Helo Indonesia

Gawat! Kabupaten Kendal Darurat Sampah, Bupati Minta Masyarakat Jaga Kebersihan

Selasa, 11 Maret 2025 07:30
    Bagikan  
Gawat! Kabupaten Kendal Darurat Sampah, Bupati Minta Masyarakat Jaga Kebersihan

SAFARI: Bupati Kendal Dyah Kartika Permana Sari saat melakukan safari Ramadan di Masjid Besar Sukorejo. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM -Safari Ramadan di Masjid Besar Sukorejo, Senin (10/3/2025) malam, Bupati Kendal Dyah Kartika Permana Sari tekankan saat ini Kabaupaten Kendal darurat sampah. Safari tersebut juga sebagai silaturahmi pimpinan Kabupaten Kendal tersebut dengan masyarakat.

Dikatakan untuk mengatasi persoalan sampah ini, Dyah Kartika Permanasari yang akrab disapa Mbak Tika meminta seluruh masyarakat di Kabupaten Kendal senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak membuang sampah sembarangan.

"Sampah ini berpotensi menyebabkan banjir, jadi mari kita menjaga kebersihan. Saya mengajak masyarakat untuk membudayakan jangan membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan karena kebersihan juga sebagian dari iman," kata Mbak Tika.

Mbak Tika disampingi wakilnya, Benny Karnadi mengungkapkan, untuk mengatasi persoalan sampah pihaknya juga telah bertemu dengan investor yang akan bekerjasama untuk pengelolaan sampah.

Investor

"Ada berita baik, ada investor yang mau bekerjasama mengelola sampah. Jadi sampah itu nanti akan dijadikan RDF (Refuse Derived Fuel). Nah untuk proses RDF itu sudah ada investor yang siap," ungkapnya.

Ia menyatakan, langkah awal yang akan dilaksanakan adalah menjalin kerjasama dengan pembeli yang akan membeli RDF tersebut. "Nanti kami harus mengadakan MoU dulu dengan Semen Gresik selaku pembeli. Kalau belum ada pembeli investornya belum mau kerjasama," beber Mbak Tika.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi mengungkapkan bahwa pengolahan sampah di Kabupaten Kendal membutuhkan inovasi baru. Untuk itu pihaknya berupaya menggandeng investor dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Kendal. "Saya sudah ketemu investor, kita sedang dorong supaya mereka mau. Mereka yang mengelola sampah di Solo dan Bali," katanya.

Ia berharap dalam waktu dekat, Kabupaten Kendal bisa mengimplementasikan teknologi pengolahan sampah yang lebih modern, salah satunya dengan menjadikan sampah sebagai sumber energi.

"Industri besar saat ini sudah mulai menggunakan 15 persen energi terbarukan, dan pabrik semen di Kendal baru sekitar 10 persen. Kita perlu bergerak cepat agar tidak tertinggal dari kabupaten lain,” imbuh Benny.(Anik).