LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Kepala Bidang Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Lingkungan Hidup HMI Cabang Kota Bandarlampung (Balam) M. Reza Pratama mengecam PT Pelindo Panjang yang diduga penyebab banjir permukimam sekitarnya.
PT Pelindo II Regional Panjang telah mempersempit bahkan ditutup drainase demi taman kawasannya, kata M. Reza Pratama, Rabu (23/4/2025). Sebelumnya banjir besar hingga menelan 3 korban jiwa terjadi di Panjang Utara, Senin (21/4)
"Kesimpulan hasil investigasi, BUMN tersebut telah gagal mengelola infrastruktur drainase kawasannya hingga merugikan warga akibat terhambatnya air cepat menggelontor ke muaranya," katanya.
Hal ini diperparah oleh perubahan tata kelola drainase yang tidak terintegrasi dengan sistem lingkungan sekitarnya, pungkas M. Reza Pratama. Warga pasti ttidak ingin tragedi ini terulang setiap turun hujan deras.
PT Pelindo II harus belajar dari kesalahan fatal ini. Setiap proyek infrastruktur wajib melibatkan kajian dampak lingkungan (AMDAL), koordinasi dengan pemerintah daerah, serta stop praktik pembangunan yang mengorbankan lingkungan dan masyarakat.
"Kami sepenuhnya mendukung pernyataan Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota dan PT Pelindo II," tambah M. Reza Pratama.
Insiden ini menggarisbawahi pentingnya koordinasi antarinstansi dalam pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah rentan banjir. Perubahan tata guna lahan tanpa kajian lingkungan yang komprehensif berisiko memperburuk kerentanan ekosistem.
"Kami mendorong semua pihak, termasuk BUMN seperti Pelindo, untuk memprioritaskan keberlanjutan lingkungan dalam setiap kebijakan operasional," tutup M. Reza Pratama.
Jika tuntutan ini diabaikan, Pemerintah Kota harus siap mengambil langkah hukum sesuai UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup!
"Kami tidak akan berkompromi dengan pihak mana pun yang merusak lingkungan dan mengancam masa depan Kota Bandarlampung," katanya. PT Pelindo II harus segera berbenah atau menghadapi konsekuensi hukum, pungkas Reza. (Prapthy)
