LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----- Ketua Komisi IV DPRD Lampung Timur Mohammad Zakwan menyesalkan ulah pihak Rumah Sakit Permata Hati (RSPH) Way Jepara Lampung Timur yang diduga melakukan tindakan tak manusiawi berupa merekeyasa tagihan pasien layanan umum.
Akibat perbuatan tak manusiawi itu, pasien merugi hingga jutaan.
"Kalau rekayasa ditagihan itu ada unsur penipuan, sebaiknya pasien atau korban lapor ke aparat penegak hukum. Ini tidak bisa dibiarkan,"tegas Zakwan Minggu (11/5).
Mohammad Zakwan yang juga Ketua Partai Gerindra Lampung Timur mengaku terkejut membaca berita terkait keluhan keluarga pasien asal Desa Labuhanratu Satu Kecamatan Way Jepara yang merasa dirugikan jutaan akibat ulah oknum petugas RSPH yang merekayasa tagihan.
Atas tindakan kurang manusiawi itu, politisi partai besutan Presiden Prabowo Subianto itu akan koordinasi dengan dinas kesehatan setempat, ikatan dokter indonesia serta pihak lainnya. Sebab, jika hal ini dibiarkan tak menutup kemungkinan sudah banyak korban yang ditipu rumah sakit swasta tersebut.
"Saya akan koordinasi dengan pihak terkait yakni dinas kesehatan, IDI serta pihak lainnya. Jangan sampai ada korban yang merugi jutaan," ujar Zakwan.
Selain akan turun langsung ke RSPH, dirinya juga minta komisi yang membidangi perijinan agar memeriksa segala dokumen yang menyangkut operasional rumah sakit.
"Segala dokumen wajib kita periksa. Karena tak menutup kemungkinan ada juga pelanggaran," pungkas wakil rakyat itu.
Diberitakan, Fery warga Desa Labuhanratu Satu Way Jepara Kamis (8/5) membawa Sarah (2) puterinya ke RSPH karena menderita luka bawah dagu akibat terjatuh di kamar mandi. Karena mengeluarkan darah, Fery membawa puterinya ke puskesmas setempat. Tanpa alasan jelas, pihak puskesmas merujuk ke RSPH.Setelah mendapat perawatan, orang tua bocah cilik itu terkejut saat melihat tagihan dari rumah sakit.
Pada rincian tagihan itu, ada 63 item seperti operasi bedah sedang, tarif kamar,penggunaan infus dan lain-lain yang wajib dibayar. Tagihanpun membengkak hingga Rp 7 juta labih. Parahnya, pada puluhan item tersebut, ada beberapa item yang tak dinikmati pasien dan jumlahnya jutaan.
"Puteri saya hanya menderita luka lecet bawah dagu. Tapi pada tagihan itu seperti pasien ditabrak kereta api," ujar pria muda itu.
(Khairuddin)
