LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Sejumlah tokoh dan public figure bakal merapat ke aksi solidaritas membela rakyat Palestina dari kekejaman genosida Israel di Tugu Adipura, Enggal, Kota Bandarlampung, Sabtu (19/6/2025), pukul 13.00 WIB.
Mereka yang telah siap ikut Aksi Nyata Bersama Palestina Jilid III antara lain Ustadz M. Husein Gaza; Andika "Kangen Band" Mahesa; Al Habib Ahmad Ghozali Asegaf; KH Ismail Zulkarnaen, SH, H. Darussalam, SH, MH; Prof. Ari Dasmastuti, MA; Merry; Ahsanah Huda, SP dkk; H. Imam Asrofi Alfarizi, SAg.
Menurut inisiator aksi, Dr. Ir. Firmansyah Y Alfian, MBA, MSc dari Yayasan Alfian Husin dan H M.Yasir Setiawan, SE Ketua Relawan Peduli Alquds, masih banyak lagi tokoh dan public figure yang akan merapat ke Tugu Adipura/Gajah untuk aksi Aksi Nyata Bersama Palestina Jilid III.
Mereka telah menemui sejumlah tokoh dan elemen masyarakat untuk menunjukkan kepedulian terhadap rakyat Palestina yang tengah mengalami genosida oleh Israel. Keduanya menargetkan 100 ribu massa turun ke jalan.
Ustadz M. Husein Gaza sudah tiba di Lampung sebelum Salat Jumat (18/4/2025). Dia merupakan aktivis dan Youtuber asal Indonesia yang menetap di Jalur Gaza sejak 5 Januari 2011. Husein juga sebagai jurnalis dan kontributor lepas yang mendapatkan gelar sarjananya di Universitas Islam Gaza.
Andika "Kangen Band" Mahesa adalah vokalis terkenal asal Lampung. Lainnya:
1. Al Habib Ahmad Ghozali Asegaf adalah pimpinan Rabithah Alawiyah Lampung;
2. KH Ismail Zulkarnaen adalah ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren se-Bandarlampung.
3. H. Darussalam, SH, MH adalah pimpinan Ormas Batanghari Sembilan;
4. Prof. Ari Dasmastuti, MA akademisi yang kritis dan sangat peduli pada penderitaan rakyat Palestina,
5. Bunda Merry aktivis demokrasi dan keadilan yang baru saja pulang tabayun ijazah Mantan Presiden Jokowi;
6. Ahsanah Huda, SP dkk dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung;
7. H. Imam Asrofi Alfarizi, SAg dari GMI Kota Bandarlampung.
Koordinator aksi Yasir menyampaikan, aksi ini merupakan respons terhadap terus berlangsungnya kekejaman dan genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap warga sipil di Gaza.
Menurutnya, penderitaan yang dialami rakyat Palestina bukan hanya isu agama, tetapi masalah besar kemanusiaan yang harus disuarakan oleh seluruh masyarakat dunia, termasuk warga Lampung.
"Aksi ini adalah bentuk nyata solidaritas kami. Target peserta sebanyak 100.000 orang atau lebih, dari berbagai elemen masyarakat. Kita ingin menunjukkan bahwa Lampung peduli dan bersatu untuk Palestina," ujar Yasir menjelang konferensi pers.
Aksi yang akan digelar pada Sabtu, 19 April 2025 di Tugu Adipura, Bandar Lampung ini akan dimulai dari Masjid Taqwa Bandar Lampung, dengan rute menuju Bundaran Gajah Tugu Adipura.
Selain longmarch, aksi ini juga akan diramaikan oleh konvoi kendaraan bermotor yang akan berangkat dari Bundaran Radin Intan menuju Masjid Taqwa dan bergabung dengan peserta longmarch ke titik aksi utama.
Salah satu poin penting dalam aksi tersebut adalah kampanye boikot terhadap produk-produk yang diduga mendukung pendanaan kepada Israel. Para peserta aksi akan membagikan dan menempelkan stiker-stiker himbauan di beberapa gerai makanan cepat saji internasional seperti KFC, McDonald's, Pizza Hut, Burger King, Domino's Pizza, A&W, dan Starbucks.
"Stiker-stiker ini bukan bersifat penutupan tempat usaha, tapi lebih pada himbauan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam memilih produk, demi tidak berkontribusi secara tidak langsung terhadap agresi yang menimpa rakyat Palestina," jelas Yasir.
Tokoh masyarakat Lampung, sekaligus Inisiator Aksi, Firmansyah, juga hadir dalam konsolidasi tersebut dan menyuarakan ajakan kepada seluruh masyarakat Lampung dari berbagai latar belakang untuk bergabung. Ia menegaskan, perjuangan ini adalah soal kemanusiaan.
"Ini bukan soal agama, ini soal kemanusiaan. Kita semua harus bersatu menghentikan genosida di Palestina. Mari bersama-sama hadir di Aksi Nyata Lampung Bersama Palestina Jilid III pada 19 April 2025, pukul 13.00 WIB di Tugu Adipura. Satu suara, satu langkah untuk Palestina," tegasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan kemanusiaan, aksi ini diharapkan menjadi momentum besar di Lampung untuk menyuarakan keadilan dan menghentikan penjajahan di tanah Palestina. (HBM)
