timur, ada 2.193 unit rumah yang terdampak banjir di enam kelurahan; di Kecamatan Tanjung Senang, dari lima kelurahan, ada 413 unit rumah terdampak banjir; lalu di Kecamatan Tanjung Karang Timur, dari lima kelurahan, ada 192 unit rumah dan 800 jiwa terdampak banjir.

Kemudian, di Kecamatan Enggal, yang memiliki lima kelurahan, ada 244 unit rumah terdampak banjir. Sementara di Kecamatan Teluk Betung Utara, dengan lima kelurahan, ada 448 rumah terdampak banjir dan Kecamatan Teluk Betung Timur dengan lima kelurahan ada 1.007 unit rumah dan 4.067 jiwa terdampak banjir. (Hajim).

 -