Helo Indonesia

Peringatan Harlah GP Ansor, Benny Karnadi Ajak Ansor Kendal Bersinergi

Sabtu, 17 Mei 2025 20:05
    Bagikan  
Peringatan Harlah GP Ansor, Benny Karnadi Ajak Ansor Kendal Bersinergi

Wakil Bupati Kendal H Benny Karnadi saat hadir di acara Harlah GP Ansor Kendal

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Peringatan Hari Lahir (Harlah) Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke-91 tingkat Kabupaten Kendal digelar meriah dengan nuansa khidmat dan semangat kebangsaan pada Jumat malam, 16 Mei 2025 di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal.

Rangkaian acara yang dihadiri Wakil Bupati Kendal, H. Benny Karnadi didampingi istri Niken Larasati meliputi, pelantikan bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Kendal serta pengukuhan pengurus Pimpinan Cabang (PC) Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Kendal masa khidmat 2024–2028.

Baca juga: SMK Yaphar Gandeng Payung Jiwa Beri Edukasi Kelola Emosi dan Kenali UU Dunia Kerja

Dalam sambutannya Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi menyampaikan apresiasi atas kiprah GP Ansor yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, perjalanan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran Nahdlatul Ulama. Dan tentunya sejarah NU juga tidak lepas dari kontribusi besar para kader Ansor.

“Kami berharap catatan-catatan sejarah yang ditulis hari ini dan ke depan akan terus menguatkan NKRI. Ansor telah terbukti menjadi penjaga ulama dan bangsa,” ujarnya yang merupakan A'wan Syuriyah PCNU Kendal.

Benny juga berharap sinergi antara GP Ansor dengan Pemerintah Kabupaten Kendal terus ditingkatkan. Ia menyebut, sebagaimana Ansor secara nasional ikut mengawal visi besar Asta Cita Presiden, dan di Jawa Tengah turut mengawal arah kepemimpinan Gubernur, maka di Kendal Ansor diharapkan bisa bersinergi mengawal program-program daerah.

“Kami sangat yakin, semangat sahabat-sahabat Ansor akan menambah semangat kami dalam membangun Kendal. Ansor selalu menjaga ulama, menjaga NKRI, dan senantiasa tunduk kepada arahan para kiai,” tegasnya.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Shidqon Prabowo dalam arahannya mengajak seluruh kader untuk meneguhkan niat dalam mengabdi sebagai pelayan umat. Ia mengutip nasihat Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri yang ia terima saat mengikuti Pelatihan Kader Nasional (PKN) di Rembang.

“Kepemimpinan itu adalah amanah, dan amanah itu berarti melayani. Maka sahabat-sahabat Ansor harus siap melayani masyarakat,” ujar Dekan Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim ini.

Makin Matang

Menurut Shidqon, di usia yang ke-91 tahun, Ansor harus semakin matang dan mandiri. Ia menyebutkan tiga pilar kemandirian yang perlu dikuatkan oleh seluruh kader, yakni kemandirian tradisi, politik, dan ekonomi.

“Pertama, kemandirian tradisi. Ini adalah identitas sosial kita. Kegiatan keagamaan dan kebudayaan harus terus digalakkan. Kedua, kemandirian politik, yaitu politik kebangsaan yang selaras dengan garis perjuangan NU. Dan yang ketiga adalah kemandirian ekonomi. Ansor dan Banser harus mandiri secara ekonomi agar mampu berkontribusi, bukan malah membebani organisasi,” terang Shidqon.

Ia juga menegaskan bahwa Gerakan Pemuda Ansor merupakan bagian tak terpisahkan dari NU. Karena itu, PAC-PAC di daerah diimbau untuk terus bersinergi dengan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU setempat.

Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kendal, Mokh Izudin dalam sambutannya menegaskan bahwa baiat yang telah diucapkan kader Ansor bukanlah formalitas belaka, melainkan ikrar yang harus dipegang teguh dalam hati dan diwujudkan dalam aksi nyata.

“Panjenengan semua adalah estafet perjuangan Nahdlatul Ulama. Maka tanggung jawab utama kader Ansor adalah menjaga Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, menjaga para kiai, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengkaderan berkelanjutan untuk menjaga eksistensi Ansor di masa depan. “Ansor harus terus hidup dan bangkit. Ini bisa tercapai jika kaderisasi berjalan secara kuantitas maupun kualitas,” imbuhnya.(Anik).